Ilustrasi Keluhan Surat Pembaca Shopee Tutup Laporan COD Fiktif Dua Kali Berturut-turut, Kurir Justru Lebih Beriktikad Baik dari Platformnya 2 Agustus 20262 Agustus 2026 Under Beri komentar alamat pengiriman kurir, Belanja Online, Cash On Delivery, COD, Customer complaint handling, Customer Service, data pelanggan, dispute, e-Commerce, Fraud, Kondisi produk tidak sesuai pesanan, Konfirmasi terima barang, Marketplace, Mediasi Konsumen, Modus Penipuan, Penipuan, penipuan COD, Penyalahgunaan data, produk tidak sesuai pesanan, Pusat Resolusi Shopee, Shopee, Video Unboxing Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Kepada Yth. Redaksi Media Konsumen dan Manajemen Shopee Indonesia Tembusan: Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Semarang Portal Aduan Konten Kementerian Kominfo/Lembaga Pengaduan Resmi Terkait Perihal: Pengiriman COD tanpa pesanan, kesalahan sistem, dan permintaan pengembalian dana Rp58.500 Dengan hormat, Melalui surat pembaca ini, saya selaku pengguna setia kategori VIP Shopee ingin menyampaikan kekecewaan mendalam atas terjadinya pengiriman paket COD fiktif yang tidak pernah saya pesan, serta buruknya sistem penanganan keluhan dari customer service Shopee yang terus-menerus menutup laporan saya secara sepihak. Nomor kasus baru: 2073708971177996352 (ditutup sepihak tanpa penyelesaian), terkait laporan lama: 2071266581969805366 (ditutup sepihak dan riwayat dihilangkan) Kronologi 27 Juni 2026 Saya menerima pesan WhatsApp notifikasi COD untuk resi: SPXID065576396766 senilai Rp85.350. Beberapa jam kemudian saya membalas dengan tegas bahwa saya tidak pernah memesan barang tersebut, dan paket berhasil ditolak/retur oleh kurir. 28 Juni 2026, pukul 15.58 Kurir menghubungi nomor terdaftar saya untuk paket resi berbeda, yaitu SPXID061115824536. Karena saya sedang tidak berada di rumah dan tidak memegang ponsel, panggilan tersebut tidak terjawab. Kurir menunggu di depan rumah dan akhirnya berinteraksi dengan ibu saya yang telah berusia 65 tahun. Karena ketidaktahuan orang tua dan kurang pahamnya prosedur COD, ibu saya terpaksa membayar Rp58.500 menggunakan uang belanja harian keluarga. Sebagai informasi, di label resi itu tertulis nama saya Tarmie (nama panggilan) dan nomor HP saya 0896345***18. Jadi memang paket tersebut atas nama dan nomor saya, padahal saya sama sekali tidak pernah memesan barang itu. Itulah yang saya heran, paket COD datang atas nama saya, padahal tidak ada pesanan di akun saya. Seolah-olah sistem yang membuat pengiriman itu tanpa sepengetahuan saya. Sepulang ke rumah, ibu saya menceritakan hal tersebut. Saya langsung menghubungi kurir via telepon pada pukul 18.20 dan menegaskan melalui pesan WhatsApp: “Gak aku gak nduwe orderan.” Status paket di sistem logistik tercatat sudah diserahkan (delivered) sejak pukul 15.59. Yang mengharukan, kurir lapangan yang bersangkutan sebenarnya beriktikad baik dan mau mengganti rugi uang tersebut dari dompet pribadinya. Namun saya tolak dengan tegas karena tidak tega, ini murni kesalahan celah sistem platform, bukan kesalahan pribadi kurir yang hanya menjalankan tugas mengantar barang. Chat kurir Laporan pertama 28 Juni Paket utuh belum dibuka 2,3 kg Laporan dikategorikan salah Balasan CS Shopee Sampai saat ini, tidak ada riwayat pesanan, transaksi, maupun notifikasi apa pun mengenai kedua nomor resi tersebut di dalam akun aplikasi Shopee saya. Paket SPXID061115824536 saat ini masih utuh, tersegel rapat dengan berat 2,3 kg, dan sengaja tidak dibuka demi menjaga keaslian bukti fisik. Pada 28 Juni 2026 pukul 23.19, saya langsung membuat laporan resmi ke petugas bernama Kak B*** dan diterbitkan nomor laporan awal: 2071266581969805366. Namun dalam 3–4 hari laporan ditutup sepihak tanpa kejelasan, dan riwayat laporan tersebut sengaja dihilangkan dari halaman Pusat Bantuan aplikasi saya. Sebagai pengguna VIP yang seharusnya mendapatkan layanan CS Prioritas, saya terpaksa membuka laporan baru dengan nomor: 2073708971177996352. Meskipun saya sudah memperingatkan dengan sangat tegas agar laporan tidak ditutup sebelum dana di-refund, Shopee justru kembali menutup laporan baru tersebut secara sepihak melalui agen He**** pada 13 Juli 2026 pukul 17.16 dengan jawaban template robot. Bagi Shopee, nominal Rp58.500 mungkin tidak seberapa. Namun bagi kami, rasa kecewa melihat ekspresi wajah ibu saya yang merasa bersalah karena salah membayar paket penipuan tersebut benar-benar menyakitkan. Sangat ironis bahwa Shopee hanya membalas dengan template otomatis yang lepas tangan. Saya sudah mencoba menegur via media sosial dengan berkomentar sebanyak dua kali di X (Twitter) dan satu kali di Instagram resmi Shopee, tapi nihil respons. Saya juga sudah mengirimkan pengaduan lengkap sekitar tujuh kali ke alamat tim hukum resmi Shopee. Upaya mengirimkan aduan ke alamat bantuan umum Shopee lainnya seperti cs@shopee.co.id dan support.id@shopee.com berulang kali gagal terkirim karena alamat tidak ditemukan. Karena email BPSK Kendal tidak aktif, saya juga telah mengirimkan nota penegasan hukum resmi yang ditembuskan ke Portal Aduan Kominfo guna mendesak tindak lanjut yang adil secara regulasi. Harapan dan tuntutan saya sebagai konsumen Pengembalian dana Rp58.500, mengembalikan dana milik orang tua saya secepatnya melalui verifikasi akun terdaftar saya (cnilshop). Pengambilan paket, mengatur jadwal kurir resmi untuk mengambil kembali paket seberat 2,3 kg yang masih tersegel utuh di rumah saya. Solusi sistemik prosedur COD, saya menuntut Shopee melakukan perbaikan sistem logistik agar fitur pembayaran COD hanya diterbitkan jika pesanan tersebut benar-benar tercatat secara sah pada riwayat belanja aplikasi pemilik akun, disertai notifikasi persetujuan ke nomor/email yang terdaftar untuk verifikasi. Saya tegaskan kembali: masalah ini belum selesai. Melalui pemuatan surat di Media Konsumen ini, saya mendesak manajemen tingkat atas Shopee untuk membuka kembali kasus ini secara manual melalui perwakilan manusia, bukan respons otomatis. Terima kasih atas ruang yang diberikan oleh Redaksi Media Konsumen. Hormat saya, Tarmie Kendal, Jawa Tengah Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.