Headline Keluhan Surat Pembaca Mempertanyakan Prosedur Keamanan Berbelanja di Tokopedia 9 Oktober 20249 Oktober 2024 ikrar 26 Komentar Anteraja, asuransi pengiriman kurir, barang tidak diterima, Belanja Online, Bukti pengiriman, Bukti Terima, Customer complaint handling, Customer Service, dispute, e-Commerce, Klaim Asuransi, Konfirmasi terima barang, Kurir, Layanan kurir, Marketplace, Mediasi Konsumen, Nomor resi pengiriman, Pusat Resolusi Tokopedia, Sistem otomatis, SOP, Standard Operating Procedures, Syarat dan Ketentuan, Tokopedia, Tokopedia Care, Transparansi Informasi Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Pada pertengahan September 2024, tepatnya tanggal 19, saya melakukan pembelian satu unit mesin grinder kopi melalui aplikasi Tokopedia. Nomor resi pengiriman: 11000615423845, menggunakan jasa ekspedisi Antaraja. Seperti biasa, saya rutin memeriksa status pengiriman barang di aplikasi Tokopedia sambil menunggu kedatangan barang. Tiba-tiba, saya dihubungi oleh kurir Antaraja yang memberitahukan bahwa mereka akan datang ke rumah untuk mengantarkan resi, tetapi tanpa membawa unit barangnya. Mengetahui bahwa barang tidak ada, saya menolak untuk menerima resi tersebut dan menyampaikan kepada kurir bahwa saya hanya akan menerima jika resi dan unit barang diantarkan bersamaan. Yang mengejutkan, pada riwayat pengiriman, status di aplikasi tiba-tiba berubah menjadi “Terima” pada tanggal 27 September 2024. Dari situ, sistem Tokopedia secara otomatis melanjutkan proses hingga status menjadi “Complete” dan saldo saya diserahkan kepada penjual. Karena sebelumnya saya telah menolak resi, saya tidak menyangka bahwa status “Terima” bisa diubah sepihak oleh pihak lain, dalam hal ini ekspedisi Antaraja. Saya percaya bahwa status “Terima” seharusnya hanya bisa dilakukan oleh pembeli, karena berkaitan dengan saldo dana yang akan dilepaskan kepada penjual setelah ada verifikasi dari pembeli. Keyakinan ini membuat saya tidak memperhatikan perubahan status di Tokopedia, terutama setelah penolakan saya terhadap kurir yang hanya mengantarkan resi tanpa unit barang. Saya telah menghubungi pihak Tokopedia. Namun sayangnya layanan yang saya terima hanya melalui Tokopedia Care di chat room yang lebih banyak menggunakan bot. Saya mencoba mencari nomor kontak pusat layanan konsumen Tokopedia di Google, tetapi tidak menemukan satu pun nomor call center untuk pengaduan yang saya butuhkan. Saya juga meminta kepada petugas CS untuk menghubungkan saya dengan supervisor Tokopedia agar bisa mendapatkan solusi dan jawaban atas masalah ini, tetapi permintaan saya ditolak. Jujur saja, pengalaman ini membuat saya merasa trauma. Berbelanja di Tokopedia terasa sangat berisiko bagi konsumen, terutama dalam hal validasi penerimaan yang bisa dilakukan oleh pihak lain selain pembeli itu sendiri. Selain itu, tidak adanya call center pengaduan langsung jika terjadi masalah seperti barang hilang saat pengiriman juga menjadi kekhawatiran. Sebagai informasi tambahan, saya telah mengasuransikan barang yang saya kirim. Namun Tokopedia tidak memberikan informasi tentang cara mengklaim asuransi tersebut, meskipun saya sudah menanyakan prosedur terkait asuransi pengiriman ini kepada Tokopedia Care. Saya masih menunggu itikad baik dari Tokopedia untuk menyelesaikan masalah ini demi kepuasan konsumen. Salam, Ikrar Dharmawan (Teduh Coffeeshop) Makassar, Sulawesi Selatan Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
AXA9 Oktober 2024 - (14:10 WIB)Permalink Ada sedikit kesalahan pembeli dalam kasus ini dimana ketika menerima resi aja, bs dilakukan komplain lgsg ke tokped melalui apps, jd kalau barang belum diterima, uang msh akan ditahan tokped sampai pembeli benar-benar menerima barang pesanannya. banyak penjual nakal yang memanfaatkan ketidaktauan pembeli dengan cara mengirimkan resi, dan seolah2 mengirimkan barang melalui cargo, dll. Pdhl ada masa penerimaan resi dan waktu pesanan selesai otomatis. 2 2 Login untuk Membalas
Suprapto10 Oktober 2024 - (07:25 WIB)Permalink Saya lihat review2 pada sellernya sepertinya memang seller nakal. Barang yg laku sengaja dihapus, lalu buat lagi yg baru, agar tidak bisa dilacak. 1 2 Login untuk Membalas
dhan12 Oktober 2024 - (00:48 WIB)Permalink Sy lihat sellernya beda pulau. Setau saya, kalau seller hanya mengirimkan resi saja itu biasanya dia mengirimkan brg terlebih dahulu dan disertai tanda terima. Dan itupun satu kota. Kalau status di aplikasi tiba-tiba berubah menjadi “Terima”, berarti ada oknum kurir yg terlibat. Coba anda tanya via WA itu siapa yg memencet tombol kiriman sdh diterima, tiap kurir megang aplikasi operator kurirnya. Pasti kelabakan. Ancam saja kasus ini akan dibawa ke pihak berwajib. Ternyata lamanya umur tahun seller buka di markerplace tidak menjamin. 1 2 Login untuk Membalas
Hery Mulyanto9 Oktober 2024 - (14:48 WIB)Permalink Anda termasuk orang yg nekat. Beli produk yg luar biasa mahal, Beli di toko yg sama sekali produk yg anda beli belum ada yg terjual atau ada ratingnya. Produk yg terjual ya cuma produk abal2, produk bekas semua. Harusnya ada tidak tolak kurir, anda terima meskipun cuma resi, terus anda komplain di toped. Kl sudah begini bakalan mumet dan ruwet. 3 2 Login untuk Membalas
Andre9 Oktober 2024 - (15:40 WIB)Permalink Saya do’akan Semoga uang anda Kembali.🙏🏻 terlalu berani belanja dgn nominal begitu besar di market place. Setidaknya ambil pelajaran saja dari kejadian ini. baik saya dan rekan-rekan laenya. Apple to apple Ada uang ada barang langsung samperin toko pembeli, claim kerusakan bisa dibantu oleh pihak toko penjual, baik itu nominal -+1jt. Anda puas berbelanja offline dari pda online. 🙏🏻 karena marak penipuan di online sudah tdk bisa dibendung lagi oleh pihak marketplace. sisi celah buat para penipuan masih bisa bermain. 1 2 Login untuk Membalas
David9 Oktober 2024 - (15:04 WIB)Permalink Toped makin serem sekarang, kalau pengalaman saya, beli laptop, dikirim kondisi rusak, saya komplain opsi pengembalian uang, eh ternyata bisa dirubah penjual menjadi opsi penukaran barang, mau ga mau kirim balik. Nah barang pengganti datang ternyata barang yang rusak tadi… Dan kalau tukar barang, tidak ada opsi tolak atau komplain lagi. Saya chat cs, disuruh jangan klik tombol terima, hingga akhirnya selesai otomatis. Eh cs berikutnya malah menyalahkan kenapa menerima. Sudah dijelaskan tidak ada tombol tolak, tidak ada respon apa apa. Ujung ujungnya harus negosiasi dengan penjual, yang ternyata penjual nakal. Dia mau kembalikan uang tapi dipotong 10%. Dan toped malah mendukung, kan gilaa… Lebih baik belanja di oranye, yang ada bebas pengembalian, ga ribet kalau dapat barang rusak di toko nakal 3 4 Login untuk Membalas
Tjahya9 Oktober 2024 - (15:50 WIB)Permalink Ini modus kirim resi dulu barang belakangan nanti order selesai kabur lain kali status dipantau terus kalo berubah diterima langsung komplen, mungkin blm biasa belanja online jd kena modus ginian ya 2 Login untuk Membalas
Iqbal Maulana9 Oktober 2024 - (21:22 WIB)Permalink Benar, istilahnya Pak Ikrar (Penulis) masih awam. 1 Login untuk Membalas
Ari9 Oktober 2024 - (19:51 WIB)Permalink “Karena sebelumnya saya telah menolak resi, saya tidak menyangka bahwa status “Terima” bisa diubah sepihak oleh pihak lain, dalam hal ini ekspedisi Antaraja.” yg merubah status di tokopedia ya sistem tokopedia, bukan anteraja. “Saya percaya bahwa status “Terima” seharusnya hanya bisa dilakukan oleh pembeli, karena berkaitan dengan saldo dana yang akan dilepaskan kepada penjual setelah ada verifikasi dari pembeli. Keyakinan ini membuat saya tidak memperhatikan perubahan status di Tokopedia……. ” disini letak kesalahan TS, berasumsi. Semua marketplace “melindungi” penjual dr pembeli yg “malas” melakukan verifikasi (menekan tombol selesai/terima) penerimaan produk dengan adanya fitur selesai otomatis dalam waktu tertentu setelah produk diterima pembeli. bila menggunakan asumsi TS (menunggu verifikasi pembeli), bayangkan penjual yg tidak akan pernah menerima dana apabila pembeli tidak pernah verifikasi penerimaan produk. Dan pada kenyataannya banyak sekali pembeli yg tidak melakukan verifikasi penerimaan produk yg sudah diterima. utk TS : pelajari semua “aturan main” dr semua MP, jangan berasumsi. 1 Login untuk Membalas
ikrarPenulis artikel10 Oktober 2024 - (03:10 WIB)Permalink Sebelumnya mohon maap jika saya benar awam dalam berbelanja dimarketplace. Jikalah benar ada metode pengiriman terpisah antara resi & unit barang. dan ini bisa menjadi celah bagi penjual nakal utk memanfaatkan ketidahuan pembeli. Apakah pihak Tokopedia tidak mengenal kondisi ini dan tidak bisa mengambil tindakan prefentif untuk kondisi tersebut? Maksud saya pemilihan ekspedisi2 yang akan digunakan oleh pembeli, tentu telah ada kontrak kerjasama sebelumnya dengan Tokped. Sebagai perusahaan marketplace besar tentu saja Tokped mengetahui betul adanya celah kekurangan pada metode kirim resi & unit yang terpisah tersebut? Kerjasama itu bisa meliputi melarang pihak ekspedisi untuk mengeksekusi pengiriman resi tanpa adanya unit fisik barang yang juga diberikan oleh pihak Seller ke Ekspedisi yang sama. Jika dilapangan ekspedisi mendapati pengiriman hanya berupa resi, tanpa fisik barang, maka dalam aturan kerjasama B2B antara Tokped dan Ekspedisi, mestinya mewajibkan ekspedisi utk melakukan retur. Dalam kasus saya, pihak ekspedisi Antar Aja telah terkonfirmasi oleh saya bahwa paket yang mestinya diantarkan adalah dengan unit barang. Namun dalam pelaporan Ekspedisi ke Tokped malah menyatakan Selesai Terima, alih-alih melakukan Retur, sebagai bentuk wujud penolakan saya atas resi tanpa adanya fisik barang kepihak kurir. Kenapa ekspedisi dibolehkan melaporkan status “Terima” (meski bahkan itu cacat krn tanpa adanya bukti terima), bisa jadi karena bentuk kerjasama antara Tokped dan Ekspedisi yang ada hanya sebatas pada fungsi “jasa kirim”, tanpa mendetail ke upaya perlindungan keamanan belanja bagi sisi pembeli selaku konsumen yang menggunakan medianya sebagai tempat berbelanja. Pada point ini, saya mempertanyakan hal tersebut? Bagaimana Tokopedia bisa menutup celah para seller untuk berbuat “nakal” kepada para konsumen diTokopedia 1 3 Login untuk Membalas
Ebianto11 Oktober 2024 - (07:35 WIB)Permalink bapak…pertama sudah betul pantau terus keberadaan barang. tapi setelah resi ditolak.. lalu status berubah jadi diterima… itu ada TOMBOL KOMPLAIN PAKKK…..komplain langsung di orderannya bapak, bahwa pesanan belum diterima.. baru duit bapak bisa balik… gunanya beli di marketplace itu ada TOMBOL KOMPLAIN sebelum uang dilepas ke penjual pak… kalo setelah status diterima dibiarina aja 2 hari kemudian uangnya langsung cair ke penjual karena dianggap pembeli menerima dan baik2 aja…….. 1 Login untuk Membalas
Muhamad Saiful9 Oktober 2024 - (20:49 WIB)Permalink Seller hanya kirim resi karena ongkir mahal.Saya punya pengalaman beli kasur inoac di tokped juga,ongkirnya bisa gratis saya pikir emang ditanggung sellernya.Ternyata saya cuma dikirim amplop isi resi doang.Saya chat no hp di nota tokonya,ternyata kasur akan diantar kurir pribadi krn pake expedisi ongkirnya mahal.Besoknya kasur beneran dianter kurir tokonya pake mobil box,dan saya lihat bawa kasur pesanan lain juga yg sudah di vacum. 1 Login untuk Membalas
Esa10 Oktober 2024 - (20:18 WIB)Permalink karena ini masih 1 kota, g masalah, seller ini ada di beda pulau, kalaupun hanya kirim resi, harusnya dinotif, dihubungi, kan tokopedia tidak sensor nama sama sekali.. 1 Login untuk Membalas
Dino11 Oktober 2024 - (09:37 WIB)Permalink Anda sudah bener, menolak paket yg hanya selembar kertas karna memang bener kadang ini bisa dijadikan celah penipuan bagi seller nakal. Yg jadi masalah krn anda teledor ga mengecek aplikasi penolakan anda. Perlu anda ketahui, status barang terkirim itu dibuat oleh kurir terakhir yg mengantar paket anda. ( mungkin dia merasa rugi kehilangan uang pengantaran paket krn paket ditolak ataupun dia merasa malas mendapat tugas gratis dari anda utk mengembalikan paket ke gudang kembali. Jadi di klik lah status nya menjadi terkirim ) Tapi sekalipun status paket menjadi terkirim, anda tetap diberi kesempatan untuk mengkonfirmasi apakah paket nya sudah diterima atau enggak selama beberapa hari. tapi kesempatan ini anda sia-siakan. Dan ini jelas keteledoran anda dan bukan kesalahan sistem. Klo waktu konfirmasi ga anda sia2kan. Jelas kurir yg bersangkutan akan kena claim dari aplikasi dan wajib menyelesaikan urusannya kepada anda atau dia akan dipotong gajinya sesuai dengan harga paket anda. Krn paket anda terhitung hilang. Dan uang anda pasti balik lewat aplikasi. Jadi jangan trauma dengan belanja online… Krn aplikasi itu sangat berpihak kepada pembeli apabila pembelinya paham 1 Login untuk Membalas
Iqbal Maulana9 Oktober 2024 - (21:21 WIB)Permalink Makanya Pak Ikrar. Kalau baru belanja online, ajak satu saudara/teman yang berpengalaman. Kalau anda sok tahu langsung belanja online sih tidak masalah jika nominal kecil (agar dijadikan pengalaman), lah anda baru belajar beli online yang nominalnya langsung besar. Ya wassalam uangnya. 1 Login untuk Membalas
Iwen10 Oktober 2024 - (08:20 WIB)Permalink 1. ‘Kurir Anter Aja’ yg anda save as contact, apakah sblm resi/transaksi ini pernah chat sblmnya (sudah pernah anter paket ke anda)? Jika tidak, patut dicurigai itu sbnrnya pihak toko. 2. Tips belanja online, cek ulasan sblmnya. Seller ini ulasan terakhir lebih dr setahun lalu. Skip aja toko yg begitu. Kedua, perhatikan berat barang yg di set. Grinder sejenis (beda tipe, 65T yg terjual di seller laen lbh dr 70+ itu di 15kg. Nah ini cuma 1kg! Antara toko gestun, tidak pegang barang, dll. Hindari juga yg begini. Belanja itu cari aman, barang yg sekiranya 2kg namun di set 1kg aja lebih baik jgn di checkout. Kenapa? Belanja online itu cari nyaman, kalo dipaksa 1kg, udah pasti packingnya asal”an, tidak tebal dan aman. Mau cepat malah ribet proses retur dll, belum resiko ditolak kalo tidak ada video unboxing. 1 2 Login untuk Membalas
Juragan Gembuz10 Oktober 2024 - (22:45 WIB)Permalink Diliat dari dagangan nya… Fix toko gestun itu… Ga punya barang… Cuma buat transaksi fiktif.. Semoga cepat terselesaikan masalah nya pak. 2 Login untuk Membalas
Anang Restuningrat10 Oktober 2024 - (11:18 WIB)Permalink sebenarnya dari berat produknya saja sudah tidak wajar. saya cari di website, berat mesin grindernya 15KG an , sedangkan yang dijual seller toped 1KG. (https://www.onepresso.net/product/grinder-maquinos-e75t-white). mudah2an ada solusi dr masalah TS. denger2 tokopedia udah jarang respond di mediakonsumen. 1 2 Login untuk Membalas
Esa10 Oktober 2024 - (20:16 WIB)Permalink kalau produk yang dijual berat 15kg, ga ada yang mau beli, karena memang niatnya seller menipu buyer.. dan kalaupun asli 15kg, harusnya mengaktifkan cargo.. tapi karena memang digunakan menipu, makanya hanya diisi 1kg 2 Login untuk Membalas
ikrarPenulis artikel11 Oktober 2024 - (00:15 WIB)Permalink saya tetap optimis memiliki integrity yang baik terkait keluhan konsumennya.. just inpo, pada pembelian ini saya sertakan juga dengan asuransi kirim.. semoga pada part asuransi ini, baik tokped maupun asuransi bisa mengcover pengembalian barang.. 2 1 Login untuk Membalas
Sad10 Oktober 2024 - (11:26 WIB)Permalink Bukanya ada menu komplen ya, saya sering belanja bahan bangunan lewat toped resi dianter dulu barang besok dateng tapi tidak saya konfirmasi selesai sampai terima barang 2 Login untuk Membalas
Reza10 Oktober 2024 - (12:34 WIB)Permalink Saya dulu pemakai tokopedia terus saya cari cari app laen ternyata di Shopee barang lebih murah jika dibandingkan produk yang sama.. Dan kalo di Shopee lebih enak diretur karena jasa kirimnya juga punya Shopee yaitu Shopee express… Gampang banget … Shopee ngumpulin koin juga gak pelit kayak tokped.. 2 Login untuk Membalas
Vhaa10 Oktober 2024 - (18:22 WIB)Permalink Saya pernah si ngalamin gini, tp emang seller waktu itu konfirmasi, harusnya TS terima resi yg terlacak di tokopedia, walaupun itu hanya resi saja dan didokumentasikan beserta kurirnya, kalo perlu kurirnya biar menjelaskan bahwa ini emang resi saja, jd klo emang barang tidak datang TS punya pegangab unboxing/dokumentasi atas resi yg terlacak di app tokopedia 2 Login untuk Membalas
Vhaa10 Oktober 2024 - (18:27 WIB)Permalink Biasanya emang barang berat gitu, klo ga pake cargo ya pake ekspedisi tp nnti unitny dikirim lewat kargo, yg dikirim lewat ekspedisi cuman invoice nya saja, Makanya sangat penting dokumentasi serah terima resi yg yg terlacak di app tokped 2 Login untuk Membalas
Mohammad10 Oktober 2024 - (19:58 WIB)Permalink Saya sudah lama resign dari bertransaksi via tokopedia. Apalagi kurir Anteraja, sudah beberapa kali saya dibohongi. Amit-amit jabang bayi pake Anteraja. 1 2 Login untuk Membalas
Dua19 Oktober 2024 - (06:22 WIB)Permalink Belanja online mesti pintar2 baca description, komentar/penilaian dari yang pernah beli (walaupun ada juga buyer bayaran/fiktif). Saya pernah beli kulkas 2 pintu, kurir hanya mengantar resi, kulkas dikirim oleh armada toko dan ongkir di transfer ke rekening toko (karena sudah chat sebelumnya untuk mekanismenya dan kapan dikirimnya ke seller, karena beda kota jadi pengiriman sekaligus barang/pesanan lain yang searah). Alhamdulillah seller amanah dan saya repeat order, belanja ke toko online tersebut. Login untuk Membalas