Keluhan Surat Pembaca Keluhan Pemblokiran Promo Akibat Kesalahan Penjual di Tokopedia 18 Oktober 2024 Rinaldo Saputra 13 Komentar Akun Pengguna, Alasan pembatalan, Alasan pembatasan, Belanja Online, Cashback, Customer complaint handling, Customer Service, Diskon, e-Commerce, e-Voucher, Kode Voucher, Marketplace, Pembatalan otomatis, Pembatalan pesanan, pembatasan akun, Promo, Promo Diskon, Promosi, Syarat dan Ketentuan, Tokopedia, Tokopedia Care, Transparansi Informasi, tuduhan pelanggaran, Voucher Belanja Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Kepada Yth. Tim Layanan Pelanggan Tokopedia, Saya Rinaldo, dengan akun Tokopedia yang terdaftar di nomor HP 0812671**71. Saya ingin menyampaikan keluhan terkait pemblokiran penggunaan promo di akun saya, untuk kedua kalinya. Pada tanggal 07 Oktober 2024, saya mencoba menggunakan promo yang disediakan untuk bertransaksi di Tokopedia, untuk pembelian Power Station seharga Rp1.500.000. Namun, setelah menyelesaikan transaksi, saya menerima notifikasi bahwa promo tersebut tidak dapat digunakan di akun saya dan ditolak sebanyak 4x. Sejak saat itu promo di akun saya telah dicabut semuanya. Setelah menyelidiki lebih lanjut, saya baru menyadari bahwa pemblokiran ini terkait dengan tuduhan manipulasi berat barang. Padahal, yang sebenarnya terjadi adalah adanya kesalahan dari pihak penjual dalam mencantumkan berat produk yang tidak wajar. Saya tidak memiliki kendali atas data yang disediakan oleh penjual, dan saya tidak bermaksud memanipulasi apapun. Hingga sampai saat ini akun saya diblokir untuk menggunakan promo apapun. Hal ini sangat merugikan saya sebagai konsumen, karena seharusnya kesalahan ini menjadi tanggung jawab penjual, bukan pelanggan. Oleh karena itu, saya mohon penjelasan lebih lanjut mengenai masalah ini dan meminta agar hak saya untuk menggunakan promo dapat dipulihkan. Saya berharap Tokopedia dapat menindaklanjuti keluhan ini secara adil dan memberikan solusi yang memuaskan. Atas perhatian dan kerja samanya, saya ucapkan terima kasih. Hormat saya, Rinaldo Pasaman, Sumatera Barat Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
note18 Oktober 2024 - (11:18 WIB)Permalink Kalau status transaksi dibatalkan sistem itu ga ada hubungannya sama penjual, hal itu bisa terjadi dengan beberapa sebab: 1. pembeli punya lebih dari satu akun di tokopedia dengan nama dan / atau alamat yang sama. 2. metode pembayaran yang dipake pembeli (kalau di kasus kamu BRI VIRTUAL ACCOUNT, dibayar oleh rekening yang sama yang dipake di lebih dari satu akun 3. pembeli pake kupon yang sama di transaksi barang dan toko yang sama sehingga oleh sistem dianggap manipulasi (fake order / transaksi palsu) jadi ga ada hubungannya sama penjual, itu murni dari akun pembeli. 1 5 Login untuk Membalas
Rinaldo SaputraPenulis artikel18 Oktober 2024 - (14:44 WIB)Permalink Jika murni, ada saat dimana CS mengatakan bahwa saya melakukan manipulasi pembelian,, dengan berat tidak wajar. Saya tidak bisa menampilkan screenshot nya, karena sudah terhapus otomatis oleh sistem 3 1 Login untuk Membalas
Rinaldo SaputraPenulis artikel18 Oktober 2024 - (14:48 WIB)Permalink Di Point M.9 ada manipulasi berat produk.. saya kira karena penjual membuat berat produknya 1.5Kg.. seharusnya sekitar 6kg.. karena saya pernah membeli produk yang sama di toko officialnya . Saya membeli produk penjual karena barang seken. 2 1 Login untuk Membalas
Ari18 Oktober 2024 - (21:04 WIB)Permalink ya jelas artinya, manipulasi berat. kenapa anda yg dituduh? sebab penjual itu tidak keluar biaya ongkir, pembelilah yg bayar ongkir mau berat berapapun. penjual manipulasi berat malah bisa rugi disuruh bayar ongkir tambahan bila ketahuan. justru pembelilah yg dicurigai meminta penjual memanipulasi berat agar ongkirnya murah. poin lainnya adalah toko penjual (maher_) itu dicurigai fiktif karena tidak ada produk dan tidak ada bintang (penjualan minim atau mungkin cm anda yg beli ke toko tersebut) drmn anda tahu wa penjual? kenal? 2 Login untuk Membalas
Rinaldo SaputraPenulis artikel22 Oktober 2024 - (08:21 WIB)Permalink Kenapa cuma saya yg membeli, awal kronologi nya dia memposting barangnya di grup FB.. lalu saya ada niat membeli dan ingin agar bisa transaksi secara rekber di Tokopedia biar aman.. sejatinya penjual bukan toko online, tapi orang pribadi yg menjual barang bekas pakainya.. Login untuk Membalas
Buana19 Oktober 2024 - (08:31 WIB)Permalink Kalau akun satu lagi ga dipakai sama sekali akun utama dipakai akan pulih g sih? Pdhl q cuma gunakan 1 akun, 1 akun satu lg kebetulan hanya nama saja sama dulu kan gda aturan itu. Otomatis setiap mau belanja dibatalin lapor cs malah di end chat sama cs… bilang akan cek ditungguin malah diputus cs.. Saya kecewa lsg uinstall. 1 Login untuk Membalas
DUCK20 Oktober 2024 - (04:45 WIB)Permalink Sepertinya anda Orangnya tokopedia ya mas? 😁😁😁😁soalnya bau baunya Sama kapitalisnya 🤣 Login untuk Membalas
Putra18 Oktober 2024 - (13:51 WIB)Permalink Kok berani transaksi dgn nominal cukup gede di toko yg kurang jelas? 2 2 Login untuk Membalas
Rinaldo SaputraPenulis artikel18 Oktober 2024 - (14:46 WIB)Permalink Karena kami komunikasi melalui WA, dan trx nya melalui Tokopedia.. biar aman.. trx pertama sukses tanpa ada masalah, transaksi Kedua dinyatakan fraud hingga dibatalkan sistem 4x, baru percobaan ke5 sukses.. barang nya Sampai sesuai pesanan kok mas.. 3 1 Login untuk Membalas
Abby18 Oktober 2024 - (17:02 WIB)Permalink Mengenai berat barang itu hanyalah sebagai pemicu kecurigaan pihak tokopedia. Dari situ dia menarik kesimpulan transaksi tidak wajar. Sedangkan pelanggarannya adalah pelanggaran penggunaan promo yang dicurigai untuk gestun voucher karna anda transaksi menggunakan akun berbeda dengan IP / rekening bank / alamat yang sama berkali kali. 3 2 Login untuk Membalas
Rizkiananda19 Oktober 2024 - (08:03 WIB)Permalink Memang dari bulan kemarin tokped telah membatasi promo/voucer terhadap akun yang sering bertransaksi di Tokped, Entah kenapa pihak tokped justru kurang royal terhadap pembeli yg sudah lama memakai tokped, Akhirnya bnyk pelanggan yg berpindah ke aplikasi sebelah. Semoga segera ada perbaikan dari pihak tokped, Login untuk Membalas
BULL19 Oktober 2024 - (10:47 WIB)Permalink Sudah 3 bulan lebih sepertinya, akun saya juga mendadak dibatasi tidak bisa pakai semua kode voucher diskon bank, tokopedia, toko hanya promo “bebas ongkir” yg bisa dipakai. Buat akun baru hanya bisa pakai kode diskon sekitar 1 bulan baru 12 transaksi, Minggu kemarin juga mendadak dibatasi tidak bisa pakai kode voucher diskon tokopedia dan toko hanya promo “bebas ongkir” dan promo bank sepertinya masih bisa digunakan, tapi belum dicoba. Sudah malas pakai Tokopedia yg memang beda …. Tokopedia tidak ada jaminan tepat waktu, pengiriman dijamin lebih lambat dibanding marketplace lain. Biaya asuransi pengiriman dibebankan ke konsumen, marketplace lain tidak. Kalau sampai retur di tokopedia dijamin pengembalian dana lebih lambat dan tidak full amount 100% karena biaya asuransi tidak dikembalikan di marketplace lain 100% full amount dan terbukti lebih cepat. *Marketplace lain yg aktif sy gunakan: Blibli, Lazada, dan si no 1 Shopee Kalau ada pilihan yg lebih baik, lebih cepat, lebih murah, kenapa mesti pakai yg jelek, lambat dan mahal…. 1 Login untuk Membalas
DUCK20 Oktober 2024 - (04:41 WIB)Permalink Hal yg sama terjadi pada akun saya di tokopedia, saat itu sudah di coba berkali2 laporan hasilnya ya sama, sayalah yang salah menurut mereka.. akhirnya saya putuskan untuk berhenti dari tokopedia.. semua akun saya hapus, bahkan email berlangganan email dari tokopedia pun saya blokir.. berat hati memang langganan selama 6 tahun dan harus berhenti skrol2 di tokopedia. tindakan balasan itu penting karena saya merasa sebagai pembeli jika di rugikan, buat apa belanja di situ? Toko online lain kan banyak , pasar2 di sekitar kita pun sudah buka kembali tdk seperti waktu jaman corona..bahkan mereka menawarkan aneka macam hrga yg gk kalah bersaing dengan online tanpa harus bayar fee transaksi kepada tokopedia. Seruan untuk semua konsumen tokopedia maupun toko2 online lainnya, jika anda merasa dirugikan, cabut ,berhenti dan hapus saja akun anda dari sistem ekonomi kapitalis seperti itu.. mereka minta fee kepada pedagang, juga kepada pembeli.. mereka bukan lagi milik orang2 indonesia, sahamnya di miliki orang2 asing. Sebagai pembeli jgn mau di remehkan.. kurangi ketergantungan pada tokopedia, dan mulailah berpikir mencari kebutuhan pada toko2 di sekitar kita.. 3 Login untuk Membalas