Keluhan Surat Pembaca Ketidakadilan Aturan TikTok kepada Penjual 2 Maret 2025 Abdurrahman Abdurrahman 16 Komentar Alasan pengembalian, Alasan penolakan, Customer complaint handling, Customer Service, Dana hasil penjualan, Data penjualan, Deskripsi produk, dispute, e-Commerce, Jual beli online, Jualan Online, Kebijakan pengembalian barang, Marketplace, ongkir, Ongkos kirim, Pengajuan banding, Potongan hasil penjualan, Retur barang, Saldo minus, SOP, Standard Operating Procedures, Syarat dan Ketentuan, Tiktok, TikTok Business Center, TikTok Seller, TikTok Shop Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Berikut ini komplain saya terkait ketidakadilan pihak TikTok kepada pihak penjual. ID Pesanan TikTok: 577943026786993783. nomor resi ekspedisi: Njvtt06143440765, nama produk: Set 6 Gelas Cangkir Kopi Dan Tatak Melamin Kronologi: 4 Februari 2025: Pembeli melakukan pemesanan (terlampir Foto B). Paket dijemput oleh pihak ekspedisi (Ninja) (terlampir Foto C). 7 Februari 2025: Paket tiba di tujuan pembeli (terlampir Foto A). Pembeli mengirim chat via inbox, mengeluh bahwa cangkir yang diterima terbuat dari plastik, bukan kaca (terlampir Foto E). Saya sebagai penjual menjelaskan bahwa bahan produk adalah melamin, bukan plastik, dan kami tidak menjual cangkir kaca. Pembeli mengajukan retur dengan alasan “Produk Tidak Sesuai Deskripsi” (terlampir Foto E & F). 7 Februari 2025: Saya melampirkan screenshot judul dan deskripsi produk yang jelas menyebutkan bahan melamin (terlampir Foto G). Saya juga menginformasikan bahwa pembeli akan dikenakan biaya ongkos kirim karena produk yang dikirim sudah sesuai. Namun, TikTok secara otomatis menyetujui retur dan mengembalikan dana ke pembeli setelah barang diserahkan ke jasa kirim. 7 Februari 2025: Saya menghubungi CS TikTok (bernama Roy) untuk mengkomplain keputusan ini. Saya menegaskan bahwa pembeli salah memilih produk, dan saya tidak seharusnya menanggung biaya ongkos kirim (terlampir Foto J, K, L, & M). CS TikTok menyarankan untuk mengajukan banding setelah paket retur tiba. 13 Februari 2025: Paket retur dari pembeli tiba (terlampir Foto N). Saya mengajukan banding (terlampir Foto O). 15 Februari 2025: Saya menghubungi CS TikTok (bernama Novi) untuk menanyakan progress banding. Novi meminta saya menunggu hasil banding (terlampir Foto O). 18 Februari 2025: Saya menghubungi CS TikTok lagi (bernama Tanti) untuk menanyakan estimasi penyelesaian banding. Tanti mengatakan proses banding masih berjalan dan tidak bisa memberikan estimasi waktu (terlampir Foto Q). 19 Februari 2025: Saya menekan CS TikTok karena proses banding sudah melebihi 3 hari kerja (terlampir Foto R). 20 Februari 2025: TikTok menolak banding saya dan memotong saldo saya sebesar Rp65.180 untuk biaya ongkos kirim (terlampir Foto S & B). 21 Februari 2025: Saya menghubungi CS TikTok (bernama Puma) untuk memprotes penolakan banding. Puma menjelaskan bahwa banding ditolak karena paket diterima dalam keadaan baik, dan keputusan sudah final (terlampir Foto T). 23 Februari 2025: Saya menghubungi CS TikTok lagi (bernama Nita) untuk meminta penjelasan lebih lanjut. Nita menjelaskan bahwa biaya pengiriman retur dibebankan kepada penjual karena alasan “Produk Tidak Sesuai Deskripsi” (terlampir Foto U – Z). A B C D E F G H I J K L M N O P P1 Q R S T U V W X Y Hasil yang saya dapatkan: TikTok secara sepihak menutup kasus dan memotong saldo saya untuk biaya ongkos kirim, meskipun saya sudah dirugikan. Proses banding tidak ada gunanya jika TikTok hanya berfokus pada alasan “Produk Tidak Sesuai Deskripsi”, tanpa mempertimbangkan bukti yang saya lampirkan. TikTok menutup banding secara sepihak setelah saya terus menekan mereka untuk menyelesaikan kasus ini. CS TikTok tidak bersikap netral dan hanya mengikuti aturan TikTok yang merugikan penjual. TikTok tidak memeriksa apakah produk yang dijual sesuai atau tidak, tetapi hanya melihat kondisi barang retur. Jika barang retur dalam keadaan baik, penjual tetap dikenakan biaya ongkos kirim. Kesimpulan: Saya merasa sangat dirugikan oleh TikTok. Aturan mereka tidak adil karena membebankan biaya ongkos kirim kepada penjual meskipun penjual sudah mengirim produk yang sesuai dengan deskripsi. Saya berencana melaporkan kasus ini ke Lembaga Konsumen Indonesia karena TikTok telah bertindak sewenang-wenang terhadap penjual. Abdurrahman Palembang, Sumatera Selatan Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Power Glue3 Maret 2025 - (00:23 WIB)Permalink Jangankan itu. Saya mau matikan J&T saja dag saya sertakan bukti kejahatan J&T. Tidak bisa non aktifkan. Kami akan evaluasi gitu bilang nya .. Udah gitu. Barang COD ditolak yg dijanjikan marketplace tidak ada biaya ongkir yg ditagihkan kepada kita.. Pihak J&T nagih secara mandiri melalui tempat kita drop / DOP DOP J&T. Kalo ga bayar barang retir cod ditolak ditahan. Parah nya barang retur bulan novembee 2024. Di masalahkannya bulan februari 2025. Gila ga tuh J&T dan tiktok. Ini saya blum bikin surat ke media sini aja. 😔. Males soalnya bikin surat tiktok sia sia malah makin parah. Tiktok dan J&T itu hopeng… Suka lempar lemparan . 16 Login untuk Membalas
Power Glue3 Maret 2025 - (00:31 WIB)Permalink Udah bener kemaren tiktok di tutup. Eh di bangkitkan lg oleh aksi para content kreator tiktok dan pengguna tiktok. Bangkit lg deh.. Kek lagu novia bachmid. “Bangkit dan coba lagii. Ku yakin kau bisa… Hadapi semua… Bangkit dan coba lagi.. Ku yakin kau bisa Tunjukkan semua ” Yeahhh 12 1 Login untuk Membalas
Juhong14 Maret 2025 - (21:31 WIB)Permalink Benar tiap hari jadi naik darah maki maki cs juga percuma karena robot. Banding effort banget take video unboxing lah, video pengemasan lah, jadi harus numpuk sampah resi 2 bulan minimal. Harus kompres video . Banding 1 aja makan waktu sejam. Waktu kebuang buat ngurusin pembeli rese. Padahal bisa buat live jualan. Pajak di tiktok udah tinggi. Sama sekali seller tidak dikasih perlindungan. Aplikasi konyol merasa diatas angin apa ya Login untuk Membalas
Abdurrahman AbdurrahmanPenulis artikel3 Maret 2025 - (00:44 WIB)Permalink Semua seller COBA LAKUKAN Memberikan bintang 1 pada aplikasi TIKTOK SELLER di PLAYSTORE, biar RATING TIKTOK HANCUR 52 2 Login untuk Membalas
Abdurrahman AbdurrahmanPenulis artikel3 Maret 2025 - (00:45 WIB)Permalink udah kelewatan batas menurut saya TIKTOK ini.. 27 1 Login untuk Membalas
Abdurrahman AbdurrahmanPenulis artikel3 Maret 2025 - (00:49 WIB)Permalink kan ada APLIKASI TIKTOK SELLER, Semua SELLER kan merasa dirugikan atas aturan TIKTOK ini, seharusnya memberikan rating bintang 1, bintang buruk di aplikasi akan di review oleh playstore 18 1 Login untuk Membalas
arie3 Maret 2025 - (11:15 WIB)Permalink Ngajakin review bintang 1,tapi situ Masih aktif jualan. 51 Login untuk Membalas
Abdurrahman AbdurrahmanPenulis artikel3 Maret 2025 - (11:22 WIB)Permalink jualan kenapa ngak,, jualan yah tetap jualan,, masa jualan stop cuma gara2 masalah ? berjuang terus dong,, memperjuankan kebenaran dan hak sampai akhir itu wajib, bukan diam menerima keadaan, cuma tidak juga mengandalkan cuma jualan ditiktok saja, kalau review bintang 1 biar TIKTOK lebih CARE dan melihat kebijakan “Konyol” apa yg sudah diterapkan Terhadap Komplain PENJUAL juga, bukti itu harus dilihat, dan orang juga akan melihat apa yang dilakukan tiktok itu ketidak adilan 35 Login untuk Membalas
Atull3 Maret 2025 - (04:15 WIB)Permalink Pertama Pembeli Yang Sok iye jadi penyebab usaha usaha orang rugi, ke 2 marketplace yang berpihak ke pembeli tanpa kroscek juga, bikin penjual malah rugi.. Masa ia pembeli gak bisa bedain judul melamin sama kaca, termasuk tok tok juga masa ia gak bisa cek deskripsi judul 😮💨😮💨. 65rb itu besar banget ya bang potongannya apalagi buat margin yang gak sampe segitu meskipun terjual.. Semangat bang, moga ada rezeki lainnya 💪💪 20 Login untuk Membalas
Abdurrahman AbdurrahmanPenulis artikel3 Maret 2025 - (11:29 WIB)Permalink iya itu ga masuk logika kan,,,Judul produk udah jelas : MELAMIN, deskripsi di SS ke Pembeli juga, kalau orang belanja online di tiktok, lalu komplain seperti ini,, si pembeli itu ga ada kirim video unboxing saat komplain, kalau marketplace lain kan harus ada video unboxing, cuma kalau di tiktok ngak, pembeli ditiktok ga ada harus kirim video, foto aja cukup, Logika saya, kalau orang belanja lalu nakal, ngasih foto komplain dengan produk lain, bahkan mungkin returnya batubata sekalipun bakal Menang juga itu pembeli ini menunjukkan tidak secure sistemnya, dan perlu diperbaiki, cuma tiktok ini sudah bnyk yg komplain kayaknya belum ada pergerakan saya pernah komplain shopee, itu respon banget cs nya, bahkan ditelp oleh pihak shopee, pihak pembeli uang kembali, pihak penjual juga ngak terkena ongkos dan bahkan pihak shopee meminta maaf via telpon 10 Login untuk Membalas
metal_detector_dki3 Maret 2025 - (14:45 WIB)Permalink Parah tiktok, amit2 hiiiy…. 1 Login untuk Membalas
Suparman3 Maret 2025 - (20:13 WIB)Permalink Catat namanya jadikan Blacklist buyer. 1 Login untuk Membalas
Power Glue10 Maret 2025 - (20:06 WIB)Permalink Buyer spt itu banyak di tiktok. 😂. Blokir pun masih bisa order juga pembelinya dgn akun yg udah kita blokir. Aneh kan? Akun pembeli yg kita blokir cm blokir chat tapi masih bisa order loh Login untuk Membalas
om4 Maret 2025 - (07:28 WIB)Permalink jijik banget sama pengguna tiktoddd bedain kaca & melamin aja gabisa hiiyyy Login untuk Membalas
Squall4 Maret 2025 - (08:48 WIB)Permalink Pembeli bodoh gak bisa bedain melamin sama kaca. Tiktok jg ikut ikutan shopi bisa bebas pengembalian tapi seller yg dirugikan ongkir balik Login untuk Membalas
Power Glue10 Maret 2025 - (20:03 WIB)Permalink Per 26 maret. Pembeli bisa batalin walau udah RTS atau sblum ekspedisi scan barcode. Mirip lazaada tapi masalah nya setelah scan barcode jk ada yg bisa terbatalkan suruh banding. Alias shop tokopedia/tiktok ini bakal lebih parah lagi . Tau kan banding di tiktok shop paling ancur 😃 mereka blum apa apa sja sudah bikin catatan : jika bisa terbatalkan setelah di scan suruh banding alias sistem mereka yg diterapin per 26 maret nanti masih beta 1 Login untuk Membalas