Keluhan Surat Pembaca Paket Handphone COD di Shopee Ditolak dan Dikembalikan ke Penjual, Isi Paket Diganti Botol Parfum 29 Maret 2025 Sakti 55 Komentar Asuransi Pengiriman, asuransi pengiriman kurir, Cash On Delivery, COD, Customer complaint handling, Customer Service, e-Commerce, Ganti Rugi, Investigasi klaim asuransi, Isi paket berbeda, isi paket hilang, Jualan Online, Klaim Asuransi, Klaim Kehilangan, Klaim kerugian, Kompensasi kerugian, Kurir, Layanan kurir, Marketplace, penolakan COD, Repacking, Retur paket, Shopee, Shopee Express, SOP, Standard Operating Procedures, Syarat dan Ketentuan, Video packing, Video Unboxing Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Perkenalkan, saya adalah penjual di Ang_storelovely di Shopee. Pada tanggal 28 Februari 2025, seorang pembeli memesan satu unit handphone Xiaomi Redmi Note 10 seharga Rp1.100.000, dengan menggunakan kurir SPX Express dan sistem COD, serta nomor resi: SPXID050571313382. Namun, pada tanggal 4 Maret 2025, paket tersebut ditolak dan dikembalikan ke penjual. Paket itu akhirnya tiba dan diterima oleh saya pada tanggal 12 Maret 2025. Saat saya membuka paket, saya sangat terkejut karena di dalamnya hanya terdapat botol parfum. Saya merasa sangat kecewa, dan pengalaman serupa sering saya alami baik saat menjual maupun membeli barang elektronik di platform Shopee. Akhirnya, saya menghubungi CS Shopee dan terhubung dengan pihak ekspedisi SPX Express pada tanggal 11 Maret 2025. Pihak SPX dengan cepat memutuskan untuk menangguhkan masalah saya, tetapi paket dan masalah tersebut terhenti selama sebulan dan baru selesai dalam waktu 1×24 jam. Saya tidak memiliki video pengemasan, karena saya adalah penjual pemula yang tidak mengetahui aturan ekspedisi mengenai perekaman setiap paket yang akan dikirim. Saya juga berjualan di Tokopedia dan Bukalapak, di mana mereka tidak meminta video pengemasan paket. Namun, foto kurir dan unboxing sudah cukup jelas untuk membuktikan bahwa paket tersebut benar-benar saya kirim, dan saya langsung mengajukan pengaduan ke CS Shopee. Sebenarnya, saya merasa ragu untuk bertransaksi di Shopee karena masalah keamanan, dan akhirnya saya mengalami hal tersebut. Pelayanan Shopee terasa hanya formalitas, tanpa respons yang mendalam terhadap masalah jual/beli, berbeda dengan layanan Tokopedia dan Bukalapak. Sebagai contoh, ketika saya mengajukan klaim barang rusak, pihak Tokopedia dan ekspedisi secara aktif menghubungi saya sebagai pihak yang dirugikan dan memberikan ganti rugi. Kurir bahkan datang ke rumah saya untuk mengambil paket yang rusak sebagai bukti klaim ganti rugi. Ini adalah pelajaran berharga bagi saya, bahwa tidak mungkin untuk merekam video setiap paket. Misalnya, jika kita mengirim 200 hingga 300 paket per hari dan diminta untuk merekam video pengemasan dengan ukuran file 25 megabyte dalam waktu 24 jam, itu sangat sulit bagi pemula. Intinya, pihak ekspedisi ingin mendapatkan keuntungan dari asuransi penjualan sebesar 0,5% dari nilai barang, tetapi tidak bertanggung jawab atas barang yang hilang. Saya berharap bisa mendapatkan uang dari penjualan ponsel saya yang satu-satunya untuk lebaran, tetapi ponsel saya malah hilang dan saya sulit dihubungi. Selanjutnya, fitur Shopee yang tidak mewajibkan asuransi paket setiap kali checkout memberikan peluang bagi pihak ekspedisi untuk mengeksploitasi kelemahan kita saat mengirim atau menerima paket. Tim ekspedisi dapat dengan mudah mengambil atau mengganti paket yang diterima atau dikirim tanpa adanya asuransi. Pengajuan banding tidak berhasil mencapai kesepakatan, dengan tawaran 10 kali gratis ongkir. Padahal, tanpa asuransi, konsumen berhak mendapatkan penggantian sesuai dengan harga barang. Saya tidak ingin mendapatkan penggantian 10 kali ongkir, karena ini murni tindakan kriminal, bukan sekadar kesalahan atau kecelakaan dalam pengiriman paket. Saya hanya berharap klaim kerugian saya sesuai dengan nilai penjualan atau agar barang saya dikembalikan. Saya meminta pihak SPX Express untuk mencari pelakunya hingga ditemukan, karena itu adalah hak saya sebagai konsumen yang dirugikan. Semoga pihak Shopee membaca tulisan ini dan segera memproses klaim ganti rugi sesuai dengan barang yang hilang. Jika tidak, dengan sangat kecewa, saya akan menutup semua akun yang terhubung dengan Shopee, baik sebagai penjual, pembeli, SPay Pinjam, SPay Later, maupun Mitra Shopee, karena mereka tidak mampu menjaga kenyamanan dan keamanan dalam transaksi jual beli. Terima kasih. Angga Permana Kab. Malang, Jawa Timur Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.