Ilustrasi Headline Keluhan Permohonan Surat Pembaca Restoran Tutup Saat Hujan, Driver ShopeeFood Kena Penalti dan Suspend Akun Meski Sudah Ikuti SOP 26 Februari 202626 Februari 2026 Bima 22 Komentar account suspension, Akun Pengguna, Alasan pembatalan, Customer complaint handling, Customer Service, Driver online, Driver Shopee, e-Commerce, Kemitraan bisnis, Layanan antar makanan, Makanan dan minuman online, Marketplace, Merchant Shopee Food, Pembatalan pesanan, Penalti, Pengajuan banding, poin penalti, Shopee, Shopee Food, Shopee Partner, SOP, Standard Operating Procedures, Suspend Akun, Transportasi online, tuduhan pelanggaran Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Halo, salam untuk semua pembaca. Saya adalah driver ShopeeFood. Pada tanggal 23 Februari 2024 pukul 21:22 WITA, saya menerima pesanan makanan melalui aplikasi. Saya segera bergegas untuk mengambil pesanan meskipun cuaca sedang hujan. Ketika saya tiba di lokasi, ternyata restoran sudah tutup. Saya mencoba menghubungi pemilik restoran, tetapi tidak ada jawaban. Saya juga menghubungi pembeli dan menyarankan agar pembeli menghubungi CS Shopee untuk melakukan pembatalan. Singkat cerita, CS Shopee menyarankan pembeli untuk meminta driver melakukan pembatalan. Saya pun mengikuti saran tersebut. Namun pada tanggal 24 Februari 2024 pukul 14:00 WITA, saya menerima penalti berupa pembatalan yang tidak sesuai dengan alasan, padahal saya sudah mengonfirmasi kepada pembeli dan penjual. Foto restoran tutup Foto restoran tutup Bukti chat dengan pemilik resto Bukti chat dengan pemilik resto Bukti chat dengan pembeli Bukti chat dengan pembeli Saya juga telah memfoto lokasi restoran yang tutup sesuai dengan SOP pembatalan. Namun, kenapa saya masih di-suspend dan dikenakan penalti? Tim terkait ShopeeDriver kurang adil dalam memberikan penalti. Meskipun driver sudah mengikuti SOP, tetap saja diberikan poin penalti, padahal ini bukan kesalahan driver. Saya berharap dengan adanya surat ini, tim terkait ShopeeDriver dapat memperbaiki diri. Driver adalah ujung tombak aplikasi, tetapi diperlakukan semena-mena dan tidak adil. Saya berharap ada jembatan penghubung di sini agar pihak aplikator mendengar sedikit keluhan dari driver. Saya sangat berharap surat saya dapat dimuat. Saya merasa sebagai mitra driver Shopee, perlakuan Shopee terhadap saya sangat tidak adil. Saya sudah berusaha sebaik mungkin, tetapi mereka tidak pernah mendengarkan kami yang berada di lapangan. Saat ini, saya hanya bisa mengandalkan rejeki saya sebagai mitra driver sambil mencari pekerjaan lain. Terima kasih kepada tim Media Konsumen yang telah sangat membantu dalam menyampaikan kebenaran. Semoga teman-teman Media Konsumen selalu sehat dan rejekinya dimurahkan. Amin. Saya rasa cukup, terima kasih sebelumnya. Semoga ada solusi dan perhatian dari pihak terkait. Muhammad Bima Banyuwangi, Jawa Timur Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Jack26 Februari 2026 - (14:23 WIB)Permalink Hallo bang. Sistem aplikasi Driver shopeefood dibuat dengan aturan Bot. Karena mereka memaksa Driver untuk bekerja. Tidak peduli tentang resiko apapun terhadap driver. Sistem bot aplikasi Driver Shopeefood sudah di program pada aplikasi oleh bagian Coding. Dalam sistem robot tersebut, bisa dipertahankan sampai 10 tahun atau 20 tahun ke depan. Sehingga Driver Shopeefood adalah kerja paksa. Kerja paksa oleh robot. Login untuk Membalas
BimaPenulis artikel26 Februari 2026 - (14:50 WIB)Permalink Betul, mereka terlalu mengandalkan sistem. seolah olah desainnya sudah sempurna dan absolute. padahal banyak sekali bug, saya sudah beberapa kali mengajukan banding. namun ditolak, padahal sudah sesuai. saya harap dengan menulis surat berita ini, baik dari pihat terkait atau pembaca bisa tau. betapa bobroknya sistem shoppe, apalagi untuk mitranya. Login untuk Membalas
Jack26 Februari 2026 - (14:55 WIB)Permalink 🤭 bagus abang menuliskan. Tapi ntar bermunculan antek-antek Shopeefod dengan rumus “rejeki sudah di atur” dan “tak suka keluar, suka jalani”. 🤭🤭🤭 Entah sejak kapan rejeki di atur oleh robot dan sistem. 🤭🤭🤭 Sebagai manusia harus mendapatkan pekerjaan yang baik dan layak, jika sistem itu bukan memanusiakan manusia maka bukan tak suka keluar, suka jalani. Memang kita buat itu sistem berubah biar suka dijalani. 🤭🤭🤣 Login untuk Membalas
BimaPenulis artikel26 Februari 2026 - (16:07 WIB)Permalink wkwkw biar saja, setidaknya yg saya tulis valid dan tidak mengada-ngada. Bukan soal rejeki. Tapi kalau dibiarin malah semena-mena jadinya. Login untuk Membalas
Jack26 Februari 2026 - (16:15 WIB)Permalink 🤭🤭🤭 ntar keluar antek-antek Shopeefood. Atau aplikasi lain sejenis Shopeefood. Apalagi bilangnya ‘sulit mencari kerja” jalani saja. Sejak kapan manusia sulit kerja. Tetap harus ada hukum dan aturan pada pembuat kerja. Masa iya pembuat kerja melakukan kebijakan liar tanpa adab manusia. Apalagi ada komentar antek-antek Shopeefood menulis gini : inikan mediakonsumen, bukan media driver. 🤣🤭🤭 Padahal ini media terbuka. Driver termasuk konsumen karena menggunakan, memakai, atau barang dan jasa. Jadi driver termasuk konsumen.
madman26 Februari 2026 - (20:49 WIB)Permalink Saran saya, driver jangan pernah bersedia melakukan pembatalan order sekalipun diminta oleh konsumen dan/atau CS aplikator, kecuali driver terkendala hal di luar kendali seperti banjir dimana-mana, kendaraan bermasalah, dst. Untuk kasus tenant tutup, seharusnya pembeli yang melakukan pembatalan. Aplikator tidak punya aturan mengikat apabila pembeli melakukan pembatalan, berbeda dengan driver. TS sering-seringlah berkomunikasi dengan sesama driver untuk sharing pencegahan suspend dan hal lain yang merugikan pihak driver. Login untuk Membalas
Jack26 Februari 2026 - (21:36 WIB)Permalink Kan, masuk. Ada sesuatu yang perlu diperbaiki. Sesuatu yang perlu diperbaiki itu wajib di dengar bukan menjadikan beban kepada Driver. Sesuatu yang membebani driver bukan kemanusiaan. Konteks di surat ini yaitu perlu perbaikan bukan membalikkan secara halus cara kerja kepada driver yang mengarah “biarkan sistem bot itu seperti itu”. 🫣 Login untuk Membalas
al.arifin27 Februari 2026 - (04:03 WIB)Permalink sabar ya om semoga dibukakan rezeki besar dari arah lain untuk bisa membuat sistem (usaha/bisnis) sendiri walaupun kecil engkaulah tetap bosnya, krn sy jg driver sejak 2018 dn 2020 sy banting stir buka usaha alhamdulillah smpe skrg msh berjalan Login untuk Membalas
BimaPenulis artikel27 Februari 2026 - (05:34 WIB)Permalink terima kasih, semoga ada jalan lain dalam mencari rejeki. Login untuk Membalas
BimaPenulis artikel27 Februari 2026 - (05:30 WIB)Permalink CS shoppe gak bisa batalin order, pembeli pun gak bisa. driver kalau gk batalin. kelamaan diresto, malahan kenak point. memang sistem shoppefood nya aja yg bobrok. beberapa kali saya mengalami ini. hasilnya, tetap aja driver yg dijadikan tumbal. Login untuk Membalas
Jack27 Februari 2026 - (06:08 WIB)Permalink Wkwkkw kan sudah saya bilang. Bakalan ada yang masuk dengan kata-kata membela itu Bot. Secara halus ataupun blak-blakan. Login untuk Membalas
BimaPenulis artikel27 Februari 2026 - (23:20 WIB)Permalink yaps betul, wkwkkw. mereka beragumen pun tetap mentah kok bang. karena yg saya beri valid, dan berdasarkan kenyataan dilapangan. Login untuk Membalas
Jack28 Februari 2026 - (06:35 WIB)Permalink Kwkwkwk tuh banyak muncul dengan kode “pokoknya kamu salah” titik. 🤣🤣🤣
Hery Mulyanto26 Februari 2026 - (23:12 WIB)Permalink Itu alasan pembatalannya restoran tidak ditemukan, itu alasan yg anda tulis atau gimana? Padahal kan harusnya alasannya karena retoran tutup. Login untuk Membalas
BimaPenulis artikel27 Februari 2026 - (05:32 WIB)Permalink saat saya tiba, restoran tutup. jdi saya belum klik “tiba direstoran”. opsi pembatalan ada 2. alasan mendesak atau resto tidak ditemukan. karena dari pembeli yg menghubungi cs shoppe. menyarankan pakai resto tidak ditemukan untuk pembatalan, ada ss chat nya di surat yg saya tulis. Login untuk Membalas
Iqbal Maulana27 Februari 2026 - (23:10 WIB)Permalink Bukannya membela atau apa, sepertinya itu salah alasan. Seharusnya “𝑹𝒆𝒔𝒕𝒐𝒓𝒂𝒏 𝒕𝒖𝒕𝒖𝒑” bukan Restoran tidak ditemukan. Login untuk Membalas
BimaPenulis artikel27 Februari 2026 - (23:17 WIB)Permalink sudah pernah jdi driver shoppe mas? sebelum ini saya pernah kena point pinalty, karena membatalkan saat resto tutup. Fotonya pun ada lengkap, tpi disanggah pun tetap ditolak. kemudian kenapa saya memilih “Resto tidak ditemukan”. Pertama itu saran dari CS shoppe sendiri yg diinfokan ke pembeli (Ada kan chat pembeli, lihat ss yg dikirim pembeli ke saya). kedua, saya belum klik “tiba dilokasi”. saya hanya klik itu, jika resto buka. kemudian makanan disiapkan oleh restoran. Ketiga, Opsi pembatalan hanya ada 2. Yaitu Alasan mendesak dan Restoran tidak ditemukan. Jika saya pilih alasan mendesak, bisa terkena point juga. karena tidak sesuai. Yg saya ingin tegaskan, shoppe tidak mendengar keluhan mitra drivernya. kemudian hanya driver saja yg disanksi sementara restoran tidak. dan juga, Ini merugikan pembeli maupun driver. shoppe punya tim, namun terlalu bergantung pada Sistem. sementara sistemnya banyak bug. Login untuk Membalas
Renyta14 Maret 2026 - (08:12 WIB)Permalink Bisa nggak klik tiba dilokasi , trus pembatalan pesanan dengan alasan mendesak , dalam hal ini restoran tutup. Bukankah kl restoran tutup , pemiliknya harus update status di app? Login untuk Membalas
Hendro28 Februari 2026 - (05:25 WIB)Permalink Kasihan driver, resto yg begini harusnya disanksi, tutup kok nyalakan aplikasi. Emang baiknya yg cancel tokonya, tp susah dihubungi ya. Semoga Shopee mendengarkan masukkan dari user, sebesar apapun platform kalau hanya mengandalkan sistem dari atas yg bekerja tanpa mendengar masukkan dan evaluasi dari bawah lama2 jatuh juga. Percuma update terus tapi masalah kronis begini tidak pernah diperbaiki, ibarat kanker menggerogoti dari dalam. Developernya jangan tutup mata! 1 Login untuk Membalas
BimaPenulis artikel28 Februari 2026 - (11:43 WIB)Permalink betul bang, ujung ujungnya tetap driver yg disalahkan. mungkin karena driver bisa diganti dengan mudah dan jumlahnya banyak. makanya remehkan kak. tidak apa apa kak, semoga dengan tulisan ini. bisa sedikit merubah pandangan tentang driver shoppefood. juga saya harap, ada sedikit perhatian dari pihak shoppe dengan mitra driver mereka. Login untuk Membalas
Muhammad Sutarsah4 Maret 2026 - (10:36 WIB)Permalink turut berduka bang. memang dijaman serba IT ini, banyak perusahaan terutama seperti Shopee, Toped, Grab, dan sejenisnya mereka banyak menggunakan BOT. alhasil mereka memutuskan sesuatu tanpa perasaan, hanya by system, jika menurut system yang mereka ciptakan ada kendala, maka sistem akan langsung memutus situasinya tanpa melihat detail permasalahan. semoga kelak para perusahaan berbenah, mitra adalah aset paling berharga yang harus dijaga. Login untuk Membalas
Jack5 Maret 2026 - (00:09 WIB)Permalink Tiktok apalagi. Banyak kriminalnya menjual barang di Marketplace tiktok. Pas di minta untuk nonaktifkan itu toko kriminal, eh tidak ada dinonatifkan. 🤣🤣 Login untuk Membalas