Keluhan Permohonan Surat Pembaca Akun Terkunci dan Saldo Lazada Rp10.000.000 Tidak Dapat Ditarik 23 Juli 20257 Agustus 2025 M 22 Komentar Akun Pengguna, Akun terblokir, Alasan pembatalan, Alasan pemblokiran, Belanja Online, Call Center, Customer complaint handling, Customer Service, e-Commerce, Lazada, Lazada Indonesia, Lazada Saldo, Marketplace, Pembatalan pesanan, Pembayaran tagihan, pemblokiran akun, Pemulihan Akun, Penarikan dana tertahan, Pengembalian dana, Refund, Saldo Tertahan, SOP, Standard Operating Procedures, Tagihan kartu kredit, Transaksi gagal, Transparansi Informasi, tuduhan pelanggaran Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Yth. Redaksi Surat Pembaca Media Konsumen / Customer Service Lazada, Dengan hormat. Saya ingin menyampaikan keluhan terkait akun Lazada saya yang terkunci sejak awal bulan Juli. Di dalam akun tersebut terdapat saldo sebesar Rp10.000.000. Berdasarkan informasi dari Customer Service Lazada, akun saya tidak dapat dibuka kembali dan saldo tersebut tidak dapat ditarik. Saya telah menghubungi Customer Service dengan nomor pelaporan: 2500000177401098. Saya tidak mempunyai toko Lazada, saldo Rp10 juta tersebut untuk pembayaran tagihan kartu kredit saya di Bank DBS. Namun pesanan itu dibatalkan oleh sistem Lazada sendiri, bukan saya yang membatalkan pesanan. Mengingat besarnya nominal saldo yang terdampak, yaitu Rp10.000.000, saya memohon agar Lazada menindaklanjuti permasalahan ini dengan serius dan segera. Sebagai konsumen, saya mengharapkan proses penanganan yang cepat, transparan, dan solutif. Hingga kini akun saya belum bisa dibuka. Saya sudah berkali-kali menelepon CS Lazada, menanyakan saldo Lazada saya bagaimana. Namun jawaban mereka selalu seperti di atas, tidak ada membahas tentang bagaimana kelanjutan saldo Lazada saya. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. Hormat saya, M. Sapii Pekanbaru, Riau Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
kris23 Juli 2025 - (09:50 WIB)Permalink sebagai sebuah pembelajaran Membayar CC Bank, utamakan gunakan dari mobile banking bank terkait Sehingga kalo duit nyangkut labih mudah follow upnya Jangan lintas bank ataupun melalui pihak ke 3 Begitu nyangkut, pusing follow upnya Login untuk Membalas
MPenulis artikel23 Juli 2025 - (09:52 WIB)Permalink Siap terimakasih atas masukannya bapak/ibu 🙏 Login untuk Membalas
Sakti24 Juli 2025 - (08:02 WIB)Permalink Dia niatnya emang gestun, jadi ya udah pantes tu dibanned akunnya 1 Login untuk Membalas
Fajrin27 Juli 2025 - (07:51 WIB)Permalink Take down postingan anda sebelum di somasi dari 2 pihak karena memberikan informasi palsu Login untuk Membalas
Erwin23 Juli 2025 - (16:32 WIB)Permalink Seperti nya anda terlalu pintar apa terlalu bodoh.bayar cc kok pakai akun nya lazada…bukan penjual lagi .mau untung malah sekarang. 1 Login untuk Membalas
Sakti24 Juli 2025 - (10:58 WIB)Permalink Dia niatnya emang gestun, bayar cc hanya kedok 😂 Login untuk Membalas
Lolly23 Juli 2025 - (17:27 WIB)Permalink Bayar cc DBS dgn d-card Jenius? Hrsnya gak bs bayar cc dgn cc sih. Login untuk Membalas
Devi23 Juli 2025 - (17:27 WIB)Permalink Gestun lazada pakai kk jenius milik sendiri buat bayar kk DBS…..? 1 Login untuk Membalas
Fajar1414gg23 Juli 2025 - (19:00 WIB)Permalink Aduh bayar tagihan Kartu kredit kok pakai Lazada? Hemat gak seberapa malah buntung jadinya, udah tahu marketplace kita ini terutama sekali shopee ingat ya sekali lagi terutama shopee itu perampok.. mereka selalu mencari celah kesalahan atau dosa penjual maupun pembeli atau pengguna lah istilahnya untuk kemudian mereka rampok saldonya dan tidak akan pernah mereka kembalikan sampai 7x kiamat sekalipun dengan alasan transaksi mencurigakan. Memang benar itu kesalahan si pengguna tetapi kalau mereka tidak niat ngerampok seharusnya dana tersebut dikembalikan kepada si pengguna setelah transaksi dibatalkan otomatis, bukannya malah digaris masuk kantong sendiri. Ini benar-benar perampok sekali lho Shopee Lazada dan sebagainya 1 1 Login untuk Membalas
Abo Cah23 Juli 2025 - (20:25 WIB)Permalink mau bayar tagihan cc dbs yg dananya berasal dari cc jenius bayar utang pake utang, hebat! tahan terus duidnya gan, jangan kasih kendor sampe sang TS jual kutang dan kolor Login untuk Membalas
Udin24 Juli 2025 - (00:20 WIB)Permalink ‘Banyak sekali transaksi yang terbatalkan’ Login untuk Membalas
Sakti24 Juli 2025 - (08:03 WIB)Permalink Lucu ente. Ibarat beli s*bu lapor pulici Login untuk Membalas
kris24 Juli 2025 - (09:57 WIB)Permalink saya bingung kok banyak yang bilang gestun ya? sistematisnya gimana tuh? kalo beli produk di fake seller trus dibatalin, memang bisa gestun kalo bayar tagihan CC dengan sumber dana CC, kok bisa dibilang gestun ya? Bukankah pembayaran CC gak bisa dibatalin dari sisi user ya? 1 Login untuk Membalas
Abby24 Juli 2025 - (10:21 WIB)Permalink Ya itu dibatalin by system karna terdeteksi fraud lah. Itu namanya credit fraud, bayar credit dengan credit, dari jeniusnya pasti yang auto cancel. Mana mau mereka di transfer risk dengan customer kelakuan macam begini? Nanti pasti gak bakalan dibayar lah, logika aja. 1 Login untuk Membalas
Abo Cah24 Juli 2025 - (10:58 WIB)Permalink termasuk gestun masbro, lihat merchannya (lihat pada foto), DANA QRON, cek saja apa itu dana qron di lajada intinya si TS ini beli “uang” pakai kartu kredit jenius, nah “uang” itu masuk ke kantong akun lajada si TS, uang di kantong lajada itu mau dipake buat bayar tagihan cc DBS bedakan dengan : https://mediakonsumen.com/2025/07/11/surat-pembaca/pembayaran-kartu-kredit-di-lazada-dinyatakan-berhasil-tapi-tidak-masuk-ke-limit-kartu-kredit yg 1 bayar tagihan cc langsung dr cc yg lainnya: beli “uang” dulu buat bayar tagihan cc dan samanya, semuanya pura2 beg0, playing victim, mungkin ini 1 sindikat gerombolan Login untuk Membalas
kris24 Juli 2025 - (11:52 WIB)Permalink owalah paham pham buyer beli/top up 10 juta ke seller Dana qron sumber dana dari CC jenius transaksi sukses , saldo tambah 10 juta Saldo 10 juta itu dipakai utk payment CC DBS tapi ternyata terbatalkan oleh sistem lazada i see isee Login untuk Membalas
Junk24 Juli 2025 - (11:31 WIB)Permalink “Lho, yang beginian kok bisa ya tayang di Media Konsumen?” Gue heran deh. Udah jelas-jelas dari screenshot email-nya si penulis sendiri, Lazada bilang: “TERLALU BANYAK TRANSAKSI YANG TERBATALKAN.” Itu udah sinyal keras banget kalau akun dia memang dicurigai ngelakuin hal-hal yang gak wajar. Dan kalau lo perhatiin polanya, ya kelihatan banget… Kemungkinan besar ini kasus Gestun. Jadi gini: Orang ini udah tahu, tiap kali dia bayar pakai kartu kredit di Lazada, transaksinya bakal dibatalin. Tapi dia terus ngulang-ngulang transaksi serupa. Lah, itu sengaja dong? Udah ngerti polanya, tapi tetep dikerjain. Akhirnya apa? Lazada blokir akun, saldo dibekuin. Dan itu bukan asal-asalan. Di syarat & ketentuan Lazada, tertulis dengan gamblang: Mereka berhak menindak akun yang dicurigai melakukan penyalahgunaan, termasuk praktik seperti Gestun. Yang bikin gue lebih ngelus dada, sekarang banyak banget penulis di Media Konsumen yang main drama. Dikit-dikit bikin surat terbuka, tapi isinya playing victim. Padahal kalau dibongkar, akar masalahnya ya dari mereka sendiri. Sementara tim Media Konsumen, entah kenapa, kayaknya kadang terlalu semangat nerbitin tulisan—tanpa disaring dulu mana yang bener-bener aduan valid, mana yang sebenernya justru tindakan fraud. Gue kira, Media Konsumen itu punya etika juga dong? Mestinya laporan yang ngandung unsur Gestun atau manipulasi gitu nggak boleh tayang. Apalagi udah jelas-jelas ada indikasi penyalahgunaan sistem. 3 Login untuk Membalas
Devi24 Juli 2025 - (14:25 WIB)Permalink Lagu lama di MK. Ntar liat aja nggk lama jg buzzer nongol buat belain surat2 sampah. 1 Login untuk Membalas
Rhiedoank24 Juli 2025 - (13:42 WIB)Permalink Pdhl CC JENIUS bs tari tunai lgsung d Atm ko… 1 Login untuk Membalas