Akun Terkunci dan Saldo Lazada Rp10.000.000 Tidak Dapat Ditarik

Yth. Redaksi Surat Pembaca Media Konsumen / Customer Service Lazada,

Dengan hormat.

Saya ingin menyampaikan keluhan terkait akun Lazada saya yang terkunci sejak awal bulan Juli. Di dalam akun tersebut terdapat saldo sebesar Rp10.000.000. Berdasarkan informasi dari Customer Service Lazada, akun saya tidak dapat dibuka kembali dan saldo tersebut tidak dapat ditarik. Saya telah menghubungi Customer Service dengan nomor pelaporan: 2500000177401098.

Saya tidak mempunyai toko Lazada, saldo Rp10 juta tersebut untuk pembayaran tagihan kartu kredit saya di Bank DBS. Namun pesanan itu dibatalkan oleh sistem Lazada sendiri, bukan saya yang membatalkan pesanan.

Mengingat besarnya nominal saldo yang terdampak, yaitu Rp10.000.000, saya memohon agar Lazada menindaklanjuti permasalahan ini dengan serius dan segera. Sebagai konsumen, saya mengharapkan proses penanganan yang cepat, transparan, dan solutif.

Hingga kini akun saya belum bisa dibuka. Saya sudah berkali-kali menelepon CS Lazada, menanyakan saldo Lazada saya bagaimana. Namun jawaban mereka selalu seperti di atas, tidak ada membahas tentang bagaimana kelanjutan saldo Lazada saya.

Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.

Hormat saya,

M. Sapii
Pekanbaru, Riau

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Tanggapan perihal “Akun Terkunci dan Saldo Lazada Rp10.000.000 Tidak Dapat Ditarik”

Redaksi yang terhormat, Menanggapi surat pembaca di Media Konsumen pada 23 Juli 2025 berjudul “Akun Terkunci dan Saldo Lazada Rp10.000.000...
Baca selengkapnya

22 komentar untuk “Akun Terkunci dan Saldo Lazada Rp10.000.000 Tidak Dapat Ditarik

  • 23 Juli 2025 - (09:50 WIB)
    Permalink

    sebagai sebuah pembelajaran
    Membayar CC Bank, utamakan gunakan dari mobile banking bank terkait
    Sehingga kalo duit nyangkut labih mudah follow upnya

    Jangan lintas bank ataupun melalui pihak ke 3
    Begitu nyangkut, pusing follow upnya

  • 23 Juli 2025 - (16:32 WIB)
    Permalink

    Seperti nya anda terlalu pintar apa terlalu bodoh.bayar cc kok pakai akun nya lazada…bukan penjual lagi .mau untung malah sekarang.

  • 23 Juli 2025 - (19:00 WIB)
    Permalink

    Aduh bayar tagihan Kartu kredit kok pakai Lazada? Hemat gak seberapa malah buntung jadinya, udah tahu marketplace kita ini terutama sekali shopee ingat ya sekali lagi terutama shopee itu perampok.. mereka selalu mencari celah kesalahan atau dosa penjual maupun pembeli atau pengguna lah istilahnya untuk kemudian mereka rampok saldonya dan tidak akan pernah mereka kembalikan sampai 7x kiamat sekalipun dengan alasan transaksi mencurigakan. Memang benar itu kesalahan si pengguna tetapi kalau mereka tidak niat ngerampok seharusnya dana tersebut dikembalikan kepada si pengguna setelah transaksi dibatalkan otomatis, bukannya malah digaris masuk kantong sendiri. Ini benar-benar perampok sekali lho Shopee Lazada dan sebagainya

    1
    1
  • 23 Juli 2025 - (20:25 WIB)
    Permalink

    mau bayar tagihan cc dbs yg dananya berasal dari cc jenius

    bayar utang pake utang, hebat!

    tahan terus duidnya gan, jangan kasih kendor sampe sang TS jual kutang dan kolor

  • 24 Juli 2025 - (09:57 WIB)
    Permalink

    saya bingung kok banyak yang bilang gestun ya?
    sistematisnya gimana tuh?

    kalo beli produk di fake seller trus dibatalin, memang bisa gestun

    kalo bayar tagihan CC dengan sumber dana CC, kok bisa dibilang gestun ya?
    Bukankah pembayaran CC gak bisa dibatalin dari sisi user ya?

    • 24 Juli 2025 - (10:21 WIB)
      Permalink

      Ya itu dibatalin by system karna terdeteksi fraud lah. Itu namanya credit fraud, bayar credit dengan credit, dari jeniusnya pasti yang auto cancel. Mana mau mereka di transfer risk dengan customer kelakuan macam begini? Nanti pasti gak bakalan dibayar lah, logika aja.

    • 24 Juli 2025 - (10:58 WIB)
      Permalink

      termasuk gestun masbro, lihat merchannya (lihat pada foto), DANA QRON, cek saja apa itu dana qron di lajada

      intinya si TS ini beli “uang” pakai kartu kredit jenius, nah “uang” itu masuk ke kantong akun lajada si TS, uang di kantong lajada itu mau dipake buat bayar tagihan cc DBS

      bedakan dengan : https://mediakonsumen.com/2025/07/11/surat-pembaca/pembayaran-kartu-kredit-di-lazada-dinyatakan-berhasil-tapi-tidak-masuk-ke-limit-kartu-kredit

      yg 1 bayar tagihan cc langsung dr cc
      yg lainnya: beli “uang” dulu buat bayar tagihan cc

      dan samanya, semuanya pura2 beg0, playing victim, mungkin ini 1 sindikat gerombolan

      • 24 Juli 2025 - (11:52 WIB)
        Permalink

        owalah paham pham

        buyer beli/top up 10 juta ke seller Dana qron
        sumber dana dari CC jenius
        transaksi sukses , saldo tambah 10 juta

        Saldo 10 juta itu dipakai utk payment CC DBS
        tapi ternyata terbatalkan oleh sistem lazada

        i see isee

  • 24 Juli 2025 - (11:31 WIB)
    Permalink

    “Lho, yang beginian kok bisa ya tayang di Media Konsumen?”

    Gue heran deh. Udah jelas-jelas dari screenshot email-nya si penulis sendiri, Lazada bilang:
    “TERLALU BANYAK TRANSAKSI YANG TERBATALKAN.”

    Itu udah sinyal keras banget kalau akun dia memang dicurigai ngelakuin hal-hal yang gak wajar. Dan kalau lo perhatiin polanya, ya kelihatan banget…
    Kemungkinan besar ini kasus Gestun.

    Jadi gini:
    Orang ini udah tahu, tiap kali dia bayar pakai kartu kredit di Lazada, transaksinya bakal dibatalin. Tapi dia terus ngulang-ngulang transaksi serupa.
    Lah, itu sengaja dong? Udah ngerti polanya, tapi tetep dikerjain.

    Akhirnya apa?
    Lazada blokir akun, saldo dibekuin. Dan itu bukan asal-asalan. Di syarat & ketentuan Lazada, tertulis dengan gamblang:
    Mereka berhak menindak akun yang dicurigai melakukan penyalahgunaan, termasuk praktik seperti Gestun.

    Yang bikin gue lebih ngelus dada, sekarang banyak banget penulis di Media Konsumen yang main drama.
    Dikit-dikit bikin surat terbuka, tapi isinya playing victim.

    Padahal kalau dibongkar, akar masalahnya ya dari mereka sendiri.
    Sementara tim Media Konsumen, entah kenapa, kayaknya kadang terlalu semangat nerbitin tulisan—tanpa disaring dulu mana yang bener-bener aduan valid, mana yang sebenernya justru tindakan fraud.

    Gue kira, Media Konsumen itu punya etika juga dong?
    Mestinya laporan yang ngandung unsur Gestun atau manipulasi gitu nggak boleh tayang.
    Apalagi udah jelas-jelas ada indikasi penyalahgunaan sistem.

 Apa Komentar Anda?

Ada 22 komentar sampai saat ini..

Akun Terkunci dan Saldo Lazada Rp10.000.000 Tidak Dapat Ditarik

oleh M dibaca dalam: 1 menit
22