Keluhan Surat Pembaca Waspada Bagi Seluruh Pengguna, Paket Halo Telkomsel Anda Bisa Berubah Sendiri Tanpa Permintaan Konsumen! 27 Januari 202613 Februari 2026 Bayu Warhaspati Beri komentar biaya berlangganan, Billing Statement, Billing System, Customer complaint handling, Customer Service, GraPari, Kartu Halo, Kartu Halo Telkomsel, Lonjakan tagihan, MyTelkomsel, nomor seluler pasca bayar, Operator telepon seluler, Paket Berlangganan, Paket Data, Paket data internet, Pembayaran tagihan, penyesuaian tagihan, Perubahan sepihak, Sistem bermasalah, Tagihan, Tagihan kartu kredit, Tagihan Pasca Bayar, Telkomsel, Verifikasi Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Pada tanggal 20 Desember 2025, saya mengunjungi Grapari untuk menurunkan paket Halo Telkomsel untuk nomor 0811665**** dari 250K menjadi 200K, serta paket Halo Telkomsel anak saya nomor 081199***** dari 150K menjadi 100K. Namun, saya sangat terkejut ketika Customer Service (CS) memberi tahu bahwa paket anak saya ternyata telah berubah secara otomatis, menurut CS, melalui aplikasi MyTelkomsel menjadi paket 800K. Saya sangat yakin anak saya tidak dapat melakukan perubahan paket tersebut, karena dia adalah anak berkebutuhan khusus. Segera setelah itu, saya meminta kepada CS untuk mengubah paket Halo anak saya dari paket 800K kembali ke paket 100K, karena setelah dicek, pembayaran pada tanggal 3 November 2025 hanya sebesar Rp186.193, sedangkan di tagihan 10 Desember 2025 menjadi Rp888.000. Saya meminta Telkomsel untuk melakukan penyesuaian atau kompensasi di bulan Januari 2026, tapi kenyataannya tidak ada kompensasi tagihan. Berdasarkan bukti bayar pada 7 Januari 2026, saya masih harus membayar Rp587.225. Pada tanggal 22 Desember 2025, saya menghubungi call center Telkomsel di 188 (sesuai bukti keluhan) terkait perubahan paket Halo dan permintaan penyesuaian atau kompensasi tagihan. Namun, hingga saat ini, saya belum menerima tanggapan dari Telkomsel (informasi yang saya terima dari CS Grapari menyatakan bahwa laporan keluhan tersebut telah ditutup). Kemudian, pada tanggal 21 Januari 2025, tepat satu bulan setelah saya melakukan perubahan paket Halo Telkomsel dari 250K menjadi 200K, saya menerima SMS dari Telkomsel yang menyatakan bahwa nomor saya 0811665**** telah berubah lagi menjadi paket 250K. Saya tidak pernah melakukan perubahan paket melalui aplikasi MyTelkomsel dan kembali mengajukan komplain ke CS Telkomsel 188. Namun hanya dijelaskan bahwa ada perubahan dari aplikasi MyTelkomsel. Pada tanggal 22 Januari 2025, saya mengunjungi Grapari untuk menurunkan paket 250K menjadi 200K dan meminta agar perubahan paket tersebut dapat disesuaikan atau diberikan kompensasi, sehingga tagihan tidak meningkat di bulan berikutnya. Namun, sekali lagi, CS Grapari tidak dapat memberikan kepastian karena harus mengajukan permohonan terlebih dahulu ke kantor pusat Telkomsel. Betapa terkejutnya saya ketika menanyakan kepada CS Grapari, ternyata nomor anak saya 081199***** juga mengalami perubahan paket menjadi 800K per tanggal 21 Januari 2025 (sama persis dengan perubahan paket Halo saya). Dengan demikian, perubahan paket Halo anak saya ini adalah kejadian kedua kalinya, dan CS Grapari kembali menyatakan bahwa telah ada permintaan perubahan paket melalui aplikasi MyTelkomsel. Bahkan, ketika saya menelepon ke 188 pada tanggal 23 Januari 2026, jawaban dari CS 188 pun tetap sama, bahwa perubahan paket terjadi karena adanya permintaan di aplikasi MyTelkomsel dan tidak ada kompensasi atau penyesuaian untuk tagihan. Akibat kejadian ini, total kerugian saya karena harus membayar lebih akibat perubahan paket Halo mencapai sekitar Rp1.475.225 untuk tagihan bulan Desember 2025 dan Januari 2026, dan belum memperhitungkan kemungkinan lonjakan tagihan di bulan Februari 2026 akibat perubahan paket Halo pada tanggal 21 Januari 2026. Bayangkan jika saya tidak pergi ke Grapari dan memeriksa paket Halo anak saya dan saya, misalnya saya baru menyadari di tahun 2027, bisa jadi kerugian yang saya alami sebagai konsumen Telkomsel mencapai lebih dari Rp10 juta untuk membayar tagihan pulsa handphone. Dari ketiga kejadian perubahan paket Halo Telkomsel yang merugikan saya sebagai konsumen karena harus membayar tagihan lebih dari seharusnya, pihak Telkomsel seolah lepas tangan karena menganggap saya dan anak saya sebagai konsumen yang melakukan kenaikan paket Halo. Secara logika, kenapaapa saya harus membeli paket hingga 250K atau 800K, sementara di rumah atau kantor ada WiFi IndiHome dan kuota internet setiap bulannya tidak pernah habis? Telkomsel menghasilkan laba triliunan setiap tahun, salah satunya berasal dari kenaikan paket Halo yang tidak diminta oleh konsumen, tetapi disebabkan oleh kesalahan di aplikasi MyTelkomsel yang kemudian dibebankan kepada konsumen. Oleh karena itu, saya ingin mengingatkan semua pelanggan paket Halo Telkomsel untuk secara rutin memeriksa aplikasi MyTelkomsel agar kejadian yang saya alami bersama anak saya tidak menimpa pelanggan Telkomsel lainnya. Bayu Warhaspati Jakarta Selatan Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.