Tokopedia Tidak Bisa Memberikan Jaminan Keamanan Bertransaksi Sebagaimana Seharusnya e-Commerce?

Berikut ini kronologi kekecewaan saya terhadap kinerja Tokopedia Care:

4 Maret 2025:
Saya membeli 2 unit exhaust fan 14 inch dari penjual Tokopedia (Kipas CKE Surabaya) dengan total belanja Rp951.004, termasuk biaya produk, proteksi produk, dan asuransi pengiriman. Nomor invoice: INV 2025/0304/MPL/4474322119. Barang diterima pada tanggal 9 Maret 2025 malam dalam kondisi dus yang masih utuh.

10 Maret 2025:
Saya melakukan unboxing sambil merekam video bersama tim. Saat membuka dus, ternyata barang yang dikirim bukan exhaust fan, melainkan kipas angin partisi, sesuai nama yang tertera pada dus. Bukti foto dus dan video unboxing terlampir. Saya juga melampirkan tangkapan layar penjelasan dari Google mengenai perbedaan antara kipas angin partisi dan exhaust fan.

Saya mengajukan komplain dan meminta pengembalian dana (refund) karena proses penukaran barang akan memakan waktu, sedangkan saya membutuhkan exhaust fan tersebut pada hari Senin. Tukang yang akan memasang exhaust fan dan merapikan dinding sudah siap.

10 Maret 2025 pukul 13.12:
Tim Tokopedia Care merespons bahwa karena penjual menolak retur, penjual harus memberikan bukti berupa:

  • Video contoh penggunaan barang dan penjelasannya.
  • Video pengetesan barang sebelum dikirim ke pembeli.
  • Screen recording dari bukti video tersebut.

Tokopedia Care memberikan batas waktu hingga 11 Maret 2025 pukul 13.12. Jika penjual tidak memenuhi, solusinya adalah retur dan refund.

11 Maret 2025 pukul 10.56:
Tim Tokopedia Care mengingatkan batas waktu pengiriman video. Namun, hingga tiket ini diajukan pada 18 Maret 2025 pukul 17.00, status komplain masih menunggu keputusan admin Tokopedia. Saya terpaksa membeli exhaust fan baru, dan bukti kuitansi serta foto dus terlampir.

11 Maret 2025 sekitar pukul 20.00:
Saya baru menyadari bahwa tidak ada customer service Tokopedia yang bisa dihubungi via telepon di aplikasi. Saya mencari informasi melalui Google dan menemukan nomor WhatsApp 0812-1433-6260.

Saya menghubungi nomor tersebut dan diberikan tautan https://tokopediacare.store (Hati-hati, link phishing! – red). Setelah mengklik tautan dan memasukkan nomor WhatsApp, saya dihubungi oleh nomor 0811-723-392 dan diminta mengisi OTP. Saya menolak permintaan login karena khawatir akun saya diretas. Pelaku marah-marah, dan dapat diduga bahwa ini adalah upaya penipuan.

12 Maret 2025 pukul 13.28:
Saya mendapat tanggapan dari Ditjen PKTN Kementerian Perdagangan yang menyarankan saya untuk melaporkan ke instansi kepolisian setempat.

Masalah ini belum selesai hingga saat ini. Ada dua poin utama:

  1. Penjual menjual barang tidak sesuai, dan terdapat indikasi kesengajaan memalsukan barang.

Dugaan pemalsuan barang didasarkan pada dus kipas angin partisi yang ditambahi tulisan kecil di bagian samping bawah dus. Tulisan tersebut berwarna hitam dan bertuliskan “exhaust fan“. Hal ini menunjukkan bahwa dugaan pemalsuan dilakukan oleh toko, bukan oleh produsen. Toko sengaja menambahkan tulisan “exhaust fan” pada dus, namun isi di dalamnya tetap berupa kipas angin partisi.

  1. Tokopedia Care telah membuat 4 kali tenggat waktu, namun tidak ada penyelesaian yang memadai:
    a. 11 Maret 2025 pukul 13.12: Tokopedia Care menyatakan bahwa jika penjual tidak dapat mengirimkan video pengetesan barang sebelum pengiriman dan screenshot lengkap dengan waktu nyata, solusinya adalah retur refund. Namun, tenggat waktu ini tidak dipatuhi. Tenggat waktu ini disampaikan di kolom diskusi oleh Tokopedia Care sebanyak 2 kali, yaitu pada tanggal 10 Maret 2025 pukul 13.12 dan 11 Maret 2025 pukul 10.56. Sampai batas waktu yang ditentukan, solusi retur refund tidak diberikan.
    b. 14 Maret 2025 pukul 09.54: Tokopedia Care menelpon dan mengatakan bahwa komplain akan segera diselesaikan setelah telepon ditutup. Namun, mereka tidak menyampaikan tenggat waktu, meskipun saya telah menanyakan berulang kali. Sejak saat itu, situasi berubah. Tanpa penjual memberikan bukti apa pun, Tokopedia Care memaksakan diri untuk meneruskan dana ke penjual.
    c. 17 Maret 2025 pukul 15.32: Tokopedia Care membuat deadline baru.
    d. 20 Maret 2025 pukul 14.28 dan 15.32: Tokopedia Care membuat deadline baru lagi, yaitu 20 Maret 2025 pukul 20.00. Mereka menyatakan bahwa jika pembeli tidak mengonfirmasi, dana akan diteruskan ke penjual.

Jika diperiksa jejak digital di Instagram Tokopedia dan Tokopedia Care (keduanya memiliki centang biru, artinya bukan akun palsu), terdapat ribuan komentar yang menunjukkan bahwa ribuan penjual dan pembeli tidak dapat mengakses dana mereka di Tokopedia. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Tokopedia telah mengabaikan hak konsumen, baik penjual maupun pembeli. Mereka meminjam (atau dapat dikatakan mengambil) uang milik penjual dan pembeli untuk keperluan sendiri, tanpa batas waktu yang jelas.

Melalui Media Konsumen, kami berharap dapat memberikan edukasi kepada masyarakat. Kami juga sedang mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum, mengingat:

  1. Penjualan barang elektronik palsu sangat merugikan konsumen. Aparat perlu melakukan investigasi menyeluruh, mulai dari toko ritel, agen, hingga produsen exhaust fan.
  2. Jumlah korban di Tokopedia sudah mencapai ribuan, dan Tokopedia masih aktif melakukan promosi. Hal ini berpotensi menambah jumlah korban baru.

Terima kasih.

Noryawati
Kabupaten Tangerang, Banten

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

52 komentar untuk “Tokopedia Tidak Bisa Memberikan Jaminan Keamanan Bertransaksi Sebagaimana Seharusnya e-Commerce?

  • 23 Maret 2025 - (18:45 WIB)
    Permalink

    Senasib mas, saya juga mau bikin surat pembaca juga, karena saya pesan HP di tokped pakai gosend, yang datang malah powerbank, sudah lapor dari tgl 8 dan sudah dinyatakan hilang tgl 12 kemudian lanjut nunggu asuransi, tgl 15 asuransi disetujui tinggal nunggu maks tgl 18 pengembalian dana nya, eh pas tgl 18 bukannya dana yang masuk malah ada pesan dari tokpedcare kalau pihak gosend meminta detail kronologi, lawak ga tuh? Sampai sekarang masih gaada kejelasan

    • 23 Maret 2025 - (21:45 WIB)
      Permalink

      kk punya bukti video unboxing, komunikasi dg tokpedcare dll nya? ada pengacara mau bantu kita memproses ini ke jalur hukum. hubungi sy di wa no 0813807993** ya kak. pengacara probono mau membantu kita mendapatkan hak kita sebagai konsumen

      • 23 Maret 2025 - (23:46 WIB)
        Permalink

        Sudah saya WA ya mas, saya ada bukti lengkap semuanya, saya curiga ada permainan di sini, soalnya status asuransi sudah di setujui mas, tapi kemudian di undur2 tanpa kejelasan dengan alasan pihak gojek sedang investigasi, lah uang asuransi nya masuk kemana dong ya? 😁

      • 25 Maret 2025 - (08:56 WIB)
        Permalink

        Makanya saya kurang suka berbelanja di Tokopedia apalagi dalam jumlah uang besar, saya lebih nyaman berbelanja di lazada keamanan uang kita terjamin.

        • 25 Maret 2025 - (09:18 WIB)
          Permalink

          iya kang Asep, uda ga pernah lagi belanja di tokopedia sejak tanggal 11 Maret pukul 13.12, tenggat waktu yg tokopedia buat sendiri, ga bisa case close secara adil. Apalagi tanggal 11 Maret malam, saya baca ribuan komentar negatif di instagram tokopediacare yang tidak ditanggapi. Eh, malah strategi tokopedia merekrut buzzer… Ya biar aja, buzzer nya dapat honor, trust konsumen tetap tidak bisa rebound.

      • 4 Juli 2025 - (19:37 WIB)
        Permalink

        Kak…saya juga di tipu sama penjual di Tokopedia,di deskripsi produk Minyak goreng 2 liter 1 dus…setelah cek out ,barang dikirim hanya berupa sepotong paket ukuran kecil ,saya tidak buka paket tersebut karena bentuknya bukan berupa minyak goreng.Saya langsung retur dan lagi menunggu keputusan Tokopedia untuk pengembalian dana

    • 24 Maret 2025 - (13:12 WIB)
      Permalink

      Kalau punya kasus di tokped, asal bukti lengkap, boleh kak. Dibantu oleh org yg melek hukum. Memperjuangkan hak konsumen yg dirampas bukanlah suatu bahan tertawaan kak. Yg tertawa karena hak dirampas mungkin ODGJ ya

  • 24 Maret 2025 - (06:09 WIB)
    Permalink

    Itu ketika anda beli, kan sudah lihat detil gambar barangnya, detil speknya. Kl barang dikirim tidak sesuai gambar, tidak sesuai spek, wajar anda komplain. Kl yg dikirim sudah sesuai ya sudah wajar ditolak komplainya. Berarti anda salah beli.

    Saya sudah lihat tokonya, sudah menampilkan gambar barang jualannya secara detil.

    Menempuh jalur hukum pun tidak bakalan menang kl barang yg dikirim sudah sesuai. Malah jadi bahan tertawaan. 😀 😀 😀

    • 24 Maret 2025 - (12:48 WIB)
      Permalink

      Sudah 1 tahun ini saya tinggalkan toko***a setelah 3 rahun saya setia. Lebih nyaman di sebelah…

      • 24 Maret 2025 - (15:24 WIB)
        Permalink

        betul. saya jg baru tau waktu ketemu 2 temen, mereka bilang, mereka uda libur permanen aja di tokopedia

    • 24 Maret 2025 - (13:01 WIB)
      Permalink

      Informasi nama barang sesuai invoice sudah jelas: Exhaust fan, tapi yang datang adalah Kipas Angin partisi. Kita lihat aja, kalau kasus penjualan elektronik overclaim, kipas angin partisi dijual sebagai exhaust fan, apakah akan jadi bahan tertawaan atau gimana. Kalau menurut kakak, gambar barang jualannya sudah detil, tapi waktu dikirim, salah, berarti bahan tertawaan atau indikasi kesengajaan menipu?

    • 24 Maret 2025 - (23:57 WIB)
      Permalink

      https://id.shp.ee/sqWpb5Y
      Dari ulasan pembeli lain, semua kipas yg dikirim CKE tulisannya “kipas angin partisi” walaupun judulnya “exhaust”.
      Jadi pengguna e-commerce yg bijak harusnya baca² review dulu sebelum beli

      • 25 Maret 2025 - (06:18 WIB)
        Permalink

        Andri Haryono, saya belinya di tokopedia ya, bukan ecommerce lain. ini kenapa link ecommerce lain? maksudnya, kalau beli di tokopedia, cek nya di ecommerce lain?

        • 25 Maret 2025 - (06:34 WIB)
          Permalink

          Coba aja pikir pakai logika, dari official store nya aja dikirimnya kipas angin partisi, masa iya dari cabang toko pengecer kirimnya jadi exhaust. Sedangkan pengecer ngambilnya dari distributor yg sama

          • 25 Maret 2025 - (06:43 WIB)
            Permalink

            jadi menurut kakak, setelah kak Andri menggunakan logika, dari official store dikirimnya kipas angin partisi padahal dipesan exhaust fan dan di etalase toko ditulis exhaust fan, yang salah siapa?
            lalu, ketika dikomplain dengan melampirkan semua alat bukti, tokopedia tetap akan meneruskan saldo ke penjual, yang salah siapa?

          • 25 Maret 2025 - (06:47 WIB)
            Permalink

            Makanya, sebelum beli barang, lihat dulu review orang lain deh.
            Kan jelas di kotaknya ternyata ditulis kipas partisi semua

          • 25 Maret 2025 - (06:58 WIB)
            Permalink

            Kak Andri, belum dijawab pertanyaannya. Setelah anda menggunakan logika, fakta,pengetahuan dan pengalaman anda, yang salah siapa? Atau masih blunder tidak tau pelaku, saksi dan korban?
            Doa dari saya, semoga kakak mendapatkan pengalaman serupa, supaya ga blunder ya. Amin.

          • 25 Maret 2025 - (07:02 WIB)
            Permalink

            Makanya sebelum jadi korban, baca² dulu pengalaman orang lain. Ujung-ujungnya anda juga belinya offline kan? Karena dikira online lebih praktis

          • 25 Maret 2025 - (07:08 WIB)
            Permalink

            hahaha kalo blunder dan linglung, pegangan dulu kak, karena indikasinya kak Andri uda linglung, sehingga urutan kronologis uda dicampur.
            Dusnya jelas kipas angin partisi, setelah barang dikirim ke saya, gimana saya tau waktu pesan ya?
            tapi selain itu, Ecommerce udah kakak campur, belinya di tokopedia, cek review nya di shopee, harusnya komplainnya di ecommerce lain lagi ya, biar tambah blunder hahahaa… semoga ada stand up comedian nonton, supaya jadi inspirasi materi… amin.
            dan semoga kakak punya pengalaman serupa ya supaya ga blunder. Malu lah kak kalo ketauan blunder, ini jejak digital terekam terus lho

          • 25 Maret 2025 - (07:14 WIB)
            Permalink

            Saya udah bilang, cek dari review pembeli lain, ada loh foto dusnya, terpampang nyata “KIPAS ANGIN PARTISI”. Udah dikasi link aja ga dibaca.
            Harusnya anda loh yg lebih teliti kalo belanja, malah menyalahkan blunder²an

          • 25 Maret 2025 - (07:28 WIB)
            Permalink

            Kalau dari awal belinya offline atau baca pengalaman yg pernah beli, ga akan ada drama pengalaman stand-up comedy seperti ini.
            Sebelum belanja online, tanyakan dulu boleh dibalikin gak kalo ga puas ama barangnya. Jangan langsung checkout tanpa tanya²

          • 25 Maret 2025 - (07:22 WIB)
            Permalink

            oh iya paham…. linknya shopee tadi ya kak? makanya biar jelas: belinya di tokopedia, cek review di shopee, kalo komplain, saran kakak kemana?
            makasih kak, kalo ini boleh jadi materi stand up komedi. Saya juga ga keberatan kalau invoice, atau alat bukti, atau chat disini jadi materi. kak Andri juga setuju kan? Siap….
            doa saya, semoga kak Andri punya pengalaman serupa ya, beli exhaust fan dapat kipas angin partisi, kalo memang suka belanja online di ecommerce. Kalo belanja ecommerce dari lokasi terdekat…. hmmm materi bagus untuk stand up hahahaah makasih kak, udah cherish the day….

  • 24 Maret 2025 - (13:33 WIB)
    Permalink

    Saya penasaran anda dibegoin tukang atau anda lagi coba begoin pembaca + Tokopedia di sini. Ok, anda ketemu di google (hasil rangkuman AI sampah) atau dikasih tau tukang ini beda. Cuma kan kalau anda baca deskripsi kedua barang, jelas2 spek barang yang anda beli ama penggantinya bisa dibilang sangat mirip. Dua2nya kipas eksos kencang yang bisa dipasang di dinding. Harga juga mirip. CKE jelas menjual barang ini sebagai exhaust fan.

    Enak bener beli 2 x kipas eksos, satunya harga hampir sejuta, terus minta balik dana seenaknya aja.

    Semoga anda cuma salah ngerti atau dibohongi tukang/orang lain. Kalau ngak, bertobatlah.

    • 24 Maret 2025 - (13:39 WIB)
      Permalink

      Terima kasih sudah meluangkan waktu mengetik. Karena anda bukan orang yg punya otoritas, saya tidak perlu menjelaskan ke anda beda exhaust fan dan kipas angin partisi. Semua screenshot dan video sudah jelas.

      • 24 Maret 2025 - (13:50 WIB)
        Permalink

        Dua2nya jelas kipas angin eksos. Spek volume CMH juga mirip. Malah yang model CKE lebih gede.

        Bertobatlah. Jangan berbohong terus.

        • 24 Maret 2025 - (13:52 WIB)
          Permalink

          kasihan kakak, ga tau spesifikasi barang tapi ikutan berkomentar.
          Btw, terima kasih waktunya.

  • 24 Maret 2025 - (13:37 WIB)
    Permalink

    Padahal di Tangerang pusatnya barang elektronik, tapi malah belinya ke Surabaya. Saya pribadi belanja online elektronik, pasti milihnya kota Jakarta dan Tangerang

    • 24 Maret 2025 - (13:49 WIB)
      Permalink

      lho saya kalo beli di surabaya via tokopedia, barangnya kan dianter ke rumah, bukan ambil dr surabaya, salahnya dimana ya? tokopedia kan ecommerce.
      Kasihan juga orang-orang yg, maaf, bekerja sebagai buzzer, sehingga logika berpikirnya digadaikan dengan honor menjadi buzzer.

      • 24 Maret 2025 - (14:11 WIB)
        Permalink

        Saya bukan menyalahkan. Coba pikir dari efisiensi waktu pengiriman dan komplain bila terjadi masalah. Kalau beli di dalam kota Tangerang, mungkin anda masih bisa mendatangi langsung toko bersangkutan. Belum lagi klaim garansi produk nya harus dipikirkan saat memutuskan beli barang elektronik

        • 24 Maret 2025 - (14:22 WIB)
          Permalink

          ya mungkin logika berpikir aja yang beda ya. Belanja di ecommerce hanya perlu hp dan kuota. Belanja di offline, perlu keluar kantor, mana yg lebih praktis? Tapi jika saya tau tokopedia tidak bisa dipercaya, tentu saya tidak akan beli dari tokopedia. Fix akan uninstall tokopedia

          • 24 Maret 2025 - (14:28 WIB)
            Permalink

            Saranku sih tetaplah berbelanja online, cuma harus pilih-pilih lokasi terdekat, harus official store, agar mudah dikomplain dan klaim garansinya terpercaya.
            Yg mudah proses return nya sejauh ini cuma Shopee. Kalau Tokopedia emang khusus untuk jualan aja bagiku.

        • 24 Maret 2025 - (14:43 WIB)
          Permalink

          berbelanja online, cuma harus pilih-pilih lokasi terdekat –> maaf, ga paham arti ecommerce ya?

          harus official store, agar mudah dikomplain dan klaim garansinya terpercaya. –> maaf, ecommerce nya ga bisa dipercaya ya?

          memang bisa, belanja online dari lokasi terdekat, kalau complain, offline?

          jadi ketauan ya statement kakak kontradiktif sendiri.
          Btw, makasih lho sudah meluangkan waktu mengetik dan mungkin as buzzer part time…

          • 24 Maret 2025 - (23:14 WIB)
            Permalink

            Terserah anda sih kalo mau komplain ribet ya order barang jadinya ke toko yg ga amanah kayak gitu. Minimal riset dulu review nya. Keliatan kan yg siapa yg sebenarnya ga paham e-commerce. Kalau paham, ga akan order di Tokped. Saya sih udah tau kalau komplain di Tokped itu ribet

          • 25 Maret 2025 - (06:26 WIB)
            Permalink

            buat Andri Haryono lagi: toko nya ga amanah atau saya nya yang melewatkan tahapan review atau jangan beli di tokopedia karena komplainnya ribet? Kalimat anda bener-bener blunder. Beneran anda sering belanja di ecommerce? (nanya serius, karena kemarin juga anda bilang, pilih lokasi terdekat, lalu anda hubungkan dengan garansi dll). Semoga: aparat penegak hukum tidak blunder seperti anda ya, tidak bisa membedakan pelaku, saksi dan korban.

          • 25 Maret 2025 - (06:31 WIB)
            Permalink

            Anda yang melewatkan tahapan review dan tidak mengerti kalau komplain di Tokopedia itu proses ribet dan lama setelah dikomplain. Banyak data yg harus diupload.
            Coba kalau beli barang tuh lihat² dulu review sebelumnya yang dateng barang kayak gimana, kan ada foto dusnya dari pembeli lain dan ternyata sama aja tulisannya kipas angin partisi

          • 25 Maret 2025 - (08:23 WIB)
            Permalink

            Membalas komentar Andri tgl 25 Maret jam 06.31, karena tidak ada “tombol balas”, saya reply disini ya, yg ini komentarnya:
            Andri: Anda yang melewatkan tahapan review dan tidak mengerti kalau komplain di Tokopedia itu proses ribet dan lama setelah dikomplain. Banyak data yg harus diupload. Coba kalau beli barang tuh lihat² dulu review sebelumnya yang dateng barang kayak gimana, kan ada foto dusnya dari pembeli lain dan ternyata sama aja tulisannya kipas angin partisi.
            Kak, maaf, anda siapa, buzzer, pembeli, penjual, karyawan atau manajemen tokopedia?
            kalau anda bilang saya melewatkan tahapan review dan tidak mengerti kalau komplain di tokopedia itu ribet dan lama, anda tau ga, bahwa tokopedia menuliskan di pusat resolusi, bahwa komplain selesai dalam 2 hari.
            kalau pembeli tidak boleh komplain, jika barang tersebut pernah direview oleh pembeli lain, ada syaratnya tidak? Contoh: kalau beli obat, harus ada lampiran surat dokter, otomatis ga bs CO kalo ga melampirkan surat dokter.
            sampe disini paham ga?

    • 24 Maret 2025 - (13:52 WIB)
      Permalink

      Surabaya banyak toko barang listrik beginian yang besar2. Hartono lah ngak usah jauh2. Juga banyak saingannya dia. Jadi dari segi harga dan kekomplitan biasanya ngak kalah dari Jabodetabek.

      • 24 Maret 2025 - (13:55 WIB)
        Permalink

        maaf, ga paham arti ecommerce ya kak? O ya, tadi juga kak Bob yg bilang AI sampah… Terima kasih sudah banyak meluangkan waktu mengetik ya

        • 24 Maret 2025 - (13:59 WIB)
          Permalink

          Ini apaan coba? Saya kan coba kasih penjelasan kenapa orang (anda) bisa beli jauh2 dari Surabaya. Saya ini lagi ngebela anda. Makanya jangan bohong terus, jadi asumsi yang terburuk ama orang lain.

  • 24 Maret 2025 - (14:11 WIB)
    Permalink

    waduh, terima kasih Bob. ga usah dibela, apalagi oleh anda.
    Berhentilah bekerja jadi buzzer karena setelah menerima honor sebagai buzzer, anda harus mematikan logika, mengatai AI sampah, sok bisa cek spek exhaust padahal ga bisa, lalu bahas lokasi toko, padahal saya beli dari ecommerce.
    Liat ecommerce negara lain, kalau ada masalah, mereka berbenah, sehingga bisa eksis. Tokopedia, sebagai unicorn kebanggaan, sekian tahun lalu, ada masalah, malah solusinya bayar busser.
    Kalau anda murni sebagai buzzer, tidak belanja atau jual di tokopedia, anda ga kena getahnya. Kalau anda sebagai penjual / pembeli, mudah-mudahan kena ya. Beli lemari es dikasihnya lemari biasa… atau lebih bagus lagi, beli exhaust fan dikasihnya kipas angin partisi. Amin.

  • 24 Maret 2025 - (14:24 WIB)
    Permalink

    Penulis agak rese. Pembaca silahkan cek sendiri:

    Yang dibeli penulis di Tokopedia: CKE ESN-SS430-14/1-TY https://www.kipascke.co.id/OUR-PRODUCTS/Axial-FanKipas-Baling-baling/Komersil-Commercial-220V/Exhaust-Fan_2768_140/ESN-SS430-141-TY.html

    Yang dibeli penulis sendiri sebagai gantinya: KDK 40AAS https://kdk.co.id/product/detail/32

    Bandingkan deskripsi, foto, bentuk, spek, ukuran, dll. Saya jujur aja ngak yakin penulis kenapa harus sampai fitnah toko atau merek begini. Apakah kecewa dengan build quality barang yang diterima? Berasa kekecilan? Siapa suruh beli yang 14 inci bukan yang 16 inci. Atau alasan lainnya? Sampai harus mengada2 begini. Buat apa coba, nambah dosa aja.

    Dua2nya adalah eksos fan. Penulis berasa istilah kipas angin partisi di kardus CKE kurang tepat, yah terserah. Toh cuma kipas pasang di dinding, ngak ada mekanisme ajaib canggih gimana.

    1
    1
    • 24 Maret 2025 - (15:21 WIB)
      Permalink

      beda barang itu, liat video youtubenya, produk yg dikirim beda

      liat video youtube, jelas produk beda dengan yg di foto penjual, perhatikan baik2 bagian belakang fan, beda jauh, fungsi juga beda, kalo bekerja di eprtukangan pasti tahu bedanya cm lihat dr fisiknya, perhatikan fisiknya baik2, lihat bagian belakang fan

      tampilan depan bisa sama, tp tidak bisa menipu tampilan belakang, bandingkan dengan foto penjual saja, jelas itu bukan produk yg dibeli TS

      link yg diberikan ente itu bener, produk yg dibeli TS, tp yg dikirim penjual itu bukan barangnya, fisik saja sudah beda, kegunaan beda

      • 24 Maret 2025 - (15:35 WIB)
        Permalink

        Oh, iya. Saya yang salah. Bikin malu aja.

        Mohon maaf sebesar2nya. Saya terbawa emosi karena teringat sudah beberapa kali pembeli mencoba retur dengan alasan yang dicari-cari. Padahal pembeli yang jahat sama saya bukanlah si penulis.

        Mohon maaf sekali lagi. Semoga toko Kipas CKE Surabaya dan Tokopedia bisa menyelesaikan masalah yang dialami penulis.

        • 24 Maret 2025 - (15:44 WIB)
          Permalink

          syukurlah kalo uda tau kak Bob. Lain kali, kalo bukan buzzer, berkomentarlah dengan netral dan bijak, ga terlalu cepat tau padahal belum tau. Kalau buzzer, sy paham jika harus mematikan logika memperjuangkan yang bayar.

      • 24 Maret 2025 - (15:40 WIB)
        Permalink

        terima kasih kak, uda membantu menjelaskan. Padahal saya sih gapapa kalau diserbu buzzer. saya paham koq buzzer harus menggadaikan logika demi honor.
        tapi kalo bukan buzzer, semoga postingan ini juga menjadi edukasi.

  • 24 Maret 2025 - (14:51 WIB)
    Permalink

    Uppsss rupanya kak buzzer masih aktif.Oke deh. sebenernya malas jawab karena ga nyambung, tapi gpp deh buat edukasi.
    1. Saya beli exhaust fan 14 inch sesuai ukuran ruangan. –> yg datang kipas angin partisi –> jd ga bisa dipasang dong, fungsinya beda.
    2. Karyawan kami cari exhaust fan 14 inch merek CKE di tangerang, tidak ada, adanya 16 inch tp kalau mau 14 inch, harus custom. Tapi, toko di tangerang juga akan kulakan dari tokped. Nah, pertanyaan saya, CKE Surabaya bisa mengaku jual exhaust fan 14 inch dari mana. Lalu, kalau toko kulakan dari tokped, ada kemungkinan zonk lagi dong
    3. Akhirnya saya beli exhaust fan 16 inch.

    Tapi saya tulus mendoakan kamu Bob, semoga kl kamu belanja di tokopedia, dapat barang yg bentuk mirip tapi fungsi beda ya, seperti lemari vs lemari es atau exhaust fan vs kipas angin partisi ya. Kan lumayan, nanti kamu jadi lebih pandai.

    • 25 Maret 2025 - (06:06 WIB)
      Permalink

      Coba anda baca review orang lain yang beli di toko CKE yg lain. Semuanya dikirim kipas partisi di tulisan dusnya, walaupun judul produk exhaust fan. Harusnya sebelum beli, lihat² dulu lah review nya. Jangan sampai belum lihat review, langsung beli aja.

  • 26 Maret 2025 - (02:50 WIB)
    Permalink

    Kemungkinan karena foto etalase sama atau setidaknya mirip dengan barang yang diterima, jadi yang dimenangkan pihak penjual. Dimenangkan karena dari foto etalase dan foto barang terlihat sudah sesuai. Padahal masalahnya foto etalase dari awal sudah berbeda dengan judul dan deskripsi fungsinya. Repot memang kalau CS nya juga ga paham perbedaan keduanya (saya pun baru tau ada kipas partisi).

  • 26 Maret 2025 - (06:24 WIB)
    Permalink

    Terima kasih kak Jerry.
    Foto etalase memang mirip dengan barang yang diterima, tetapi nama barang di dus jelas berbeda. Saat saya mengajukan komplain tgl 10 Maret 2025, penjual langsung menjawab bahwa itu hanya dus nya yang salah, bukan produknya. Pernahkah kita membeli barang elektronik baru dengan dus dengan nama produk yang berbeda? Lalu penjual berkilah lagi, bahwa ada tulisan “exhaust fan” di dus sisi samping bawah, yang mana terlihat warna tulisan berbeda dengan warna dasar tulisan dan gambar asli. Ini artinya penjual sengaja menyablon tulisan “exhaust fan” lalu menjual kipas angin partisi tersebut sebagai exhaust fan. Ini kalau kita analisa oknum penjualnya ya. Unsur pidana penipuan sudah ada disini dengan alat bukti lengkap. Tinggal tugas penyidik nantinya memeriksa, penipuan dilakukan oleh toko berlabel official store ini, atau di rantai pasoknya.

    Repot kalau CS nya juga ga paham perbedaan keduanya –> saya pun sudah menampilkan screenshot bukti bahwa exhaust fan dan kipas angin partisi berbeda fungsi, video unboxing, foto nama di dus sudah sangat jelas, sedangkan penjual tidak melampirkan alat bukti yang diminta tokopediacare di tanggal 10 Maret 2025. Saya juga sudah membagikan screenshot dari Ditjen PKTN Kementerian Perdagangan, bahwa ini ada unsur pidana penipuan dan perlu dilaporkan ke kepolisian. Jadi, jika tokopediacare bersikap netral dan profesional, kasus ini seharusnya selesai tanggal 11 Maret 2025 pukul 1.12 siang, sesuai tenggat waktu yang tokopedia tetapkan. Kenyataannya, kasus masih “menunggu keputusan admin tokopedia” sampai sekarang, 26 Maret 2025 pukul 06.20. Artinya, terdapat indikasi tokopedia secara sengaja menahan uang konsumen untuk kepentingan mereka. Ini sebuah perusahaan, yang kelakuannya sejelek orang yang kalau ngutang, mengulur waktu untuk membayar. Dari sini, unsur pidana pun sudah terpenuhi. Bahkan, bisa diperiksa, ada banyak sekali komplain di instagram tokopediacare yang dijawab “silakan mengecek berkala”. Syukurlah, saya sudah mendapatkan pengacara yang bersedia membantu secara probonno membawa kasus ini ke jalur hukum, karena itu, saya disini mengundang semua korban perampasan hak konsumen oleh tokopedia untuk bersama bergabung. Hubungi saya di 0813-8079-9320 jika alat buktinya lengkap. Terima kasih.

 Apa Komentar Anda?

Ada 52 komentar sampai saat ini..

Tokopedia Tidak Bisa Memberikan Jaminan Keamanan Bertransaksi Sebagaim…

oleh Biopac dibaca dalam: 3 menit
52