Paket COD Shopee Dimakan Tikus, Klaim Ditolak karena Tak Pakai Bubble Wrap

Sebelumnya terima kasih kepada Media Konsumen karena telah memuat surat kami ini.

Pada tanggal 23 Oktober 2025, kami menerima pesanan COD di Shopee dengan nomor: 251023S1HTAXVF, dengan tujuan ke Karawang. Namun, tanpa alasan yang jelas, paket COD tersebut ditolak oleh pembeli dan dikembalikan kepada kami, yang kami terima pada tanggal 3 November 2025.

Saat kami melakukan unboxing, kami menemukan bahwa isi paket sudah berlubang dan diduga telah dimakan oleh tikus. Kami mengajukan klaim atas kerusakan paket COD pada 4 November 2025. Namun klaim tersebut ditolak pada hari yang sama, dengan alasan bahwa kemasan dalam tidak menggunakan bubble wrap dan hanya dibungkus dengan kardus biasa. Isi paket tersebut adalah snack sereal D’LOOPS.

Yang kami keluhkan di sini adalah kewajiban untuk menggunakan bubble wrap yang dianggap sebagai “harga mati”. Padahal masalah yang kami hadapi adalah paket yang dimakan tikus, bukan remuk atau hancur. Tidak ada jaminan bahwa dengan menggunakan bubble wrap, paket retur kami tidak akan dimakan tikus.

Kami menyediakan bubble wrap sebagai bahan opsional, tetapi tidak semua pembeli bersedia membeli bubble wrap karena ada biaya tambahan. Di sisi lain, kami sebagai penjual juga tertekan dengan biaya packing yang tinggi dan margin yang sangat tipis, tidak sampai Rp1.500 per pesanan. Kenaikan harga justru akan memperburuk kondisi penjualan kami, meskipun hanya sebesar 1.000 perak.

Apakah SOP dari SPX memang seperti ini? Ketika ada barang yang dimakan tikus, mereka tidak mau mengevaluasi kondisi gudang mereka, tetapi justru menyalahkan penjual karena tidak menggunakan bubble wrap?

Hendra
Jember, Jawa Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

10 komentar untuk “Paket COD Shopee Dimakan Tikus, Klaim Ditolak karena Tak Pakai Bubble Wrap

  • 10 November 2025 - (03:37 WIB)
    Permalink

    Di negeri ini & diseluruh dunia udeh mulai mengurangi pemakaian plastik malah shopee kudu pake bubble wrap sebagai standar pengemasan, padahal tidak semua harus mengunakan bubble wrap. Parahh

  • 10 November 2025 - (17:43 WIB)
    Permalink

    Saran saja kak, kedepannya lebih baik disesuaikan saja pengemasannya dg ketentuan marketplace tsb. keuntungan udh pasti akan berkurang, namun kalau ada hal seperti ini ga akan rugi dan akan tetap menerima pengembalian dana. banyak seller-seller yg paketnya rusak, namun ditolak karena tdk sesuai ketentuan.

    • 10 November 2025 - (18:19 WIB)
      Permalink

      Sebelumnya terima kasih sarannya kak, kita bukan tidak mau menaati SOP mereka tapi kakak mungkin bisa menempatkan diri di sisi seller juga. Dgn margin keuntungan tidak sampai 1200 rupiah sebelum dipotong ongkos lakban, apa bisa masih memberikan bubble wrap cuma²?

      Kalau cara berpikirnya adalah kalo untung cuma 1200 kenapa ga dinaikin harganya? Sudah… Kita naikin 1000 perak doang untuk kompensasi pemberian bubble yg sebenernya masih ga masuk hitungan kita. Dan penjualan langsung terjun bebas ke angka 0 per hari alias tidak ada penjualan.

      Jadi seller harus gimana kak? Kalo mau ga jualan produk itu sementara stok udah terlanjur masuk. Serba salah kita ini sebenernya.

    • 10 November 2025 - (18:22 WIB)
      Permalink

      Dan lagi, yg jadi poin utama kita disini, bubble bahkan tidak menjamin produk tidak dimakan tikus ketika transit di gudang SPX. Yg kita keluhkan disini bukan hancur atau remuk tapi tikusnya. Pemberian bubble hanyalah sebagai alasan saja seakan kita tdk mau taat SOP.

  • 11 November 2025 - (23:27 WIB)
    Permalink

    Terima kasih untuk Shopee, per hari ini 11 November 2025 case ini sudah diselesaikan dengan baik. Kami berharap tidak akan ada lagi case serupa ini dikemudian hari dan semoga Shopee juga semakin baik dalam sisi service yang diberikan sebagai e-commerce terbesar di Indonesia.

  • 12 November 2025 - (09:23 WIB)
    Permalink

    Nggak semua seller online itu untungnya besar banyak seller yang untung per produknya hanya 1000 atau 2000 perak, belum lagi harus menghadapi potongan shopee yang semakin gila-gilaan, ditambah biaya packing seperti bubble dan lakban serta kardus keuntungan semakin tipis. Pertanyaannya kenapa harga nggak dinaikkan untuk menutupi biaya packing? Ya bisa dinaikkan kalau toko lain ikut naik harga jualnya. Lah kalau kita naik sendiri harga jualnya tapi toko lain nggak naik, ya akhirnya siapa yang mau beli di toko kita ? Di Indonesia ini jangankan beda 1000 perak, beda 100 perak aja orang bisa lari ke toko lain. Tapi saran bagi seluruh seller Sudah saatnya untuk tinggalkan shopee, ini marketplace paling jahat sejagat raya di mana seller tidak dianggap sebagai mitra tetapi dianggap sebagai budak. Dulu saya di shopee omset kotor saya sebulan itu mencapai 100 juta eh dihancurkan sendiri dengan berbagai kebijakan shopee yang mengada-ngada. Infonya sih orang dalam shopee sendiri banyak buka toko online sehingga mereka dengan sengaja menghancurkan toko-toko potensial yang bisa jadi pesaing supaya toko online mereka sendiri naik. Jadi shopee ini isinya mafia semua. Kita beralih aja ke marketplace lain ingat bahwa rezeki itu sudah ditakar sehingga tidak mungkin tertukar. Menutup toko di shopee bukan berarti rezeki pasti mati karena selain bukan mustahil toko kita akan semakin berkembang, dan itu sudah saya buktikan sendiri sekarang di mana toko saya di tik tok & lazada omsetnya malah berkali-kali lipat ketimbang shopee dulu. Tutup toko anda di shopee ketimbang ada makan hati akhir sakit lalu mati muda, amit amit jangan sampe mati cuma gara2 makan hati jualan di shopee

  • 12 November 2025 - (12:02 WIB)
    Permalink

    Ya jualan di shopee profit margin sangat tipis, karena shopee ambil 15% belum lagi ini mau naik lagi

  • 15 November 2025 - (13:36 WIB)
    Permalink

    Bermain Online ya seperti itu. Sudah hal lumrah untung buntung…..kalau g mau y jgn main online,,,,,karena mau ngotot komplain sprti apa kalau g di ACC y tinggal kita bersabar

 Apa Komentar Anda?

Ada 10 komentar sampai saat ini..

Paket COD Shopee Dimakan Tikus, Klaim Ditolak karena Tak Pakai Bubble …

oleh Hendra dibaca dalam: 1 menit
10