Keluhan Surat Pembaca Paket COD Shopee Dimakan Tikus, Klaim Ditolak karena Tak Pakai Bubble Wrap 9 November 2025 Hendra 10 Komentar Alasan pembatalan, Biaya packing, Cash On Delivery, COD, Customer complaint handling, Customer Service, e-Commerce, Ganti Rugi, Isi paket rusak, Jualan Online, Kemasan makanan dan minuman, Kemasan rusak, kerusakan barang, Klaim kerugian, Kompensasi kerugian, Kontaminasi makanan, Kurir, Layanan kurir, Layanan Pelanggan, Marketplace, Paket kiriman rusak, Pembatalan pesanan, Pusat Resolusi Shopee, Retur paket, Shopee, Shopee SPX, SOP, SPX Express, Standard Operating Procedures, Syarat dan Ketentuan Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Sebelumnya terima kasih kepada Media Konsumen karena telah memuat surat kami ini. Pada tanggal 23 Oktober 2025, kami menerima pesanan COD di Shopee dengan nomor: 251023S1HTAXVF, dengan tujuan ke Karawang. Namun, tanpa alasan yang jelas, paket COD tersebut ditolak oleh pembeli dan dikembalikan kepada kami, yang kami terima pada tanggal 3 November 2025. Saat kami melakukan unboxing, kami menemukan bahwa isi paket sudah berlubang dan diduga telah dimakan oleh tikus. Kami mengajukan klaim atas kerusakan paket COD pada 4 November 2025. Namun klaim tersebut ditolak pada hari yang sama, dengan alasan bahwa kemasan dalam tidak menggunakan bubble wrap dan hanya dibungkus dengan kardus biasa. Isi paket tersebut adalah snack sereal D’LOOPS. Yang kami keluhkan di sini adalah kewajiban untuk menggunakan bubble wrap yang dianggap sebagai “harga mati”. Padahal masalah yang kami hadapi adalah paket yang dimakan tikus, bukan remuk atau hancur. Tidak ada jaminan bahwa dengan menggunakan bubble wrap, paket retur kami tidak akan dimakan tikus. Kami menyediakan bubble wrap sebagai bahan opsional, tetapi tidak semua pembeli bersedia membeli bubble wrap karena ada biaya tambahan. Di sisi lain, kami sebagai penjual juga tertekan dengan biaya packing yang tinggi dan margin yang sangat tipis, tidak sampai Rp1.500 per pesanan. Kenaikan harga justru akan memperburuk kondisi penjualan kami, meskipun hanya sebesar 1.000 perak. Apakah SOP dari SPX memang seperti ini? Ketika ada barang yang dimakan tikus, mereka tidak mau mengevaluasi kondisi gudang mereka, tetapi justru menyalahkan penjual karena tidak menggunakan bubble wrap? Hendra Jember, Jawa Timur Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
DSTH10 November 2025 - (03:37 WIB)Permalink Di negeri ini & diseluruh dunia udeh mulai mengurangi pemakaian plastik malah shopee kudu pake bubble wrap sebagai standar pengemasan, padahal tidak semua harus mengunakan bubble wrap. Parahh 3 Login untuk Membalas
An Di10 November 2025 - (11:14 WIB)Permalink Bubble wrap memang wajib untuk standar packing paket 1 Login untuk Membalas
Jessica10 November 2025 - (17:43 WIB)Permalink Saran saja kak, kedepannya lebih baik disesuaikan saja pengemasannya dg ketentuan marketplace tsb. keuntungan udh pasti akan berkurang, namun kalau ada hal seperti ini ga akan rugi dan akan tetap menerima pengembalian dana. banyak seller-seller yg paketnya rusak, namun ditolak karena tdk sesuai ketentuan. 1 Login untuk Membalas
HendraPenulis artikel10 November 2025 - (18:19 WIB)Permalink Sebelumnya terima kasih sarannya kak, kita bukan tidak mau menaati SOP mereka tapi kakak mungkin bisa menempatkan diri di sisi seller juga. Dgn margin keuntungan tidak sampai 1200 rupiah sebelum dipotong ongkos lakban, apa bisa masih memberikan bubble wrap cuma²? Kalau cara berpikirnya adalah kalo untung cuma 1200 kenapa ga dinaikin harganya? Sudah… Kita naikin 1000 perak doang untuk kompensasi pemberian bubble yg sebenernya masih ga masuk hitungan kita. Dan penjualan langsung terjun bebas ke angka 0 per hari alias tidak ada penjualan. Jadi seller harus gimana kak? Kalo mau ga jualan produk itu sementara stok udah terlanjur masuk. Serba salah kita ini sebenernya. 1 Login untuk Membalas
HendraPenulis artikel10 November 2025 - (18:22 WIB)Permalink Dan lagi, yg jadi poin utama kita disini, bubble bahkan tidak menjamin produk tidak dimakan tikus ketika transit di gudang SPX. Yg kita keluhkan disini bukan hancur atau remuk tapi tikusnya. Pemberian bubble hanyalah sebagai alasan saja seakan kita tdk mau taat SOP. Login untuk Membalas
HendraPenulis artikel11 November 2025 - (23:27 WIB)Permalink Terima kasih untuk Shopee, per hari ini 11 November 2025 case ini sudah diselesaikan dengan baik. Kami berharap tidak akan ada lagi case serupa ini dikemudian hari dan semoga Shopee juga semakin baik dalam sisi service yang diberikan sebagai e-commerce terbesar di Indonesia. Login untuk Membalas
Fajar1414gg12 November 2025 - (09:23 WIB)Permalink Nggak semua seller online itu untungnya besar banyak seller yang untung per produknya hanya 1000 atau 2000 perak, belum lagi harus menghadapi potongan shopee yang semakin gila-gilaan, ditambah biaya packing seperti bubble dan lakban serta kardus keuntungan semakin tipis. Pertanyaannya kenapa harga nggak dinaikkan untuk menutupi biaya packing? Ya bisa dinaikkan kalau toko lain ikut naik harga jualnya. Lah kalau kita naik sendiri harga jualnya tapi toko lain nggak naik, ya akhirnya siapa yang mau beli di toko kita ? Di Indonesia ini jangankan beda 1000 perak, beda 100 perak aja orang bisa lari ke toko lain. Tapi saran bagi seluruh seller Sudah saatnya untuk tinggalkan shopee, ini marketplace paling jahat sejagat raya di mana seller tidak dianggap sebagai mitra tetapi dianggap sebagai budak. Dulu saya di shopee omset kotor saya sebulan itu mencapai 100 juta eh dihancurkan sendiri dengan berbagai kebijakan shopee yang mengada-ngada. Infonya sih orang dalam shopee sendiri banyak buka toko online sehingga mereka dengan sengaja menghancurkan toko-toko potensial yang bisa jadi pesaing supaya toko online mereka sendiri naik. Jadi shopee ini isinya mafia semua. Kita beralih aja ke marketplace lain ingat bahwa rezeki itu sudah ditakar sehingga tidak mungkin tertukar. Menutup toko di shopee bukan berarti rezeki pasti mati karena selain bukan mustahil toko kita akan semakin berkembang, dan itu sudah saya buktikan sendiri sekarang di mana toko saya di tik tok & lazada omsetnya malah berkali-kali lipat ketimbang shopee dulu. Tutup toko anda di shopee ketimbang ada makan hati akhir sakit lalu mati muda, amit amit jangan sampe mati cuma gara2 makan hati jualan di shopee Login untuk Membalas
Qhe12 November 2025 - (12:02 WIB)Permalink Ya jualan di shopee profit margin sangat tipis, karena shopee ambil 15% belum lagi ini mau naik lagi Login untuk Membalas
Stern14 November 2025 - (06:46 WIB)Permalink Ini dimakan hewan tikus atau manusia tikus ?? Masa standart gudang SPX ada tikusnya ?? Login untuk Membalas
Rizkiananda15 November 2025 - (13:36 WIB)Permalink Bermain Online ya seperti itu. Sudah hal lumrah untung buntung…..kalau g mau y jgn main online,,,,,karena mau ngotot komplain sprti apa kalau g di ACC y tinggal kita bersabar Login untuk Membalas