Kebijakan Shopee yang Membenarkan Tindak Penipuan yang Dilakukan oleh Pembeli

Salam sehat kepada seluruh pembaca Media Konsumen dan Tim Redaksi Media Konsumen.

Saya di sini sebagai seller Shopee dengan akun goldenphonestore ingin menyampaikan kerugian materiel yang saya alami karena keputusan Shopee yang membela pembeli yang melakukan penipuan.

Tanggal 19 Agustus kami mendapat pesanan handphone Realme Note 60 seharga Rp1.499.000 dengan nomor pesanan 2508198XGN59UW. Karena pesanan masuk malam hari, maka pesanan dikirim keesokan harinya tanggal 20 Agustus.

Bukti pesanan dan foto driver Grab yang mengantarkan paket instan tersebut:

 

Singkat cerita, pembeli pun sudah memberikan penilaian bintang 5 kepada toko kami pada hari yang sama, dana pun dicairkan ke kami sebagai pihak penjual. Bahkan pembeli sampai memberikan update penilaian sebagai berikut:

Tentu pembeli memberikan penilaian dengan sadar karena sampai dua kali memberikan penilaian.

Jarak empat hari, yaitu tanggal 24 Agustus, tiba-tiba pembeli tersebut meminta pengembalian barang dengan alasan barang tidak diterima. Pengembalian dana pun disetujui oleh pihak Shopee dan saldo penjual kami dipotong oleh Shopee.

Banyak kejanggalan dalam kejadian ini. Berikut beberapa alasan yang membuat kami curiga terhadap kasus ini:

  1. Alamat yang dituju merupakan alamat netral yaitu minimarket Alfamidi, bukan alamat rumah biasa.
  2. Pembeli tidak ada chat sepatah kata pun kepada kami baik dari tanggal 19 Agustus ketika pesanan dibuat hingga tanggal 24 Agustus ketika pengajuan pengembalian. Chat pertama pun kami yang memulai bertanya kepada pembeli.
  3. Pembeli mengirimkan bukan ke alamat yang bersangkutan, melainkan ke orang lain.
  4. Komplain tidak langsung terjadi pada hari pengiriman atau batas waktu yang telah kami tentukan yaitu 1×24 jam, yang sudah tercantum di deskripsi.

Sebenarnya kasus seperti ini sudah beberapa kali terjadi di toko kami, sehingga kami tahu bahwa kasus seperti ini merupakan penipuan. Entah itu si pembeli yang menipu langsung atau ada oknum lain yang menipu si pembeli dan melibatkan kami sebagai seller. Kami pun sudah mengecek ke alamat yang dituju yaitu Alfamidi Baleendah dan tidak ada nama karyawan yang bernama Ca*** sebagaimana nama yang tercantum di resi.

Saya di sini ingin mempertanyakan kapasitas Shopee sebagai salah satu e-commerce terbesar di Indonesia dalam menangani kasus seperti ini. Apakah pembeli selalu benar meskipun pembeli tersebut adalah penipu? Apakah selalu seller yang harus menjadi pihak yang dirugikan?

Saya berharap semoga Shopee bisa memperbaiki kebijakan tersebut, karena tidak semua kesalahan ada di pihak seller. Semoga Shopee bisa semakin maju ke depannya.

Terima kasih.

Wijaya
Kota Bandung, Jawa Barat


Update (20 September 2025): Terkait surat pembaca di atas, penulis memberikan klarifikasi dan apresiasi atas tanggapan dari pihak Shopee sebagai berikut:

 

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

12 komentar untuk “Kebijakan Shopee yang Membenarkan Tindak Penipuan yang Dilakukan oleh Pembeli

  • 18 September 2025 - (12:17 WIB)
    Permalink

    Luar biasa sekali saudara hahaha
    Pesanan sudah di selesaikan dan sudah di berikan rating 2x
    masih bisa di ajukan pengembalian dan auto win oleh sistem shopee ?
    hahahahaha
    besok2 pesen TV juga kaya gitu dah, loophole nya luar biasa

    memang dasar mental nya maling dari bawah sampai ke atas
    rusak sudah

    • 18 September 2025 - (17:18 WIB)
      Permalink

      Pengusiran secara halus. Dibuat terus kebijakan aneh2, dan aturan penegakannya semena2. Karena Shopee ngak butuh UMKM lokal.

    • 19 September 2025 - (11:42 WIB)
      Permalink

      Sudah terselesaikan.
      Shopee sudah mengembalikan dana saya per tanggal 8 September kemarin.

    • 19 September 2025 - (22:43 WIB)
      Permalink

      Masa masih ga tau juga sih kalo si pelaku itu orang dalam shopee sendiri ?? Orang dalam shopee bnyak bermain dgn cara :

      1. Ikutan buka toko. Toko mreka sendiri dinaikkan , toko pesaing (seller asli) sengaja dihancurkan

      2. Jual data penjualan ke scammer sehingga pihak scammer bisa menipu pembeli dgn modus “halo kak kami dari jasa kirim anu, mau infokan paket kk atas nama anu, alamat anu, nomor hp anu, nomor resi anu, nomor pemesanan anu tertukar dgn pembeli lain.” Ujung2nya pura2 mau kembalikan dana, minta nomor rekening, kasih kode otp dll

      3. Pura-pura jadi pembeli dan setelah barang diterima di alamat netral (seperti alamat masjid, Indomart dll, langsung ajukan pembatalan, nanti oknum di tim IT shopee yg akan beking tuk kembalikan dana ke saldo pembeli.

      Intinya , udah mau ganti tahun ke 2026 masih mau jual beli di shopee ?? Kocak bos ente kalo masih doyan ma shopee

  • 18 September 2025 - (18:40 WIB)
    Permalink

    Akibat semua diganti ai jd gini banyak cela tdk ada yg monitor mungkin kedepan akan lbh banyak kejahatan efek ai

    • 19 September 2025 - (11:42 WIB)
      Permalink

      Sudah terselesaikan.
      Shopee sudah mengembalikan dana saya per tanggal 8 September kemarin.

    • 23 September 2025 - (17:29 WIB)
      Permalink

      Lu di MK ga ush bawa bwa politik, ga nyambung gob**k shopee dari Singapura bukan asal Indonesia, belajar lagi apalagi bawa bawa solo saya tersinggung ga semua solo pro Jokowi

  • 20 September 2025 - (09:11 WIB)
    Permalink

    SAYA SELLER JUGA CAPE DI TIPU TERUS SAMA PEMBELI. JENGKEL NYA BUKTI PEMBELI FOTO NGASAL PUN DI BENARKAN OKEH TIM SHOPPE SEDANGKAN SELLLER PUNYA BUKTI LENGKAP .BANDING PUN TETAP DI TOLAK .PARAAH SIH

  • 21 September 2025 - (16:14 WIB)
    Permalink

    Halo smua,
    Sy juga seller besar di Shopee dan TTS. Dua marketplace terkenal yg membuat aturan untuk undang banyak maling2 meraja rela di marketplace. Mereka marketplace buat seenak perut aturan seperti bebas pengembalian tp beban biaya di bebankan di seller walaupun produk yg dikirim seller sudah sesuai dan bukti video packing an sudah kuat.
    Karena sy tidak percaya dgn system Shopee dan TTS. Sampai2 sy harus buat program khusus utk cek dana yg masuk utk dibandingkan dgn hrg produk setelah dipotong admin dll. Menemukan beberapa ongkos pengembalian tidak diganti setelah sy komplain dan di janjikan digantikan ongkir yg dibebankan ke seller.
    Menurut sy TTS (TikTok Shop) paling parah service chat admin dan tanggapan komplain.
    Kalian sbg seller harus buat system record penjualan dr pembeli dan bs notif ke seller apabila alamat pembeli sama ato mirip dgn pernah nipu2 biar tidak terulang kembali dan bs batalkan pesanan dr penipu2. Dan mengurangi resiko kary kita yg males dalam cek dana masuk dan bs juga mengurangi cost Mary. Smua bs di kerjakan secara automatis utk beberapa klik dalam pengecekan dana, stok gudang, stok barang yg dikirim per hari, berapa pesanan di jasa pengiriman tertentu per hr, dll

    Semoga info dari aku bermanfaat

  • 21 September 2025 - (16:44 WIB)
    Permalink

    Diantara buyer, seller, kurir, serta MP nya, kasta terendah adalah seller. Ada buyer Rojali, kurir maling serta MP yg selalu yg berpihak ke buyer.

 Apa Komentar Anda?

Ada 12 komentar sampai saat ini..

Kebijakan Shopee yang Membenarkan Tindak Penipuan yang Dilakukan oleh …

oleh Wijaya dibaca dalam: 2 menit
12