Ilustrasi via Gemini AI Keluhan Surat Pembaca Kebijakan Shopee yang Membenarkan Tindak Penipuan yang Dilakukan oleh Pembeli 18 September 202520 September 2025 Wijaya 12 Komentar Alasan pengembalian, Bukti pengiriman, Customer complaint handling, Customer Service, dispute, e-Commerce, Ganti Rugi, Indikasi Fraud, Jualan Online, Kebijakan pengembalian barang, Klaim Kehilangan, Komplain pelanggan, Marketplace, Mediasi Konsumen, Paket kiriman hilang, Pengembalian dana, Pusat Resolusi Shopee, Refund, Retur barang, Retur paket, Shopee, SOP, Standard Operating Procedures, Syarat dan Ketentuan Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Salam sehat kepada seluruh pembaca Media Konsumen dan Tim Redaksi Media Konsumen. Saya di sini sebagai seller Shopee dengan akun goldenphonestore ingin menyampaikan kerugian materiel yang saya alami karena keputusan Shopee yang membela pembeli yang melakukan penipuan. Tanggal 19 Agustus kami mendapat pesanan handphone Realme Note 60 seharga Rp1.499.000 dengan nomor pesanan 2508198XGN59UW. Karena pesanan masuk malam hari, maka pesanan dikirim keesokan harinya tanggal 20 Agustus. Bukti pesanan dan foto driver Grab yang mengantarkan paket instan tersebut: Singkat cerita, pembeli pun sudah memberikan penilaian bintang 5 kepada toko kami pada hari yang sama, dana pun dicairkan ke kami sebagai pihak penjual. Bahkan pembeli sampai memberikan update penilaian sebagai berikut: Tentu pembeli memberikan penilaian dengan sadar karena sampai dua kali memberikan penilaian. Jarak empat hari, yaitu tanggal 24 Agustus, tiba-tiba pembeli tersebut meminta pengembalian barang dengan alasan barang tidak diterima. Pengembalian dana pun disetujui oleh pihak Shopee dan saldo penjual kami dipotong oleh Shopee. Banyak kejanggalan dalam kejadian ini. Berikut beberapa alasan yang membuat kami curiga terhadap kasus ini: Alamat yang dituju merupakan alamat netral yaitu minimarket Alfamidi, bukan alamat rumah biasa. Pembeli tidak ada chat sepatah kata pun kepada kami baik dari tanggal 19 Agustus ketika pesanan dibuat hingga tanggal 24 Agustus ketika pengajuan pengembalian. Chat pertama pun kami yang memulai bertanya kepada pembeli. Pembeli mengirimkan bukan ke alamat yang bersangkutan, melainkan ke orang lain. Komplain tidak langsung terjadi pada hari pengiriman atau batas waktu yang telah kami tentukan yaitu 1×24 jam, yang sudah tercantum di deskripsi. Sebenarnya kasus seperti ini sudah beberapa kali terjadi di toko kami, sehingga kami tahu bahwa kasus seperti ini merupakan penipuan. Entah itu si pembeli yang menipu langsung atau ada oknum lain yang menipu si pembeli dan melibatkan kami sebagai seller. Kami pun sudah mengecek ke alamat yang dituju yaitu Alfamidi Baleendah dan tidak ada nama karyawan yang bernama Ca*** sebagaimana nama yang tercantum di resi. Saya di sini ingin mempertanyakan kapasitas Shopee sebagai salah satu e-commerce terbesar di Indonesia dalam menangani kasus seperti ini. Apakah pembeli selalu benar meskipun pembeli tersebut adalah penipu? Apakah selalu seller yang harus menjadi pihak yang dirugikan? Saya berharap semoga Shopee bisa memperbaiki kebijakan tersebut, karena tidak semua kesalahan ada di pihak seller. Semoga Shopee bisa semakin maju ke depannya. Terima kasih. Wijaya Kota Bandung, Jawa Barat Update (20 September 2025): Terkait surat pembaca di atas, penulis memberikan klarifikasi dan apresiasi atas tanggapan dari pihak Shopee sebagai berikut: Surat Klarifikasi dan Apresiasi untuk Shopee Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Ferry18 September 2025 - (12:17 WIB)Permalink Luar biasa sekali saudara hahaha Pesanan sudah di selesaikan dan sudah di berikan rating 2x masih bisa di ajukan pengembalian dan auto win oleh sistem shopee ? hahahahaha besok2 pesen TV juga kaya gitu dah, loophole nya luar biasa memang dasar mental nya maling dari bawah sampai ke atas rusak sudah 1 Login untuk Membalas
Bob18 September 2025 - (17:18 WIB)Permalink Pengusiran secara halus. Dibuat terus kebijakan aneh2, dan aturan penegakannya semena2. Karena Shopee ngak butuh UMKM lokal. Login untuk Membalas
WijayaPenulis artikel19 September 2025 - (11:42 WIB)Permalink Sudah terselesaikan. Shopee sudah mengembalikan dana saya per tanggal 8 September kemarin. Login untuk Membalas
fajar19 September 2025 - (22:43 WIB)Permalink Masa masih ga tau juga sih kalo si pelaku itu orang dalam shopee sendiri ?? Orang dalam shopee bnyak bermain dgn cara : 1. Ikutan buka toko. Toko mreka sendiri dinaikkan , toko pesaing (seller asli) sengaja dihancurkan 2. Jual data penjualan ke scammer sehingga pihak scammer bisa menipu pembeli dgn modus “halo kak kami dari jasa kirim anu, mau infokan paket kk atas nama anu, alamat anu, nomor hp anu, nomor resi anu, nomor pemesanan anu tertukar dgn pembeli lain.” Ujung2nya pura2 mau kembalikan dana, minta nomor rekening, kasih kode otp dll 3. Pura-pura jadi pembeli dan setelah barang diterima di alamat netral (seperti alamat masjid, Indomart dll, langsung ajukan pembatalan, nanti oknum di tim IT shopee yg akan beking tuk kembalikan dana ke saldo pembeli. Intinya , udah mau ganti tahun ke 2026 masih mau jual beli di shopee ?? Kocak bos ente kalo masih doyan ma shopee Login untuk Membalas
Tjahya18 September 2025 - (18:40 WIB)Permalink Akibat semua diganti ai jd gini banyak cela tdk ada yg monitor mungkin kedepan akan lbh banyak kejahatan efek ai Login untuk Membalas
WijayaPenulis artikel19 September 2025 - (11:42 WIB)Permalink Sudah terselesaikan. Shopee sudah mengembalikan dana saya per tanggal 8 September kemarin. Login untuk Membalas
Pihoeri20 September 2025 - (04:03 WIB)Permalink Bubarkan apk ecomerce genk solo ledakan kantornya biar kapok 1 Login untuk Membalas
Vivi23 September 2025 - (17:29 WIB)Permalink Lu di MK ga ush bawa bwa politik, ga nyambung gob**k shopee dari Singapura bukan asal Indonesia, belajar lagi apalagi bawa bawa solo saya tersinggung ga semua solo pro Jokowi 1 Login untuk Membalas
Yanto20 September 2025 - (09:11 WIB)Permalink SAYA SELLER JUGA CAPE DI TIPU TERUS SAMA PEMBELI. JENGKEL NYA BUKTI PEMBELI FOTO NGASAL PUN DI BENARKAN OKEH TIM SHOPPE SEDANGKAN SELLLER PUNYA BUKTI LENGKAP .BANDING PUN TETAP DI TOLAK .PARAAH SIH Login untuk Membalas
Reivax21 September 2025 - (16:14 WIB)Permalink Halo smua, Sy juga seller besar di Shopee dan TTS. Dua marketplace terkenal yg membuat aturan untuk undang banyak maling2 meraja rela di marketplace. Mereka marketplace buat seenak perut aturan seperti bebas pengembalian tp beban biaya di bebankan di seller walaupun produk yg dikirim seller sudah sesuai dan bukti video packing an sudah kuat. Karena sy tidak percaya dgn system Shopee dan TTS. Sampai2 sy harus buat program khusus utk cek dana yg masuk utk dibandingkan dgn hrg produk setelah dipotong admin dll. Menemukan beberapa ongkos pengembalian tidak diganti setelah sy komplain dan di janjikan digantikan ongkir yg dibebankan ke seller. Menurut sy TTS (TikTok Shop) paling parah service chat admin dan tanggapan komplain. Kalian sbg seller harus buat system record penjualan dr pembeli dan bs notif ke seller apabila alamat pembeli sama ato mirip dgn pernah nipu2 biar tidak terulang kembali dan bs batalkan pesanan dr penipu2. Dan mengurangi resiko kary kita yg males dalam cek dana masuk dan bs juga mengurangi cost Mary. Smua bs di kerjakan secara automatis utk beberapa klik dalam pengecekan dana, stok gudang, stok barang yg dikirim per hari, berapa pesanan di jasa pengiriman tertentu per hr, dll Semoga info dari aku bermanfaat Login untuk Membalas
Didiet Prasetyo21 September 2025 - (20:51 WIB)Permalink Pakai program apa kak managemen nya? Login untuk Membalas
Indra21 September 2025 - (16:44 WIB)Permalink Diantara buyer, seller, kurir, serta MP nya, kasta terendah adalah seller. Ada buyer Rojali, kurir maling serta MP yg selalu yg berpihak ke buyer. Login untuk Membalas