Hati-Hati Keluhan Surat Pembaca Pembeli Tertipu Gestun yang Mencatut Toko Saya, Shopee Menolak Menghapus Rating Bintang 1 8 Maret 20268 Maret 2026 Wijaya 29 Komentar Bukti pengiriman, Customer complaint handling, Customer Service, dispute, e-Commerce, Gesek Tunai, gestun, Indikasi Fraud, Jualan Online, Komplain pelanggan, Marketplace, Modus Penipuan, PayLater, Pengajuan banding, Penipuan, Penipuan online, Penipuan via Instagram, Penipuan via WhatsApp, Performa akun, Performa Toko, Pusat Resolusi Shopee, rating, rating konsumen, Rating penjual, Reputasi penjual, Shopee, Shopee SPayLater, SOP, SPayLater, Standard Operating Procedures, Star Seller, Syarat dan Ketentuan Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Salam sehat untuk seluruh tim redaksi Media Konsumen dan para pembacanya. Saya adalah penjual di Shopee dengan akun: goldenphonestore, yang merasa dirugikan karena Shopee menolak untuk menghapus penilaian buruk pada toko kami. Kesalahan yang terjadi sebenarnya disebabkan oleh kelalaian mereka sendiri yang terjebak oleh modus penipuan jasa pencairan dana. Pihak pembeli sebelumnya tidak pernah melakukan komunikasi dengan kami, pihak Golden Phone Store. Mereka mengklaim ada pihak yang menawarkan jasa gestun dari Instagram dan WhatsApp, yang mengaku berasal dari Golden Phone Store. Padahal kami tidak pernah menghubungi mereka melalui aplikasi di luar Shopee. Kasus Pertama Pembeli melakukan pemesanan tiga unit HP Samsung A56, nomor pesanan: 260107DFFM8D28 (7 Januari 2026). Terlampir bukti yang menunjukkan bahwa pembeli yang berdomisili di Jakarta, mengirimkan barangnya ke Bandung dengan alamat yang tidak jelas dan tanpa nomor rumah penerima. Pemilik akun mengancam akan memviralkan toko kami di Instagram, Threads, X, dan lain-lain sebagai penipu, padahal kasus ini sudah masuk ke ranah pidana karena mencemarkan nama baik toko kami. Terakhir, pemilik akun juga telah melaporkan kami ke polisi, padahal jelas kesalahan ada di pihaknya. Semoga pemilik akun tersebut membaca artikel ini dan menyadari bahwa kesalahan ada di pihaknya. Saya juga berharap pihak Shopee mau memberikan nomor kontak pemilik akun tersebut. Kasus Kedua Pada kasus kedua ini, saya tidak mengerti bagaimana pemilik akun bisa tertipu tiga kali dan membuat tiga pesanan hp Realme Note 70 yang dikirim ke McDonald’s BEC Bandung. Nomor pesanan: 260215QYFE8X1M (15 Februari 2026), 260212H2KB4GS5 (12 Februari 2026), 2602099BS2DWU2 (9 Februari 2026). Setelah diselidiki, pemilik akun ternyata bukan pegawai McDonald’s dan juga tertipu oleh jasa pencairan dana. Singkat cerita, mereka semua ini tertipu oleh jasa pencairan dana yang membawa nama toko kami. Kami di sini hanya bertugas mengirimkan paket sesuai dengan pesanan. Namun, pembeli dengan seenaknya memberikan bintang satu kepada toko kami untuk kelalaian yang sebenarnya dia lakukan sendiri. Kami sebagai penjual tentu tidak menerima penilaian bintang satu tersebut karena kami telah mengirimkan paket sesuai dengan pesanan dari pemilik akun. Kami telah mengajukan banding untuk menghapus penilaian yang tidak bertanggung jawab itu kepada CS Shopee, namun kami mendapatkan penolakan. Sebagai pihak penjual, saya merasa kecewa dengan kebijakan ini karena saya selalu berusaha untuk menjaga pelayanan dan kualitas produk yang kami tawarkan, sehingga kami berhasil mendapatkan lebih dari 10 ribu penilaian bintang lima. Menurut saya, kebijakan ini tidak tepat untuk diterapkan, karena banyak pembeli yang tidak bertanggung jawab dalam memberikan penilaian, meskipun kami sebagai penjual telah memberikan pelayanan terbaik. Saya mohon agar Shopee mengevaluasi kembali kebijakan ini dan menghapus penilaian tersebut. Semoga ke depannya Shopee dapat lebih bijak dalam merumuskan kebijakan, sehingga jika ada masalah, dapat diselesaikan langsung dengan CS Shopee. Alexander Bandung, Jawa Barat Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Jack8 Maret 2026 - (10:54 WIB)Permalink Hayo intel mediakonsumen. Silakan check tokonya dulu. Karena banyak muncul toko gestun di mediakonsumen. Seakan-akan korban tapi pelaku. Kepada penulis. Harap menunggu intel core mediakonsumen muncul ya. 1 1 Login untuk Membalas
Untung9 Maret 2026 - (10:06 WIB)Permalink Itu 3korban apa 3pelaku? Bukan ny yg bisa komentar di toko itu pembeli yg sudah beli produk? Apa org luar yg gk beli bisa komen ulasan? Gk ngerti sy Login untuk Membalas
Vijran9 Maret 2026 - (11:20 WIB)Permalink Itu ada 2 kasus. Pertanyaan saya mohon maaf, kenapa penipu gestunnya mengarahkan pembelian hp lewat toko shopee nya TS? Masuk akal juga kalau buyer curiga, penyedia jasa gestun dan pemilik toko satu komplotan. Login untuk Membalas
Jack9 Maret 2026 - (11:44 WIB)Permalink Biasanya paket harus di retur kan? Itu driver Grab pasti sudah menghubungi. Jika tidak ada pembeli ditempat maka diretur. Masalahnya kenapa penulis selaku toko meminta hapus rating 1 yakan? 1 Login untuk Membalas
Jack9 Maret 2026 - (11:56 WIB)Permalink Paling saya bingung adalah pembeli membeli hp ke penulis. Lalu penulis mengirimkan barang dengan pilihan kurir GrabExpress oleh pilihan pembeli. Penjual mengatakan bahwa pembeli domisili jakarta, dan alamat penerima tidak jelas dan nomor rumah tidak jelas. Kalau driver menemukan kecurigaan berupa alamat tidak jelas dan penerima tidak jelas, harusnya di retur dong. Dan ada review pembeli itu, berarti pembeli menerima dong. Dan sampai saat ini, setiap adanya surat beginian tentang gestun maka penulis tidak muncul. Semua surat toko gestun bakalan tidak muncul setelah surat terbit. Enggak tahu ini penulis tidak muncul-muncul. 1 Login untuk Membalas
Noval9 Maret 2026 - (15:26 WIB)Permalink jadi ini penipu buka jasa gestun di media sosial , nah bodoh nya korban mau2 nya beli di toko orange ,tapi pake alamat nya penipu yg mana sudah disamarkan alamat nya ,jadi pas ekspedisi kirim itu paket otomatis konfirmasi ke no telp penipu ,baru lah disini penipu nyamperin paket tersebut ke kurir ,disini toko tidak salah karena hanya dijadikan alat oleh penipu ,korban juga sudah benar lapor polisi atas penipuan ini ,toko pun harus laporan polisi juga , sehingga suatu saat ada panggilan dr penyidik sudah siap dengan jawaban nya , saran untuk toko buat pemberitahuan ditoko nya agar konsumen chat terlebih dahulu sebelum membeli produk, sehingga bisa mencegah hal seperti ini terulang lagi . 1 Login untuk Membalas
Jack9 Maret 2026 - (16:00 WIB)Permalink Serius? Itu toko reviewnya tahun 2024 ke bawah. Belum ketemu 2025 dan 2026. Ada beberapa toko yang sudah gulung tikar akhirnya menjual toko shopee nya ke orang lain. Ada kok. 😁 1 Login untuk Membalas
Eko11 Maret 2026 - (19:47 WIB)Permalink Saya bingung dengan toko ini, Katanya kirim ke penerima yg salah , tapi kok bukannya ngurusin paket yang salah kirim, tapi malah ngurusin bintang 1? Apakah seller dan penipu satu komplotan gestun? Login untuk Membalas
WijayaPenulis artikel9 Maret 2026 - (15:31 WIB)Permalink Contoh kasus : saya mengaku pegawai bank BCA menghubungi anda dan memberitahu anda mendapat hadiah Mobil, tapi anda harus transfer dahulu pajak mobil tersebut sebesar 5juta rupiah baru mobil nya bisa dikirim ke anda. Apakah anda mau percaya atau tidak? Setiap orang bisa mencatut nama perusahaan manapun. Login untuk Membalas
Jack9 Maret 2026 - (16:01 WIB)Permalink Saya curiga itu tokomu, kau beli. Karena review toko, saya belum ketemu pembelian tahun 2025 ke 2026. Coba sanggah ini. 1 Login untuk Membalas
WijayaPenulis artikel9 Maret 2026 - (20:29 WIB)Permalink Biasakan membaca dahulu dan dipikir dengan baik2.. jangan kebiasaan mulut dulu yang beraksi baru otak yang bekerja.. Malu om.. Kita semua jadi tahu tingkat kecerdasan om jack haha Login untuk Membalas
Jack9 Maret 2026 - (20:33 WIB)Permalink Hah? Wkwkwkwkw itu ada 2 kasus. Kasus pertama. Pembeli sudah ajukan pengembalian dengan notice pembeli. Lalu membeli lagi. Dan yap ente accept itu pembelian. Itu sengaja atau memang memang? 🤣🤣🤣 Review toko ente banyak tahun 2024 nya. Kemana review tahun 2025 ke 2026? 1
Jack9 Maret 2026 - (20:35 WIB)Permalink Wkwkwk saya bilang. Kenapa review tokomu yang saya lihat 2024 ke bawah. Tidak ada review tahun 2025 ke 2026? Otak matamu kemana? 1
Jack9 Maret 2026 - (20:39 WIB)Permalink Ada kasus toko Mall Romoss khusus jualan powerbank, sekarang itu toko Mall Romos tidak ada dan berubah menjadi nama toko lain yang menjual HP. Biasanya proses jual toko adalah orang terdekat pemilik toko tersebut. Yang saya tanya, kenapa review tokomu tahun 2024 ke bawah? 🤭🤭 1
Abo Cah10 Maret 2026 - (21:17 WIB)Permalink biarkan saja masbro, ini org ternak akun tp ngatain org lain ternak akun alias maling teriak maling, ga perlu diladenin org macam begini perhatikan saja komen2nya, ini org bth perhatian ini akun klonengannya: https://mediakonsumen.com/author/jakob komenin org lain buzzer n ternak akun karena tidak sependapat dengan kemauannya, tp sendirinya ternak akun : https://mediakonsumen.com/2025/10/15/surat-pembaca/sudah-bayar-bpjs-tk-terkena-pemotongan-lagi-oleh-grab note: jgn pernah ladenin org dengan tingkat kecerdasan rendah
Jack9 Maret 2026 - (11:43 WIB)Permalink Biasanya paket harus di retur kan? Itu driver Grab pasti sudah menghubungi. Jika tidak ada pembeli ditempat maka diretur. Masalahnya kenapa penulis selaku toko meminta hapus rating 1 yakan? 1 Login untuk Membalas
WijayaPenulis artikel9 Maret 2026 - (15:27 WIB)Permalink Menurut keyakinan saya pemikiran anda tidak sampai ke permasalahan. Jadi menurut saya, diam itu adalah emas 1 Login untuk Membalas
Jack9 Maret 2026 - (15:57 WIB)Permalink Ahl serius dirimu? 😁😁 Harusnya kau lapor ke Polda sana. 🤣🤣 Masa ngurusin rating 1? Login untuk Membalas
Revaline9 Maret 2026 - (17:29 WIB)Permalink Saran saya minta screenshot si pembeli sama penipu , buat lampiran banding. Login untuk Membalas
Jack9 Maret 2026 - (20:52 WIB)Permalink Kwkwkwk Kalau si penulis berani. Si penulis lebih ngurusin bintang 1 nya. Itu kasus sudah dua kali. Pembelian pertama, si pembeli sudah mengajukan pengembalian barang. Lalu si pembeli membeli kembali. Dan yap si penjual tetap kirim, padahal itu penjual sekaligus penulis tahu dong itu pembeli. Biasanya yang sudah tahu gitu, bisa terlibat juga karena sudah mengetahui. Terlibat secara sadar dan memang penjual pasti tahu, ahk penting laku dan masuk duit. 😁 1 Login untuk Membalas
Revaline12 Maret 2026 - (09:33 WIB)Permalink Iya makanya aku saranin buat lampirin chat pembeli sama si penipu , buat pembelaan dia juga. Dari situ kita bisa nilai juga ini permainan atau memang murni korban. Memang sendikit agak janggal , biasanya kalau ada yang tertipu dia lampirin bukti chatnya , yang nunjukin kalau dia ketipu. Yang ada malah chat pembeli sama toko , dimana dia ngaku di ancam mau diviralkan tp posisi chatnya terbalik. 😁 Login untuk Membalas
Putra9 Maret 2026 - (20:20 WIB)Permalink sudah lapor ke pihak berwajib katanya, kocak wkwkwk lah dia kan juga melalukan tindakan ilegal (gestun), gimana sih wkwkwkw Login untuk Membalas
eRyodan9 Maret 2026 - (21:35 WIB)Permalink Seler dan buyer sama gestun ini modus segitiga dah sering terjadi biasa ada komplotanya utk mengarahkan target biar percaya Login untuk Membalas
Jack9 Maret 2026 - (22:11 WIB)Permalink Sayapun curiga, masa itu kasus 2 kali. Si pembeli membeli dua kali. Dan yap si penjual tetap mengirimkan, padahal si pembeli pada kasus pertama sudah mengajukan refund atau memberikan rating 1. Si penjual sudah tahu dong itu akun pembeli pada kasus 1. Kalau di kirim sama penjual, sudah kearah setuju secara halus tindakan itu. Apalagi penjual tahu metode pembayaran yaitu melalui paylater. Harusnya di cancel dong pada kasus kedua saat si pembeli melakukan pembelian lagi. Harusnya dibatalkan dong. Dan lagi reviewnya tahun 2024 ke bawah. Tidak ada review 2025 ke 2026. 1 Login untuk Membalas
WijayaPenulis artikel10 Maret 2026 - (19:52 WIB)Permalink Gas aja bro. itu no nya. kita liat nyali mu sebesar omongan mu tidak Login untuk Membalas
Reza10 Maret 2026 - (05:06 WIB)Permalink Terlepas niat gestun atau tidak, gestun itu bisa dipidana dengan pasal pencucian uang. Masalah ini gestun atau bukan, biarkan publik menilai. Saya hanya mengingatkan warganet agar tidak melakukan tindak pidana Login untuk Membalas
Vivo10 Maret 2026 - (22:19 WIB)Permalink Udh pernah kena saya gestun sekali di tiktok, kapok ketipu, jgn pernah percaya dgn gestun2, ga ada yg bener. Klo udh ketipu ga bakal balik lg duitnya, anggap aja buang sial. Untuk para pelaku tobatlah kalian, tanggungjawab di akherat berat, duit ga seberapa siksanya mengerikan. Login untuk Membalas