Keluhan Surat Pembaca Dana Refund Dicairkan Tanpa Retur Barang, Penjual Tokopedia Dirugikan 28 November 20256 Desember 2025 orlin 16 Komentar Alasan pengembalian, Asuransi Pengiriman, asuransi pengiriman kurir, Belanja Online, Celah sistem, Customer complaint handling, Customer Service, Dana hasil penjualan, dispute, e-Commerce, Jual beli online, Jualan Online, Kebijakan pengembalian barang, Marketplace, Pengembalian dana, Potongan hasil penjualan, program bugs, Pusat Resolusi Tokopedia, Refund, Retur barang, Sistem bermasalah, Sistem otomatis, SOP, Standard Operating Procedures, Syarat dan Ketentuan, Tokopedia, Tokopedia Care Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Perkenalkan semua, saya adalah penjual di Tokopedia dengan nama toko LioLins. Saya ingin menyampaikan pengalaman kurang menyenangkan terkait proses refund yang merugikan saya sebagai penjual. Berikut kronologinya: Pada 4 November 2025, saya mengirimkan barang kepada pembeli dengan Order ID 581043468871697570. Barang diterima pembeli pada 7 November 2025, dalam kondisi baik dan dilengkapi tamperproof seal sebagai bukti keaslian. Sejak pembeli menerima barang hingga 14 November 2025, status dana berada di unsettled, menunggu tindakan pembeli atau keputusan sistem Tokopedia. Namun pembeli tidak melakukan tindakan apa pun, dan saya sudah berkali-kali membuat tiket ke Tokopedia, tetapi jawabannya selalu template dan tidak membantu. Pada 20 November 2025 sekitar pukul 16.00 WIB, saya menghubungi Live Chat Tokopedia. Agen bernama He****** menyarankan saya menekan tombol “Approve”, dengan penjelasan bahwa: Pembeli akan mengirimkan barang kembali kepada saya. Dana tidak akan dicairkan kepada pembeli sampai saya menerima barang dan mengonfirmasi kondisinya. Karena penjelasan tersebut terdengar seperti prosedur resmi, saya mengikuti arahan tersebut. Namun setelah saya menekan tombol “Approve”, yang terjadi justru sebaliknya: dana langsung dicairkan oleh sistem kepada pembeli tanpa pengembalian barang sedikit pun. Ketika saya kembali menanyakan ke customer service, jawabannya berubah menjadi: “Penjual sudah menyetujui pengembalian dana tanpa retur.” Padahal persetujuan saya diberikan berdasarkan informasi yang tidak sesuai SOP dari agen Live Chat. Saat ini saya telah melaporkan kejadian ini ke Polres Majalengka dan laporan tersebut telah diterima dalam bentuk STPL, karena peristiwa ini berpotensi merugikan pelaku usaha dan melibatkan dugaan penyalahgunaan fitur refund. Saya membuat tulisan ini bukan untuk menyerang pihak mana pun. Saya hanya ingin mendapatkan kejelasan dan keadilan karena: Barang tidak kembali kepada saya, Dana dicairkan ke pembeli, Dan hal tersebut terjadi setelah saya mengikuti arahan resmi dari agen Tokopedia. Harapan saya, Tokopedia dapat meninjau kembali kasus ini dengan serius, memeriksa log internal, dan memberikan solusi agar kerugian saya bisa dipulihkan serta kejadian seperti ini tidak menimpa penjual lain. Terima kasih kepada Media Konsumen yang telah menyediakan ruang bagi konsumen dan pelaku usaha untuk mencari keadilan. Hormat saya, Anjar Majalengka, Jawa Barat Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Yusrida28 November 2025 - (19:39 WIB)Permalink Wah mantab ini…memang harus dikasih pelajaran ini platform.. Cs nya ga berkompeten dan lebih banyak merugikan seller. Semoga menjadi inspirasi untuk seller lainnya Login untuk Membalas
orlinPenulis artikel28 November 2025 - (22:03 WIB)Permalink Kalo saya klik opsi 2 “issue full refund”, oke lah kalo saya dianggap “sedekah”, barang ga balik, uang pun balik ke pembeli. Ini saya klik tombol paling atas “approve” lho padahal. Keterangan jelas2 “dana tidak akan diberikan ke pembeli sampai saya selesai mengkonfirmasi” tapi malah sebaliknya ini mah kocak sekali. Login untuk Membalas
Aku30 November 2025 - (23:39 WIB)Permalink Saya yakin ini kesalahan anda sendiri, saya sudah 3x menerima retur barang Setiap approve itu cukup 1x saja untuk setuju menerima retur Jika anda tanpa sengaja klik approve lagi tanpa membaca deskripsi approve nya yang kedua itu salah anda sendiri, karena yang kedua itu approve untuk retur tanpa mengembalikan barang. Ini kesalahan anda sendiri bukan kesalahan customer support Tokopedia. Di gambar juga tertera jelas Ada proses ” seller approved return request” Setelah itu harusnya anda gak ush klik klik atau tekan tombol apa apa lagi, pasti anda menekan tombol approve lagi dan tidak membaca jadi akhirnya ada keterangan “Seller refund the customer requiring the return of the items” Lain kali itu BACA BAIK BAIK sebelum asal tekan lagi, ingat tekan cukup 1X Saya juga pernah hampir melakukan kesalahan seperti itu Login untuk Membalas
Wandy2 Desember 2025 - (12:50 WIB)Permalink Preet anda cs tokopedia atau pembeli sepertinya…. Kita kalo uda jadi seller pasti mengerti betul apa yang kita klik, karna berhubungan dengan barang dagangan. Benar adanya, sejak merger sama tiktok, tokopedia jadi byk gak jelas, pembeli baru ajukan retur, hanya tersedia pilihan tanggapi, ketika seller klik, itu otomatis langsung mengembalikan dana ke pembeli tanpa kembali barang….sudah banyak seller yang mengalami sistem bobrok ini…. kalo ketemu pembeli jujur sih mau dia balikin manual,tapi kalo bangsat ya tau sendiri! Maka saran saya kalo ada pengajuan retur mending tolak dulu, nanti baru pilihannya bisa diatur lagi biar gak resiko !! Login untuk Membalas
orlinPenulis artikel2 Desember 2025 - (13:23 WIB)Permalink Saya pengen tau. Ada berapa banyak sih seller tikotok dan tokped yg punya masalah kaya gini? Asli penasaran, apa ada kebijakan pemerintah ikut serta dalam hal ini atau bagaimana sih? Kok makin sini makin parah? Atau ini murni kebobrokan platform aja? Tapi si oren juga sekarang mah gratis ongkir (penjual yg tanggung). Apa era “bakar bakar duitnya” udah habis kah? Atau apa sih? Update apa ini yg terlewat? Apakah “kebijakan menkeu” terdahulu apa2 dipajakin baru dirasakan sekarang2 ini kah? Atau apa ini tuh? Login untuk Membalas
G Joko1 Desember 2025 - (01:07 WIB)Permalink wkwk. Sama nih saya baru ngalamin tapi belum saya komplain. Persis, buyer komplain pengembalian barang. Alasannya juga sama tidak sesuai deskripsi. saya approve. kok dana dicairkan tanpa pengembalian produk. Analisa saya ini kesalahan sistem, semenjak Tiktok seller Center. Sistemnya belum siap tapi dipaksa launcing. Aplikasi mobilenya lebih parah lagi gag bisa edit produk, gag bisa lihat history. dll Semisal seller mau mengembalikan dana ke buyer tanpa mengembalikan barang harusnya ada filter lagi seperti kalau mau kasih rating bintang satu. kenapa memberi bintang satu? alasannya?. Dinalar logika aja gag masuk, jualan kan cari untung, adapun kalau ada masalah pasti yang dicari win win solusi. Kalau gini kan sama halnya bikin giveaway cuma2 aja. atau sekalian bikin bandan amal. Login untuk Membalas
orlinPenulis artikel1 Desember 2025 - (09:37 WIB)Permalink 1 lagi kecacatan apikasi seller tokopedia yaitu Ga bisa edit/setting ekspedisi. Terus masih ada aja orang yg bilang kesalahahan di pihak seller. Terus aplikasinya ngapain di launching kalo masih banyak kecacatan? Yg ga pake aplikasi seller tokopedia pasti dengan gampangnya bilang “ya makanya pake desktop atau laptop dong”. Astaga. Hidup udah dibikin mudah, mesti bawa2 benda yg ga bisa dimasukkin saku celana tuh konyol. Mobilisasi orang beda2. Si OREN jauh lebih baik dengan UI bikin nyaman baca ga ngerusak mata (tombol di dalam tombol di dalam tombol). Aplikasi seller dan buyer si oren pun terintegrasi dalam 1 aplikasi. Login via desktop pun sama. Tokopedia mah beda login. Banyak cacatnya, cs cuma ada senin-jumat 09:00-23:00. Kirain sudah berbenah jadi lebih baik dari 2 tahun lalu, ternyata tidak ada update ke arah yg lebih baik. Kalah telak sama oren. Login untuk Membalas
rizal2 Desember 2025 - (11:57 WIB)Permalink Pihak aplikasi cuma mementingkan konsumen tanpa memikirkan pihak seller Sama aja semua aplikasi gada yg mihak seller Login untuk Membalas
orlinPenulis artikel2 Desember 2025 - (13:10 WIB)Permalink Jualan di marketplace sekarang berasa daftar gofood&grabfood. Potongan udah di atas 15%. Sekarang mah balik lagi, toko offline bisa jadi “pilihan yg paling tepat” lagi ke depannya. Login untuk Membalas
Asep1 Desember 2025 - (09:06 WIB)Permalink Emang Sekarang aturan makin seenaknya,udah potongan sangat tinggi,sedikit2 pelanggaran,di tambah pembeli bisa minta pengembalian dana Tampa retunt barang, sangat merugikan penjual,jualan online di e-commerce untuk sekarang sudah tidak menarik lg, Login untuk Membalas
orlinPenulis artikel1 Desember 2025 - (09:26 WIB)Permalink Buzzer tokopedia? Bisa baca cs ngarahin pencet tombol apa? Terus apa anda pikir iq saya seperti anda? Anda nyuruh baca, anda sendiri masih MENGEJA? “seller approve return request” “seller approve issue full refund” ngerti bedanya ga? Untuk apa saya klik “approve” berkali2? ketika saya klik “approve” sekali, order langsung di close sepihak sama tokopedia. Kalo anda klik approve berkali2, kedunguan di pihak anda. Kasus saya, order langsung di tutup atau dispute close. Lalu bukti arahan admin ini untuk apa saya paparkan? Saya hanya mengikuti petunjuk yg saya percayai perwakilan dari tokopedianya itu sendiri. 0 Login untuk Membalas
Rudy1 Desember 2025 - (10:32 WIB)Permalink Kadang bingung lihat tokopedia marketplace sekarang, mereka kasih diskon, potongan seller makin dibesarin, belum lagi chat to cs slow respon banget. Ngga sesuai, entah apa yang dibenahin. Login untuk Membalas
Adi1 Desember 2025 - (10:45 WIB)Permalink Sudah kontak pembeli? Parah juga ya pembeli, barang ditahan lamanya. Kalo benar seperti yang anda ceritakan, ketika klik approve, dana langsung cair, bearti kesalahan ada di tokopedia. Atau apakah anda tdk salah klik pilihan ke 2? Refund tanpa pengembalian barang. Login untuk Membalas
orlinPenulis artikel1 Desember 2025 - (12:37 WIB)Permalink Pembeli menghilang dari chat dari awal terima barang dan ngajuin retur (7 nov). Dan untuk dapet nomor pembeli, kudu ada surat laporan polisi buat ke pihak j&t. Udah saya hubungi, dan dia tidak ada niatan ngembaliin barang, bahkan bilang hp nya mati total lah (dugaan saya, dia niat nawar serendah2nya atau sudah merasa “memiliki” dan banyak lagi alasan dia, yg sudah bisa masuk delik pidana, dari balasan chat nya) Pas saya bilang saya ada bukti video barang yg saya kirim normal. Dan kalo barang tidak dikembalikan dalam keadaan seperti awalnya, saya lanjutkan ke pihak berwenang, barulah dia bilang, “nanti saya coba cas dulu hp nya, tenang aja, barang pasti saya kirim lagi, bawel lu!” Astaga. Saya masih bersabar dan tunggu barang datang, kalo ga sesuai, baru saya lanjutkan lagi kasusnya. Sekarang barang sudah otw warehouse saya dia kirim pake indomaret paket, dari tanggal 27 sampai hari ini 1 desember paket tidak bergerak. Masih di kota pembeli. Kocak sih ini mah. Ps: Polres majalengka udah nerima 10 lebih laporan “serupa” di 2025 ini. Login untuk Membalas
William2 Desember 2025 - (15:27 WIB)Permalink Gw seh udah kenyang kena kasus tiktokopedia. 1. Pengajuan yg pilihannya cuman ada pilihan 1 tombol, ternyata harus ditunggu otomatis tanpa harus di klik malah gw klik alhasil ilang duit Dan kena biaya ongkir. 2.Pengajuan tapi ga muncul di notif tp cuman di tab pengembalian Dan harus dipilih approve, alhasil auto approve dananya Tanpa pengembalian. 3. Pengajuan abis di klik approve nanti ada muncul pilihan baru, issue full refund alhasil ketekan juga tanpa ada tombol konfirmasi. Jadi kalo dibilang ini trik lihainya si tiktokopedia, Dan juga ada kesalahan/kelalaian penjual. Jadi disarankan pantau apps minimal 22 jam sehari biar ga miss. Nanti abis pengembalian dateng siapin banding, siapin video packing, unboxing, foto 6 sisi , timestamp Dan rajin2 pantau chat di banding yg balesnya bisa 1-6 hari, kalo lewat 1×24 jam. Banding lo gagal alhasil tanggung ongkir ama fee admin dan brg hangus. Wkkkk Login untuk Membalas
metal_detector_dki3 Desember 2025 - (10:22 WIB)Permalink Tikt0ksh0p emang b4jingan kur4ng aj4r, sampah Login untuk Membalas