Keluhan Surat Pembaca Bug Tokopedia Rugikan Seller: Refund Otomatis Tanpa Retur Barang, Kerugian Capai Rp1 Juta 6 Desember 2025 G Joko 14 Komentar Alasan pengembalian, Asuransi Pengiriman, asuransi pengiriman kurir, Celah sistem, Customer complaint handling, Customer Service, Dana hasil penjualan, dispute, e-Commerce, Jual beli online, Jualan Online, Kebijakan pengembalian barang, Marketplace, Pengembalian dana, Potongan hasil penjualan, program bugs, Pusat Resolusi Tokopedia, Refund, Retur barang, Sistem bermasalah, Sistem otomatis, SOP, Standard Operating Procedures, Syarat dan Ketentuan, Tokopedia, Tokopedia Care Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Perkenalkan, saya adalah salah satu penjual (dengan nama toko GawaiGallery), yang ingin menyampaikan keluhan kepada pihak Tokopedia sebagai platform marketplace tempat saya berjualan. Di platform ini, masih terdapat banyak bug yang perlu diperbaiki. Keluhan yang saya alami berkaitan dengan pesanan ID 581369083287078846, yang sangat merugikan salah satu pihak, khususnya seller. Sebelumnya pernah ada kasus yang mirip dimuat di Media Konsumen, dengan judul “Dana Refund Dicairkan Tanpa Retur Barang, Penjual Tokopedia Dirugikan“. Kasus yang sama terjadi, yaitu pembeli mengajukan pengembalian barang. Namun, dalam artikel ini, saya memberikan sudut pandang yang berbeda. Ini adalah kesalahan sistem Tokopedia. Hal ini mungkin terjadi saat Tokopedia melakukan perombakan total pada antarmuka Seller Center, baik di website maupun aplikasi mobile. Bug yang paling banyak ditemukan ada di aplikasi mobile, dan saya rasa tidak perlu menjelaskan lebih lanjut. Kembali ke masalah bug yang saya alami, ID pesanan yang bermasalah adalah 581369083287078846, transaksi melalui Tokopedia. Perlu diketahui bahwa saat menanggapi komplain ini, saya mengakses melalui website di komputer. Permasalahannya adalah ketika pembeli mengajukan pengembalian barang dengan memilih alasan “Produk tidak sesuai dengan deskripsi”. Sama seperti artikel sebelumnya, pada template antarmuka seller center Tokopedia untuk menanggapi hal tersebut, terdapat 4 pilihan berupa radio button. Pilihan paling atas adalah “Approve” atau menyetujui. Konsep radio button ini hanya memungkinkan satu pilihan. Di bawah tombol pilihan, ada tombol “OK” atau semacamnya, saya lupa. Template ini tidak dapat dilihat lagi di histori dan hanya muncul ketika ada pengajuan komplain. Setelah saya pilih dan klik, tidak ada pertanyaan atau pilihan lain yang muncul, dan langsung berpindah ke template berikutnya untuk diproses. Logikanya, jika saya memilih “Approve” dan setuju bahwa pembeli mengajukan pengembalian barang, otomatis pembeli akan mengirimkan barang kembali kepada seller dan pembeli akan mendapatkan uangnya kembali. Namun kenyataannya tidak seperti itu, seperti pada screenshot yang saya lampirkan: Permintaan pengembalian barang diajukan oleh pembeli. Penjual menyetujui permintaan pengembalian barang pada tanggal 29/11/2025 11:39:45. Penjual mengembalikan dana kepada pembeli tanpa meminta pembeli untuk mengembalikan barang pada tanggal 29/11/2025 11:39:50. Pengembalian dana telah selesai pada tanggal 29/11/2025 11:39:54. Klaim asuransi disetujui dan penggantian dana kepada penjual sedang diproses pada tanggal 29/11/2025 11:41:06. Poin 3 hingga 5 dilakukan secara otomatis oleh sistem Tokopedia secara berurutan, tanpa memerlukan persetujuan dari seller. Anehnya, potongan transaksi tetap berjalan, dan asuransi juga otomatis cair meskipun pembeli belum menyelesaikan transaksi, yang selesai secara otomatis pada tanggal 5 Desember 2025. Asuransi yang dimaksud adalah asuransi pengiriman yang diwajibkan oleh seller untuk diaktifkan saat mengunggah produk. Pembayaran dilakukan oleh buyer saat memesan produk, dan asuransi mencakup barang yang hilang serta barang yang rusak selama pengiriman. Asuransi yang dicairkan hanya senilai Rp23.000, sementara potongan penjualan Rp64.250 (belum dipotong dan masih menunggu transaksi selesai). Nilai barangnya adalah Rp1.000.000, belum dipotong promo Tokopedia, sehingga menjadi Rp969.200 yang dibayarkan oleh pembeli. Awalnya saya berpikir positif karena ada poin nomor 5 mengenai asuransi. Mungkin ini adalah kebijakan Tokopedia karena barang yang rusak kemudian dikomplain oleh pembeli, saya juga berpikir karena produknya memiliki asuransi. Namun ketika kompensasi asuransi dibayarkan pada tanggal 30 November 2025 sebesar Rp23.000, saya yakin ini adalah kesalahan sistem Tokopedia. Di sini, Tokopedia berperan sebagai pihak ketiga yang menjembatani antara seller dan buyer. Segala sesuatu dilakukan oleh Tokopedia. Pembeli berhak untuk mendapatkan haknya, begitu juga penjual harus mendapatkan haknya. Kewajiban yang harus dipenuhi adalah kita harus membayar platform sebagai pihak ketiga yang menjembatani antara penjual dan pembeli. Kita mendapatkan fitur dan keamanan yang disediakan oleh Tokopedia. Bagi penjual, pembayaran dilakukan melalui potongan saat produk terjual. Hak dan kewajiban ini harus seimbang, tidak memihak salah satu pihak, karena ini merupakan bentuk perlindungan. Secara logika, ini tidak masuk akal. Pertama, masa penjual harus kehilangan dana secara cuma-cuma? 1 juta rupiah bukanlah jumlah yang sedikit. Seharusnya keamanannya berlapis. Seperti saat kita ingin memberikan rating bintang satu atau dua, akan muncul pertanyaan lanjutan yang memastikan apakah kita ingin melanjutkan memberikan bintang satu. Kedua, apakah asuransi bisa dicairkan dengan mudah tanpa investigasi dan melibatkan semua pihak untuk memberikan bukti? Ketiga, pemotongan biaya oleh platform tanpa pandang bulu. Ini seolah-olah Tokopedia hanya mencari keuntungan, padahal kita membayar untuk fitur dan keamanan yang ditawarkan. Penjual berusaha mencari keuntungan. Ini seperti sudah jatuh tertimpa tangga, barang yang dijual tidak ada uangnya, malah disuruh membayar lagi oleh Tokopedia. Saya berharap pihak Tokopedia menindaklanjuti keluhan saya ini, agar tidak ada korban lagi. Terima kasih. Joko Briyandewo Bantul, Yogyakarta Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Shin Chan6 Desember 2025 - (09:24 WIB)Permalink Ngeri sih jual barang bekas online sekarang apalagi ada bebas pengembalian. Buyer nakal / penipu memanfaatkan fitur ini. 2 Login untuk Membalas
G JokoPenulis artikel17 Desember 2025 - (00:21 WIB)Permalink gag hanya buyer, seller nakal juga ada. tapi satu yang paling kejam. PREMAN yang berkedok platform. si TOKOPEDIA ini. Login untuk Membalas
Bob7 Desember 2025 - (15:52 WIB)Permalink Menurut saya rasanya sudah musti bangun, jangan pura2 bodoh lagi. Tokopedia TikTok Shop itu ngak niat jadi platform marketplace di Indonesia. Website dan aplikasi Tokopedia TikTok sangat banyak masalahnya. Udah gitu lemot lag parah. Dan kalau minta bantuan Customer Service, kaya ngak nyambung, dan cuma pengen tutup tiket secepet mungkin, sebodo amet masalah selesai atau ngak. Dan alih-alih memperbaiki masalah ini semua, yang mereka lakukan apa? Bikin kebijakan aneh terus, ngejebak penjual dengan program2 yang otomatis nyala, dan nawarin pinjaman ngak jelas melulu. Masa lupa pas ditawarin integrasi Tokopedia TikTok Shop ancamannya kan kalo ngak gabung biaya dll. naik? Ternyata kalau gabung duluan, malah biaya naik duluan. Dari awal aja udah ngejebak. Masa tiba2 tobat sekarang? Yah ngak, lanjut terus jebakan2 lainnya. Tokopedia TikTok Shop, Shopee, Lazada, J&T itu semua perusahaan Tiongkok. Tujuan utama yah kepentingan RRT. Cuma untuk dumping barang pabrik Tiongkok. Kalo ngak percaya yah sudah, nikmati saja dikerjain terus sampai kiamat. 1 Login untuk Membalas
Erwin9 Desember 2025 - (21:38 WIB)Permalink Platform ****** ini sudah mau bangkrut…sebaik nya gak usah jualan lagi sama Platform ***** dan ****** ini.maaf gak sopan…sudah muntah melihat kelicikan mereka. Login untuk Membalas
G JokoPenulis artikel17 Desember 2025 - (00:16 WIB)Permalink update ya! aku juga sudah muntah, gag ada kejelasan. masa saya suruh buktikan! apa yang bisa saya buktikan, tidak ada email persetujuan masuk, di aplikasi hanya tahu log kronologi yang saya screeshot difoto. Lucunya saya yang nuntut kok saya yang suruh buktikan. katanya CS investigasi tapi klaimnya cuma muter2 pakai patokan log kronologi sistem itu. padahal dibilang tidak merasa melakukan. Itu sistem mereka, yang punya data mereka, yang bisa akses mereka. apa susahnya minta tim IT suruh buktikan. takut mereka, intinya mereka tidak mau disalahkan. tambah ada satu lagi kasus, ngambang juga di proses resolusi. sudah 2minggu. buyer gagbisa kasih bukti padahal sudah diberi waktu 1x24jam, sampai peringatan 3kali. simpelkan sebenarnya menang saya. Eh tidak segera diputus. nunggu investigasi sampai sekarang. padahal apa lagi yang mau diinvestigasi. memang tolol semua tim tokopedia sekarang Login untuk Membalas
G JokoPenulis artikel17 Desember 2025 - (00:32 WIB)Permalink sudah gag bisa, gag peduli tokopedia hanya alat bagi tiktok agar sesuai regulasi pemerintah. mau ada komplain apapun mereka gag peduli, fokusnya ke sosmed dan iklan. itu fakta Login untuk Membalas
Mbah8 Desember 2025 - (14:16 WIB)Permalink Kalau pengajuan pengembalian dibiarkan maka defaultnya pengembalian uang tanpa barang, merugikan seller sih, apalagi klo pengembaliannya fake Login untuk Membalas
G JokoPenulis artikel17 Desember 2025 - (00:37 WIB)Permalink wis kalau pakai tokopedia harus ihklasin aja. transaksi jangan sampai ada problem. sekali problem lo ngomong sampai busa gag bakal digubris. Login untuk Membalas
Yanto8 Desember 2025 - (23:43 WIB)Permalink Jualan di tiktok shop Udha mirip buang sampah bro. BRG yg kalian kirim baik2 dan secara hati2 berharap customer senang dan jadi langganan. Namun akan tetapi sirna ketika produk yg kalian rawat tadi masuk kepada pihak expedisi.layak nya sudah jadi sampah. Bila retur jelas akan rusak bila tidak retur sudah pasti merugikan berlipat lipat Login untuk Membalas
G JokoPenulis artikel17 Desember 2025 - (00:49 WIB)Permalink salahsatunya itu, Tapi yang paling bermasalah Platformnya itu sendiri. Kalau saya menilai dari sisi postifnya.Karena Tokopedia ini masih banyak yang pakai, apasalahnya gag ikut mancing disni. Tapi ya itu terima resikonya. Solusinya gimana? sambil nunggu platform ini tutup. barang2 yang nilainya besar gag bakal transaksi lewat sini. Login untuk Membalas
Adi10 Desember 2025 - (06:08 WIB)Permalink Saya dulu sebagai pembeli ditokped juga dirugikan, barang beli saya sudah retur atau kirim tapi status pengiriman tidak update, sehingga penjual diuntungkan dengan pendapat penjualan (dianggap pembeli tdk kirim barang retur) dan dapatkan barangnya kembali. Tapi setelah saya push tiap jam tiap hari, akhirnya masalah selesai walaupun tunggu kurang lebih 1 bulan. Kacau memang tokped, semenjak gabung sama tiktok, pokoknya banyak kacaunya. Sudah benar berdiri sendiri-sendiri toktok dan tokped, malah di gabung. Iya kalo sistemnya sudah siap, ini sistem masih kacau. Login untuk Membalas
G JokoPenulis artikel17 Desember 2025 - (01:08 WIB)Permalink ya gitulah. CS semua ampas. sebenarnya saya juga kasian. tapi mungkin itu tuntutan dari perusahaan, acamannya di phk paling. memang sistemnya yang kacau, dan mereka gag mau tahu. tunggu waktu aja platform ini tersingkir sendirinya kalau gag ada evaluasi Login untuk Membalas
Satyrn10 Desember 2025 - (08:52 WIB)Permalink kalau pembeli berlangganan Tokopedia PLUS, maka pengembalian dana akan otomatis. Login untuk Membalas
G JokoPenulis artikel17 Desember 2025 - (01:02 WIB)Permalink kalau dicermati pada kasus saya ini, sistem aturannya tumpang tindih 1. klaim sepihak oleh platform bahwa seller menyetujui. blum bisa dibuktikan 2. jualan gag dapat hasil, dipotong komisi penjualan. kalau barang dikasihkan ke buyer itu namanya bukan jualan tapi dihibahkan. kok ada potongan komisi, 3. asuransi pengiriman barang, pada kasusnya komplain barang rusak tidak sesuai deskripsi. asuransi dengan mudah turun tanpa adanya investigasi. harusnya perlu bukti2 dulu baik dari seller dan buyer. apa gunanya ikut asuransi kalau hanya diganti rugi biaya pengiriman barang senilai 23ribu. coba pikir sendiri … Login untuk Membalas