Keluhan Surat Pembaca Jualan di Lazada (IV), Barang Returan Bisa Rusak tapi Gak Diganti! 23 Juli 202525 Juli 2025 Phoenix Lim 4 Komentar Alasan pengembalian, Berita Acara Pemeriksaan (BAP), Customer complaint handling, Customer Service, e-Commerce, Garansi pengembalian barang, isi paket hilang, Isi paket rusak, Jual beli online, Jualan Online, Kebijakan pengembalian barang, Kehilangan barang, Lazada, Lazada Indonesia, Lazada Seller Center, Marketplace, pengembalian barang, Retur barang, SOP, Standard Operating Procedures, Syarat dan Ketentuan, Unboxing, Video Unboxing Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Saya adalah pemilik toko Phoenix Lim di Lazada. Pada judul saya tambahkan “(IV)” karena kejadian yang merugikan saya sebagai seller di Lazada terulang lagi. Pada bulan Juli ini baru saja saya kirim lagi surat pembaca, eh, ini sudah terulang lagi. Sebenarnya yang barang gula ini kejadiannya sudah pernah terjadi waktu ekspedisi JNT ya. Makanya sekalian saya muat di surat pembaca ini. Pada tanggal 7 Juli, paket saya direturkan dengan kondisi sudah rusak dari kurir SiCepat (saya lampirkan foto barang returan saya dan screenshot detail dua transaksi yang bermasalah ini). Seperti biasa, dari pihak Lazada meminta BAP lagi dan kali ini karena saya kenal kurirnya, saya buatkan dan meminta kurir SiCepat untuk menandatanganinya. Tetapi, sama seperti kasus-kasus lainnya, kurir gak ada yang bersedia menandatanganinya. Karena informasi dari kurir bahwa kalau mereka menandatanganinya maka mereka yang menanggung kerugiannya! Logikanya ya mana ada kurir yang mau menanggung kerugian seperti ini. Seharusnya Lazada juga harus bisa antisipasi kalau BAP-nya gak ditandatangani oleh kurir. Makanya saya langsung ultimatum via CS Lazada, saya kasih 1 minggu aja. Kalau gak diganti, maka sama seperti kasus-kasus sebelumnya saya akan masukkan ke Media Konsumen dan puji Tuhan Yang Maha Kuasa semua kasus-kasus sebelumnya sudah diganti oleh pihak Lazada begitu saya muat ke Media Konsumen. Saya sudah memberikan foto returan rusak tersebut dan video unboxing. Dari 3 syarat dari Lazada, saya sudah memberikan 2 yang sudah cukup kuat untuk membuktikan barang returan tersebut rusak! Bahkan saya sudah kirimkan BAP yang sudah saya buatkan tanpa ada tanda tangan dari kurir. Kejadian ini juga sama waktu ekspedisi JNT. Parahnya lagi, JNT secara sepihak gak mau datang jemput paket-paket saya sampai banyak juga paket saya yang terbengkalai dan akhirnya dibatalkan. Puji Tuhan sampai waktu Tokped update sistem dan ada yang masuk pesanan yang dikirim melalui platform yang mengharuskan JNT datang jemput paket, baru JNT datang jemput paket-paket saya dan sampai sekarang JNT udah normal kembali jemput paket-paket saya. Nah, sampai sekarang, 2 returan yang rusak tersebut tidak diganti! Lazada kembali dengan birokrasinya meminta BAP yang harus ditandatangani kurir! Saya, seperti pada kasus surat pembaca berjudul “Hati-Hati Jualan di Lazada, Barang Bisa Hilang dan Rusak tapi Gak Diganti!”, sudah menghubungi dan meminta kurir untuk menandatangani BAP tapi ya jawabannya sama bahwa mereka gak berani tanda tangan karena nanti akan dituntut menanggung kerugian tersebut. Semoga seperti kasus yang pertama tersebut, setelah dimuat di Media Konsumen, Lazada langsung mengganti kerugian saya. Amin. Puji Tuhan Yang Maha Kuasa. Terima kasih untuk redaksi Media Konsumen yang sudah bersedia memuat surat pembaca ini. Halim Suparman Medan, Sumatera Utara Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Andri Haryono24 Juli 2025 - (19:58 WIB)Permalink Dari bentuk pengemasan nya aja gak proper banget. Tanpa ada bubble wrap, tanpa ada kardus sehelai pun. Pantes aja rusak di perjalanan. Login untuk Membalas
Phoenix LimPenulis artikel28 Juli 2025 - (07:51 WIB)Permalink Lha, akhirnya Lazada benar2 tidak mengganti kerugian saya pada kejadian produk gula dengan alasan packing yang kurang aman. Sebenarnya kecewa sih tapi apa boleh buat. Kedepannya saya sudah mewajibkan packing kardus untuk produk gula. Sebenarnya dibilang packing dengan plastik beras premium tidak aman juga gak benar karena udah pernah juga saya dapat returan gula tapi barang saya tidak rusak tuh. Selama ini juga sudah banyak transaksi yang sudah berhasil diselesaikan tuh. Semoga dengan packing kardus tidak ada terjadi lagi kejadian seperti ini di kemudian hari. Amin. Puji Tuhan Yang Maha Kuasa. Login untuk Membalas
Fajar1414gg24 Juli 2025 - (21:22 WIB)Permalink Kemarin saya jualan garam mandi di shopee malah lebih sowek lagi, ada pembeli seenak dengkul retur barang padahal karena kesalahan dia sendiri yang tidak memilih aroma garam mandi. Seperti tertulis di deskripsi produk bahwa yang tidak request aroma garam mandi maka akan dikirim random. Setelah barang sampai dengan entengnya dengan cat bahwa dia lupa minta request aroma dan dia mau tuker sesuai aroma lain, lalu ya udah gitu aja dia retur barangnya. Repotnya di sistem shopee tidak ada fitur bagi penjual untuk menolak permintaan tukar barang yang bukan karena kesalahan penjual. Ini si pembeli biadab sudah saya umumkan nama dan alamatnya di grup WA seller dan di grup-grup FB seller shopee, biar penjualan lain nggak jadi korban Login untuk Membalas
Phoenix LimPenulis artikel28 Juli 2025 - (07:52 WIB)Permalink Lha, akhirnya Lazada benar2 tidak mengganti kerugian saya pada kejadian produk gula dengan alasan packing yang kurang aman. Sebenarnya kecewa sih tapi apa boleh buat. Ke depannya saya sudah mewajibkan packing kardus untuk produk gula. Sebenarnya dibilang packing dengan plastik beras premium tidak aman juga gak benar karena udah pernah juga saya dapat returan gula tapi barang saya tidak rusak tuh. Selama ini juga sudah banyak transaksi yang sudah berhasil diselesaikan tuh. Semoga dengan packing kardus tidak ada terjadi lagi kejadian seperti ini di kemudian hari. Amin. Puji Tuhan Yang Maha Kuasa. Login untuk Membalas