Beli Laptop Bekas Rp9,4 Juta di Shopee, Deskripsinya Bagus dan “No Minus”, Ternyata Overheat

Saya menulis pengaduan ini karena sangat kecewa dengan hasil penyelesaian sengketa transaksi di Shopee yang menurut saya menimbulkan pertanyaan serius mengenai perlindungan pembeli.

Saya membeli laptop second HP Z Book Create Studio G7 dari seller Maczone di Shopee. Seller menulis deskripsi laptop siap tempur, sudah QC, dan no minus, dengan nilai transaksi sekitar 9,4 juta rupiah. Namun kenyataannya banyak temuan masalah. Masalah tersebut bukan sekadar dugaan. Saya telah mendokumentasikannya melalui video dan foto, dan bukti tersebut telah saya sampaikan dalam proses pengajuan pengembalian/refund di Shopee.

Karena laptop mengalami overheating dan saya juga membutuhkan laptop tersebut untuk keperluan pekerjaan yang mendesak, saya sempat melakukan repaste. Seller juga menyarankan itu, tapi dia maunya dia yang repaste. Saya tidak ada waktu untuk kirim balik dan lain-lain, toh saya juga beli ini sesuai deskripsi yang siap pakai dan no minus.  Yang penting, masalah utama yang saya keluhkan sudah ditemukan dan didokumentasikan sebelum tindakan tersebut.

Saya kemudian mengikuti proses pengembalian barang. Laptop telah dikirim kembali melalui SPX dan pada akhirnya barang tersebut kembali kepada seller. Di sinilah masalah yang membuat saya sangat kecewa. Hasil penyelesaian sengketa Shopee justru menyatakan seller menang dan dana transaksi telah diteruskan kepada seller hanya karena saya repaste laptopnya dan segel dibuka.

Lucunya, di saat mediasi seller sudah kirim laptop yang dulu balikin ke saya dengan JNE dan CS Shopee pun tidak mengetahui hal tersebut.

Pada akhirnya Shopee mendukung seller 100%, sehingga klaim saya tidak diterima. Yang saya tidak bisa terima, hasil klaim belum keluar tapi seller sudah mengirim balik laptop rusak yang sudah saya kirim sebelumnya ke dia. Berikut data yang diperlukan:

Seller tidak mau terima karena unit sudah saya repaste sebelumnya. Namun yang harus dititikberatkan:

  • Saya membeli laptop ini karena urgensi kebutuhan waktu dan karena melihat deskripsi yang siap tempur dan tidak ada masalah.
  • Seller ada info ke saya unit harus di-repaste.
  • Seller menolak retur saya karena unit sudah saya repaste. Sebelumnya di chat, seller sendiri yang info ke saya laptop harus di-repaste. Namun seller maunya laptop di-repaste oleh seller sendiri.
  • Setelah di-repaste masalah tidak kunjung selesai, tetap ada temuan masalah seperti error-error yang saya dokumentasikan.
  • Di akhir Shopee pun memenangkan si seller karena saya sudah repaste sendiri.

Yang saya titikberatkan di sini ialah:

  • Deskripsi yang tidak sesuai indikasi fraud membuat saya sangat dirugikan karena dasarnya seseorang pasti membeli sesuatu berdasarkan deskripsi! Dan saya memang mengincar laptop yang bisa langsung pakai karena saya ada urgensi yang di mana itu gagal karena temuan masalah mengakibatkan saya rugi waktu dan biaya.
  • Shopee yang tidak bijak dalam ambil keputusan (terutama tim mediasi). Saya akui memang saya repaste sendiri, namun itu merupakan troubleshoot untuk membereskan error di laptop sesuai saran dari seller. Tapi keputusan Shopee yang sepihak memenangkan dia berarti secara tidak langsung menormalisasikan jika ada penjual yang menjual barang tidak sesuai deskripsi.

Saya berharap mediakonsumen bisa membantu saya terkait hal ini.

Arief Maulana
Tangerang Selatan, Banten

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

 Apa Komentar Anda?

Belum ada komentar.. Jadilah yang pertama!

Beli Laptop Bekas Rp9,4 Juta di Shopee, Deskripsinya Bagus dan “…

oleh arf ⏱ waktu baca: 2 menit
0